Bahasa Jerman Essential grammar

Singkatan yang digunakan dalam panduan ini

Setiap contoh di bawah ini memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Jangan khawatir untuk menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu kembali lihat kapan saja.

Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)

Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu pula f.pl, n.sg, dst.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat

Kala dan aspek · PRES — present (kini) · PRET — preterit (peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung atau kebiasaan) · FUT — futur (akan datang) · PERF — perfek (tindakan yang selesai dengan relevansi pada masa kini) · PROG — progresif (tindakan yang sedang berlangsung, misalnya sedang makan) · COND — kondisional (akan…)

Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)

Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku sendiri, dirimu sendiri) · PERSa personal (khusus bahasa Spanyol — menandai objek langsung berupa manusia) · HON — honorifik (bentuk yang sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (bahasa Jepang, Korea) · CL — klasifikator (bahasa Mandarin, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi

Urutan kata dan kurung verbal

Klausa utama dalam bahasa Jerman mengikuti aturan V2: verba terkonjugasi selalu menjadi elemen kedua, apa pun yang muncul di awal kalimat. Subjek bisa berada sebelum atau sesudah verba tersebut. Dalam klausa subordinat (yang diawali oleh weil, dass, wenn, ob...) verba terkonjugasi berpindah ke posisi paling akhir. Ketika sebuah kalimat memiliki dua bagian verba (modal + infinitif, verba bantu + partisip, verba berprefiks terpisah), keduanya membentuk sebuah 'kurung': verba terkonjugasi tetap berada di posisi V2 sementara bagian lainnya didorong ke akhir klausa. Semua unsur lain (objek, keterangan waktu, cara, tempat) terjepit di dalam kurung tersebut.

  • Heute gehe ich ins Kino. — Hari-ini pergi saya ke-bioskop.
    Hari ini saya pergi ke bioskop.
  • Ich habe gestern einen Film gesehen. — Saya sudah kemarin sebuah film menonton.
    Saya menonton sebuah film kemarin.
  • Ich weiß, dass er morgen kommt. — Saya tahu bahwa dia besok datang.
    Saya tahu bahwa dia akan datang besok.

Tiga gender

Setiap kata benda dalam bahasa Jerman bersifat maskulin (der), feminin (die), atau netral (das), dan artikelnya harus dipelajari bersama kata itu sendiri. Akhiran kata memberikan petunjuk yang kuat. Maskulin: kata benda yang berakhiran -er, -ling, -ich, -ig, sebagian besar nama hari, bulan, musim, dan kata-kata cuaca. Feminin: -e (sebagian besar), -heit, -keit, -ung, -schaft, -ion, -ie, -tät. Netral: bentuk diminutif -chen dan -lein (selalu), -ment, -um, sebagian besar kata untuk anak hewan, dan infinitif yang digunakan sebagai kata benda. Gender mengendalikan artikel, akhiran adjektiva, dan pronomina, sehingga sifatnya struktural dan sentral, bukan sekadar hiasan.

  • der Lehrer, die Lehrerin, das Mädchen — guru-m itu, guru-f itu, gadis-n itu
    guru (laki-laki) itu, guru (perempuan) itu, gadis itu.
  • die Freiheit, die Zeitung, die Universität — kebebasan itu, surat-kabar itu, universitas itu
    Akhiran feminin -heit, -ung, -tät.
  • das Häuschen, das Dokument, das Datum — rumah-kecil itu, dokumen itu, tanggal itu
    Netral karena -chen, -ment, -um.

Empat kasus

Bahasa Jerman menandai peran sebuah frasa nomina dengan empat kasus. Nominatif adalah subjek (yang 'melakukan/mengalami' tindakan). Akusatif adalah objek langsung (yang secara langsung dikenai tindakan) dan juga diwajibkan oleh beberapa preposisi (durch, für, gegen, ohne, um). Datif adalah objek tidak langsung (penerima, yang 'kepadanya') dan diwajibkan oleh aus, bei, mit, nach, seit, von, zu serta oleh banyak verba (helfen, danken, gefallen). Genitif menunjukkan kepemilikan atau relasi dan mengikuti wegen, trotz, während, statt. Preposisi dua-arah (in, an, auf, unter...) mengambil akusatif untuk pergerakan-ke-dalam dan datif untuk lokasi statis.

  • Der Mann gibt dem Kind einen Apfel. — Pria(NOM) itu memberi anak(DAT) itu sebuah(ACC) apel.
    Pria itu memberi anak itu sebuah apel.
  • Das Auto meines Bruders ist neu. — Mobil saudara-laki-laki-saya(GEN) adalah baru.
    Mobil saudara laki-laki saya baru.
  • Ich gehe in die Schule. Ich bin in der Schule. — Saya pergi ke sekolah(ACC). Saya berada di sekolah(DAT).
    Pergerakan = akusatif, lokasi = datif.

Deklinasi artikel definit dan indefinit

Artikel berubah menurut gender, jumlah, dan kasus. Artikel definit: Nominatif der/die/das/die, Akusatif den/die/das/die, Datif dem/der/dem/den (+ kata benda-n), Genitif des/der/des/der (+ kata benda-(e)s pada maskulin/netral). Artikel indefinit ein/eine: Nominatif ein/eine/ein, Akusatif einen/eine/ein, Datif einem/einer/einem, Genitif eines/einer/eines. Tidak ada bentuk jamak untuk artikel indefinit (cukup kata benda telanjang, atau gunakan 'keine' untuk 'tidak ada'). Posesif (mein, dein, sein, ihr, unser, euer, ihr/Ihr) dan 'kein' berdeklinasi persis seperti 'ein' dan disebut ein-words.

  • Ich sehe den Hund, die Katze und das Pferd. — Saya melihat anjing(ACC.m) itu, kucing(ACC.f) itu, dan kuda(ACC.n) itu.
    Saya melihat anjing itu, kucing itu, dan kuda itu.
  • Ich helfe einem Freund und einer Freundin. — Saya membantu seorang(DAT.m) teman laki-laki dan seorang(DAT.f) teman perempuan.
    Saya sedang membantu seorang teman laki-laki dan seorang teman perempuan.
  • Das ist das Buch meines Vaters. — Itu adalah buku ayah-saya(GEN).
    Itu adalah buku ayah saya.

Pronomina persona

Nominatif: ich, du, er/sie/es, wir, ihr, sie/Sie. 'du' adalah tunggal informal; 'ihr' adalah jamak informal; 'Sie' (dengan huruf kapital) adalah formal, baik tunggal maupun jamak. Pronomina juga berubah menurut kasus. Akusatif: mich, dich, ihn, sie, es, uns, euch, sie/Sie. Datif: mir, dir, ihm, ihr, ihm, uns, euch, ihnen/Ihnen. Tidak ada genitif terpisah dalam penggunaan sehari-hari; kepemilikan diungkapkan dengan adjektiva posesif (mein, dein, sein, ihr, unser, euer, ihr/Ihr). Pronomina orang ketiga harus sesuai dengan gender gramatikal kata benda, bukan jenis kelamin biologis, sehingga sebuah meja (der Tisch) disebut 'er'.

  • Er gibt mir das Buch und ich gebe es ihm zurück. — Dia(laki-laki) memberi saya(DAT) buku itu dan saya memberikannya kembali kepada-dia(DAT).
    Dia memberi saya buku itu dan saya memberikannya kembali kepadanya.
  • Kennst du sie? Ja, ich kenne sie gut. — Kenal kamu-inf dia(ACC.perempuan)? Ya, saya kenal dia(ACC) dengan baik.
    Apakah kamu mengenalnya? Ya, saya mengenalnya dengan baik.
  • Wo ist der Schlüssel? Er liegt auf dem Tisch. — Di mana kunci itu? Dia(maskulin) terletak di atas meja itu.
    Di mana kunci itu? Ada di atas meja.

Konjugasi verba dan verba tak beraturan utama

Verba Jerman yang beraturan mengambil batang kata (infinitif dikurangi -en) ditambah akhiran persona: -e, -st, -t, -en, -t, -en (ich, du, er/sie/es, wir, ihr, sie/Sie). Verba yang batangnya berakhiran -d/-t menyisipkan -e- sebelum -st dan -t (arbeitest, arbeitet). Banyak verba kuat mengubah vokal batang kata pada du/er/sie/es dalam present (a → ä, e → i/ie). Empat verba tak beraturan terpenting adalah sein (menjadi/adalah), haben (memiliki), werden (menjadi / futur + pasif), dan gehen (pergi); bentuk-bentuknya harus dihafalkan.

  • ich bin, du bist, er ist, wir sind, ihr seid, sie sind — menjadi/adalah – present
    Present lengkap dari sein.
  • ich habe, du hast, er hat, wir haben, ihr habt, sie haben — memiliki – present
    Present lengkap dari haben.
  • ich werde, du wirst, er wird, wir werden, ihr werdet, sie werden — menjadi – present
    Present lengkap dari werden (juga membentuk futur/pasif).

Present tense

Bahasa Jerman hanya memiliki satu present tense; ia mencakup simple present dan present continuous dalam bahasa Inggris. 'Ich lese' berarti baik 'saya membaca' maupun 'saya sedang membaca'. Present juga rutin digunakan untuk masa depan dekat ketika sebuah keterangan waktu membuatnya jelas ('Ich komme morgen' = 'Saya akan datang besok'). Verba kuat mengubah vokal batang kata pada persona kedua dan ketiga tunggal: fahren → du fährst, er fährt; sprechen → du sprichst, er spricht; sehen → du siehst, er sieht. Selain itu, akhirannya sepenuhnya beraturan: -e, -st, -t, -en, -t, -en.

  • Ich lerne jeden Tag Deutsch. — Saya belajar setiap hari bahasa-Jerman.
    Saya belajar / sedang belajar bahasa Jerman setiap hari.
  • Du fährst zu schnell! — Kamu mengemudi terlalu cepat (perubahan vokal a→ä).
    Kamu mengemudi terlalu cepat!
  • Morgen fliegen wir nach Berlin. — Besok terbang kami ke Berlin.
    Besok kami akan terbang ke Berlin.

Perfekt vs Präteritum

Bahasa Jerman lisan menggunakan Perfekt untuk hampir semua peristiwa masa lalu: verba bantu haben atau sein (present tense) + Partizip II di akhir klausa. Sein digunakan dengan verba pergerakan atau perubahan keadaan (gehen, fahren, kommen, werden, sterben) dan dengan sein/bleiben itu sendiri; haben digunakan untuk semua yang lain. Präteritum (past sederhana: ich ging, ich machte, ich sah) adalah bentuk lampau tulisan/sastra dan digunakan dalam narasi; dalam percakapan, hanya sein, haben, werden, dan verba modal yang umumnya digunakan dalam Präteritum (war, hatte, wurde, konnte...).

  • Ich habe gestern einen Brief geschrieben. — Saya sudah kemarin sebuah surat menulis.
    Saya menulis sebuah surat kemarin.
  • Wir sind nach Berlin gefahren. — Kami sudah ke Berlin mengemudi.
    Kami mengemudi/pergi ke Berlin.
  • Es war einmal ein König, der hatte drei Töchter. — Dahulu-kala ada seorang raja, yang punya tiga putri.
    Pada suatu waktu ada seorang raja yang memiliki tiga putri.

Future tense

Futur I dibentuk dengan present terkonjugasi dari werden + infinitif di akhir klausa: ich werde gehen, du wirst gehen, er wird gehen, wir werden gehen, ihr werdet gehen, sie werden gehen. Namun, dalam bahasa Jerman sehari-hari, tense ini terutama digunakan untuk mengungkapkan prediksi, janji, asumsi, atau niat kuat. Untuk peristiwa masa depan yang biasa, orang Jerman cukup menggunakan present ditambah kata keterangan waktu (morgen, nächste Woche). Futur II (werde + Partizip II + haben/sein) mengungkapkan sesuatu yang diasumsikan sudah selesai pada suatu titik di masa depan.

  • Ich werde dich morgen anrufen. — Saya akan kamu besok menelepon.
    Saya akan meneleponmu besok.
  • Es wird bald regnen. — Akan segera hujan.
    Sebentar lagi akan hujan.
  • Nächstes Jahr studiere ich in Wien. — Tahun-depan belajar saya di Wina.
    Tahun depan saya akan kuliah di Wina (present digunakan untuk masa depan).

Present tense verba beraturan (lemah)

Verba lemah adalah verba Jerman yang bisa diprediksi dan sepenuhnya beraturan. Untuk mengonjugasikannya, ambil infinitif, hilangkan -en di akhir, lalu tambahkan akhiran persona: -e, -st, -t, -en, -t, -en. Vokal batang kata tidak pernah berubah (bandingkan dengan verba kuat seperti fahren / fährt). Verba 'machen' (melakukan, membuat) adalah model buku teksnya:

Personamachen (melakukan)Akhiran
ichmache-e
dumachst-st
er / sie / esmacht-t
wirmachen-en
ihrmacht-t
sie / Siemachen-en

Ketika batang kata berakhiran -d, -t, atau gugus konsonan yang akan menyulitkan pelafalan (-tm-, -ffn-, -chn-), sebuah -e- tambahan disisipkan sebelum -st dan -t. Verba 'arbeiten' (bekerja) menunjukkan hal ini:

Personaarbeiten (bekerja)Catatan
icharbeiteberaturan
duarbeitest-e- disisipkan
er / sie / esarbeitet-e- disisipkan
wirarbeitenberaturan
ihrarbeitet-e- disisipkan
sie / Siearbeitenberaturan

Pola yang sama: reden (du redest), warten (du wartest), finden (du findest), atmen (du atmest), öffnen (du öffnest). Verba yang batangnya berakhiran -s, -ss, -ß, -z, -tz melebur dengan akhiran du dan hanya menulis -t: reisen → du reist, heißen → du heißt, sitzen → du sitzt, tanzen → du tanzt.

  • Ich mache jeden Tag Sport. — Saya melakukan setiap hari olahraga.
    Saya berolahraga setiap hari.
  • Was machst du am Wochenende? — Apa lakukan kamu-inf di-akhir-pekan?
    Kamu mau ngapain akhir pekan ini?
  • Sie arbeitet als Ärztin in Berlin. — Dia(perempuan) bekerja sebagai dokter-f di Berlin.
    Dia bekerja sebagai dokter di Berlin.
  • Wir arbeiten heute bis sechs Uhr. — Kami bekerja hari-ini sampai jam enam.
    Kami bekerja sampai jam enam hari ini.
  • Ihr wartet schon eine Stunde. — Kalian menunggu sudah satu jam.
    Kalian sudah menunggu satu jam.
  • Wie heißt du? Ich heiße Anna. — Bagaimana dipanggil kamu-inf? Saya dipanggil Anna.
    Siapa namamu? Nama saya Anna.

wollen + Infinitiv (ingin melakukan)

Untuk mengatakan 'saya ingin melakukan X', bahasa Jerman menggunakan verba modal 'wollen' ditambah infinitif telanjang dari verba utama di akhir klausa. 'Wollen' tidak beraturan pada bentuk tunggal (perubahan vokal o → i pada ich/du/er) dan merupakan salah satu dari enam verba modal inti. Catatan: 'wollen' bersifat kuat dan langsung. Untuk permintaan yang sopan ('saya ingin'), orang Jerman menggunakan 'möchte' (lihat bagian berikutnya). Mengatakan 'Ich will einen Kaffee' kepada seorang pelayan terdengar tidak sopan.

Personawollen (ingin)
ichwill
duwillst
er / sie / eswill
wirwollen
ihrwollt
sie / Siewollen

Polanya adalah: subjek + wollen terkonjugasi (di posisi V2) + ... + infinitif (di posisi paling akhir). Dalam klausa subordinat ('dass', 'weil', 'wenn'), verba modal berpindah ke posisi akhir, setelah infinitif. 'Wollen' juga bisa langsung mengambil kata benda tanpa infinitif ('Ich will einen Apfel' = Saya ingin sebuah apel), tetapi jika disertai verba, infinitif wajib digunakan dan tidak pernah digantikan oleh 'zu + infinitif' seperti yang terjadi setelah verba non-modal.

  • Ich will heute Abend ins Kino gehen. — Saya ingin hari-ini malam ke-bioskop pergi-INF.
    Saya ingin pergi ke bioskop malam ini.
  • Willst du etwas trinken? — Ingin kamu-inf sesuatu minum-INF?
    Kamu mau minum sesuatu?
  • Er will Arzt werden. — Dia ingin dokter menjadi-INF.
    Dia ingin menjadi dokter.
  • Wir wollen nächstes Jahr nach Italien fahren. — Kami ingin tahun-depan ke Italia mengemudi-INF.
    Kami ingin pergi ke Italia tahun depan.
  • Sie sagt, dass sie nicht kommen will. — Dia(perempuan) bilang, bahwa dia tidak datang-INF ingin.
    Dia bilang dia tidak ingin datang.
  • Was wollt ihr machen? — Apa ingin kalian lakukan-INF?
    Kalian mau melakukan apa?

werden + Infinitiv (Futur I, 'akan')

Futur I dibangun dengan present dari 'werden' ditambah infinitif dari verba utama di akhir klausa. 'Werden' sendiri tidak beraturan (du wirst, er wird):

Personawerden + InfinitivBahasa Indonesia
ichwerde gehensaya akan pergi
duwirst gehenkamu akan pergi
er / sie / eswird gehendia akan pergi
wirwerden gehenkami akan pergi
ihrwerdet gehenkalian akan pergi
sie / Siewerden gehenmereka / Anda akan pergi

Dalam percakapan sehari-hari, orang Jerman sering melewati Futur I dan menggunakan present sederhana dengan kata keterangan waktu: 'Ich rufe dich morgen an' (Saya akan meneleponmu besok). Futur I lebih disukai ketika ingin menekankan (a) sebuah prediksi atau asumsi tentang masa depan ('Es wird bald regnen'), (b) sebuah janji atau niat kuat ('Ich werde es nie vergessen'), atau (c) sebuah asumsi tentang masa kini ('Er wird wohl schon zu Hause sein' = Dia mungkin sudah di rumah). Bandingkan dengan 'going to' dalam bahasa Inggris: bahasa Jerman tidak memiliki konstruksi terpisah; baik 'will' maupun 'going to' dipetakan ke present tense + kata keterangan waktu atau Futur I, tergantung penekanannya. Jangan bingung antara 'werden + infinitif' (futur) dengan 'werden + Partizip II' (pasif) dan dengan verba penuh 'werden' yang berarti 'menjadi' ('Es wird kalt' = Cuacanya menjadi dingin).

  • Ich werde dir helfen. — Saya akan kamu(DAT) membantu-INF.
    Saya akan membantumu.
  • Wirst du das wirklich tun? — Akan kamu-inf itu benar-benar lakukan-INF?
    Apakah kamu benar-benar akan melakukan itu?
  • Es wird morgen regnen. — Akan besok hujan-INF.
    Besok akan hujan.
  • Wir werden uns nie wiedersehen. — Kami akan kami(ACC) tidak-pernah lagi-bertemu-INF.
    Kita tidak akan pernah bertemu lagi.
  • Er wird wohl im Stau stehen. — Dia mungkin di-dalam kemacetan berdiri-INF.
    Dia mungkin sedang terjebak macet (asumsi tentang masa kini).
  • Nächstes Jahr werde ich in Wien studieren. — Tahun-depan akan saya di Wina belajar-INF.
    Tahun depan saya akan sedang kuliah di Wina.

haben / sein + Partizip II (Perfekt)

Perfekt adalah tense lampau sehari-hari dalam bahasa Jerman lisan. Ia dibentuk dari dua bagian: verba bantu terkonjugasi di posisi V2 (baik 'haben' maupun 'sein' dalam present) dan Partizip II dari verba utama di posisi paling akhir klausa. Memilih verba bantu yang tepat sangatlah penting.

Gunakan sein ketika verba mengungkapkan: - pergerakan dari A ke B: gehen, fahren, kommen, fliegen, laufen, reisen, steigen, fallen - perubahan keadaan: werden, sterben, aufwachen, einschlafen, wachsen - tiga verba 'khusus': sein, bleiben, passieren / geschehen

Gunakan haben untuk semua yang lain, termasuk semua verba transitif (verba yang mengambil objek langsung) dan sebagian besar verba yang menggambarkan sebuah aktivitas tanpa perubahan lokasi.

Verba bantuVerbaPartizip IIPerfekt lengkap
habenmachengemachtich habe gemacht
habenarbeitengearbeitetdu hast gearbeitet
habensehengesehener hat gesehen
habensprechengesprochenwir haben gesprochen
seingehengegangenich bin gegangen
seinfahrengefahrensie ist gefahren
seinkommengekommenwir sind gekommen
seinseingewesenich bin gewesen
seinbleibengebliebener ist geblieben

Pembentukan Partizip II: verba lemah menambahkan ge- + batang kata + -t (machen → gemacht). Verba kuat menambahkan ge- + batang kata (sering berubah) + -en (sehen → gesehen, sprechen → gesprochen). Verba dengan prefiks tak terpisahkan (be-, ver-, er-, ent-, zer-, ge-) TIDAK mengambil ge-: verstehen → verstanden, bezahlen → bezahlt. Verba berprefiks terpisah menyisipkan -ge- di antara prefiks dan batang kata: aufstehen → aufgestanden, anrufen → angerufen.

  • Ich habe gestern einen Film gesehen. — Saya sudah kemarin sebuah film menonton.
    Saya menonton sebuah film kemarin.
  • Wir sind nach Hause gegangen. — Kami sudah ke rumah pergi.
    Kami pulang ke rumah.
  • Hast du schon gefrühstückt? — Sudah kamu-inf sudah sarapan?
    Apakah kamu sudah sarapan?
  • Er ist sehr früh aufgestanden. — Dia sudah sangat pagi bangun-berdiri.
    Dia bangun sangat pagi.
  • Was hat er gesagt? — Apa sudah dia bilang?
    Apa yang dia katakan?
  • Sie sind drei Tage in Berlin geblieben. — Mereka sudah tiga hari di Berlin tinggal.
    Mereka tinggal di Berlin selama tiga hari.

ich möchte / würde gerne + Infinitiv (ingin)

Bahasa Jerman memiliki dua cara sopan untuk mengatakan 'saya ingin'. Yang pertama adalah 'möchte', yang secara historis merupakan Konjunktiv II dari 'mögen' (menyukai) tetapi berfungsi sebagai verba modalnya sendiri dalam penggunaan modern:

Personamöchte (ingin)
ichmöchte
dumöchtest
er / sie / esmöchte
wirmöchten
ihrmöchtet
sie / Siemöchten

Seperti semua verba modal, 'möchte' dikonjugasikan di posisi V2 dan verba utama tetap sebagai infinitif telanjang di akhir klausa. 'Möchte' juga bisa langsung mengambil kata benda tanpa verba apa pun ('Ich möchte einen Kaffee' = Saya ingin secangkir kopi).

Pilihan kedua adalah 'würde gerne' + Infinitiv. 'Würde' adalah Konjunktiv II dari werden, dan 'gerne' (dengan senang hati) menandakan antusiasme. Strukturnya: subjek + würde (V2) + ... + gerne + infinitif (akhir). 'Würde gerne' sedikit lebih hangat dan lebih disukai untuk tindakan yang akan kamu nikmati, sementara 'möchte' adalah bentuk standar untuk memesan, meminta, dan harapan sopan.

Kedua bentuk ini jauh lebih sopan daripada 'wollen'. Di toko atau restoran, selalu katakan 'Ich möchte' atau 'Ich hätte gerne', jangan pernah 'Ich will'.

  • Ich möchte einen Kaffee, bitte. — Saya ingin secangkir kopi, tolong.
    Saya ingin secangkir kopi, tolong.
  • Möchtest du etwas essen? — Ingin kamu-inf sesuatu makan-INF?
    Kamu mau makan sesuatu?
  • Wir möchten ein Zimmer für zwei Nächte reservieren. — Kami ingin sebuah kamar untuk dua malam pesan-INF.
    Kami ingin memesan kamar untuk dua malam.
  • Ich würde gerne mit dir reden. — Saya akan dengan-senang-hati dengan kamu(DAT) bicara-INF.
    Saya ingin sekali mengobrol denganmu.
  • Er würde gerne nach Japan reisen. — Dia akan dengan-senang-hati ke Jepang bepergian-INF.
    Dia ingin sekali bepergian ke Jepang.
  • Was möchten Sie trinken? — Apa ingin Anda minum-INF?
    Anda mau minum apa?

gerade + verba (solusi untuk progresif)

Bahasa Jerman tidak memiliki tense kontinu khusus seperti bahasa Inggris. 'Ich lese' mencakup baik 'saya membaca' maupun 'saya sedang membaca'. Ketika penutur ingin menekankan bahwa tindakan sedang terjadi saat ini juga, kata keterangan 'gerade' (saat ini, baru saja) ditambahkan sebelum atau sesudah verba:

PolaContohBahasa Indonesia
subjek + verba + geradeIch esse gerade.Saya sedang makan sekarang.
subjek + gerade + verba (urutan S/O/V)Was machst du gerade?Kamu sedang ngapain sekarang?

Bentuk yang lebih tegas, regional/kolokial (sering disebut rheinische Verlaufsform, umum di Jerman bagian barat dan standar dalam bahasa Belanda lisan) adalah 'am + infinitif yang digunakan sebagai kata benda':

PolaContohBahasa Indonesia
sein + am + InfinitivIch bin am Lesen.Saya sedang membaca (saat ini).
sein + dabei + zu + InfIch bin dabei, das Buch zu lesen.Saya sedang di tengah-tengah membaca buku itu.

Bentuk 'am + Infinitiv' banyak digunakan dalam percakapan tetapi masih terasa kolokial dalam tulisan. 'Dabei, zu + Infinitiv' sepenuhnya standar dan sedikit lebih formal. Catatan: infinitif yang digunakan sebagai kata benda ditulis dengan huruf kapital (am Lesen, beim Essen). 'Gerade' adalah pilihan yang paling umum dan paling aman bagi pelajar.

  • Was machst du gerade? — Apa lakukan kamu-inf sekarang?
    Kamu sedang ngapain sekarang?
  • Ich lese gerade ein interessantes Buch. — Saya baca sekarang sebuah buku menarik.
    Saya sedang membaca buku yang menarik.
  • Sie telefoniert gerade mit ihrer Mutter. — Dia(perempuan) telepon sekarang dengan ibunya(DAT).
    Dia sedang menelepon ibunya.
  • Ich bin gerade am Kochen. — Saya sedang sekarang di-tengah memasak-INF.
    Saya sedang memasak sekarang (kolokial).
  • Wir sind dabei, das Haus zu renovieren. — Kami sedang di-tengah, rumah itu untuk merenovasi-INF.
    Kami sedang dalam proses merenovasi rumah.
  • Gerade jetzt regnet es stark. — Sekarang juga hujan itu deras.
    Saat ini sedang hujan deras.

können + Infinitiv (bisa / mampu)

'Können' adalah verba modal untuk kemampuan, izin (informal), dan kemungkinan. Seperti keenam verba modal lainnya, ia menunjukkan perubahan vokal pada bentuk tunggal (ö → a) dan bentuk er/sie/es tidak memiliki akhiran -t:

Personakönnen (bisa)
ichkann
dukannst
er / sie / eskann
wirkönnen
ihrkönnt
sie / Siekönnen

Struktur: subjek + können (V2) + ... + infinitif (akhir). 'Können' juga berfungsi sebagai verba penuh (tanpa infinitif lain) yang berarti 'tahu cara melakukan, menguasai' sebuah bahasa atau keterampilan: 'Ich kann Deutsch' = Saya bisa/menguasai bahasa Jerman. Untuk permintaan sopan ('Bisakah kamu...?'), bahasa Jerman menggunakan Konjunktiv II 'könnte' (ich könnte, du könntest, er könnte, wir könnten, ihr könntet, sie könnten). 'Könnten Sie mir helfen?' adalah rumus sopan yang sangat umum.

Jangan bingungkan 'können' (kemampuan/kemungkinan) dengan 'dürfen' (izin, 'diperbolehkan'). 'Kann ich rauchen?' secara harfiah bertanya 'Apakah saya mampu merokok?' tetapi secara kolokial cocok untuk 'Bolehkah saya merokok?'. Versi yang benar secara ketat adalah 'Darf ich rauchen?'.

  • Ich kann sehr gut schwimmen. — Saya bisa sangat baik berenang-INF.
    Saya bisa berenang dengan sangat baik.
  • Kannst du mir bitte helfen? — Bisa kamu-inf saya(DAT) tolong membantu-INF?
    Bisakah kamu membantu saya, tolong?
  • Er kann drei Sprachen sprechen. — Dia bisa tiga bahasa berbicara-INF.
    Dia bisa berbicara tiga bahasa.
  • Wir können heute Abend leider nicht kommen. — Kami bisa hari-ini malam sayangnya tidak datang-INF.
    Sayangnya kami tidak bisa datang malam ini.
  • Könnten Sie das bitte wiederholen? — Bisakah Anda itu tolong ulangi-INF?
    Bisakah Anda mengulanginya, tolong?
  • Sie kann Spanisch und Italienisch. — Dia bisa bahasa-Spanyol dan bahasa-Italia.
    Dia menguasai bahasa Spanyol dan Italia.

Verba berprefiks terpisah secara rinci

Verba berprefiks terpisah ada di mana-mana dalam bahasa Jerman. Prefiksnya membawa tekanan dan makna paling konkret, dan secara fisik terlepas dalam klausa utama. Prefiks umum meliputi: ab-, an-, auf-, aus-, bei-, ein-, fest-, fort-, her-, hin-, los-, mit-, nach-, vor-, weg-, weiter-, wieder-, zu-, zurück-, zusammen-.

VerbaMaknaPresent (er)PerfektPartisip lampau
aufstehenbanguner steht ... aufist aufgestandenaufgestanden
ankommentibaer kommt ... anist angekommenangekommen
anrufenmeneleponer ruft ... anhat angerufenangerufen
aufmachenmembukaer macht ... aufhat aufgemachtaufgemacht
zumachenmenutuper macht ... zuhat zugemachtzugemacht
einkaufenberbelanjaer kauft ... einhat eingekaufteingekauft
mitkommenikut sertaer kommt ... mitist mitgekommenmitgekommen
ausgehenkeluar/pergi bersenang-senanger geht ... ausist ausgegangenausgegangen
abfahrenberangkater fährt ... abist abgefahrenabgefahren
zurückgebenmengembalikaner gibt ... zurückhat zurückgegebenzurückgegeben

Ke mana prefiksnya pergi? - Klausa utama, tense sederhana: prefiks di posisi paling akhir. 'Ich stehe um sieben auf.' - Setelah verba modal: verba tetap sebagai satu kata di akhir (infinitif). 'Ich muss um sieben aufstehen.' - Perfekt: -ge- disisipkan di antara prefiks dan batang kata. 'Ich bin um sieben aufgestanden.' - Klausa subordinat (weil, dass, wenn): seluruh kata tetap bergabung, di posisi paling akhir. 'Er sagt, dass er um sieben aufsteht.' - Imperatif (du): prefiks terbang ke akhir. 'Steh auf!' = Bangun!

Verba dengan prefiks terpisah yang berkaitan dengan pergerakan (aufstehen, ankommen, abfahren, ausgehen) mengambil sein dalam Perfekt; verba aktivitas (anrufen, aufmachen, einkaufen) mengambil haben. Pilihannya mengikuti aturan verba bantu yang umum (lihat bagian haben/sein).

  • Ich stehe jeden Morgen um halb sieben auf. — Saya bangun setiap pagi jam setengah tujuh.
    Saya bangun jam setengah tujuh setiap pagi.
  • Wann kommt der Zug aus Berlin an? — Kapan datang kereta dari Berlin tiba?
    Kapan kereta dari Berlin tiba?
  • Mach bitte das Fenster zu, es ist kalt! — Tutup tolong jendela itu, dingin!
    Tolong tutup jendelanya, dingin!
  • Wir sind gestern Abend mit Freunden ausgegangen. — Kami sudah kemarin malam dengan teman-teman keluar.
    Kami keluar bersama teman-teman semalam.
  • Sie hat mich gestern dreimal angerufen. — Dia sudah saya kemarin tiga-kali telepon.
    Dia meneleponku tiga kali kemarin.
  • Ich muss jetzt einkaufen gehen. — Saya harus sekarang berbelanja-INF pergi-INF.
    Saya harus pergi berbelanja sekarang.

Verba modal

Enam verba modal adalah können (bisa/mampu), müssen (harus), sollen (seharusnya), wollen (ingin), dürfen (diperbolehkan), dan mögen (menyukai) / bentuk subjungtifnya möchte (ingin). Semuanya tidak beraturan dalam present: sebagian besar menunjukkan perubahan vokal pada bentuk tunggal (ich kann, du kannst, er kann; ich muss, du musst, er muss). Verba modal dikonjugasikan di posisi V2 dan verba utama tetap sebagai infinitif telanjang di akhir klausa, membentuk kurung verbal. Dalam klausa subordinat, verba modal berpindah ke posisi paling akhir, setelah infinitif.

  • Ich kann gut Deutsch sprechen. — Saya bisa dengan-baik bahasa-Jerman berbicara.
    Saya bisa berbicara bahasa Jerman dengan baik.
  • Du musst jetzt nach Hause gehen. — Kamu harus sekarang ke rumah pergi.
    Kamu harus pulang sekarang.
  • Er sagt, dass er nicht kommen kann. — Dia bilang, bahwa dia tidak datang bisa.
    Dia bilang dia tidak bisa datang.

Verba berprefiks terpisah

Banyak verba Jerman dibentuk dengan sebuah prefiks bertekanan (auf-, an-, ab-, aus-, ein-, mit-, vor-, zu-, weg-, zurück-...) yang terlepas dalam klausa utama. Batang kata yang terkonjugasi tetap di posisi V2 dan prefiksnya terbang ke akhir klausa. Dalam infinitif, dalam klausa subordinat, dan setelah verba modal, verba tersebut ditulis sebagai satu kata. Partizip II dibentuk dengan menyisipkan -ge- di antara prefiks dan batang kata: aufstehen → aufgestanden, anrufen → angerufen. Prefiks tak bertekanan (be-, ent-, er-, ge-, ver-, zer-) tidak dapat dipisahkan dan tidak pernah terlepas.

  • Ich stehe jeden Morgen um sieben auf. — Saya bangun setiap pagi jam tujuh.
    Saya bangun jam tujuh setiap pagi.
  • Ruf mich bitte heute Abend an! — Telepon saya tolong hari-ini malam!
    Tolong telepon aku malam ini!
  • Ich habe ihn gestern angerufen. — Saya sudah dia kemarin telepon.
    Saya meneleponnya kemarin.

Negasi: nicht dan kein

Bahasa Jerman memiliki dua penanda negasi. 'Kein' menegasikan kata benda yang seharusnya mengambil artikel indefinit atau tanpa artikel sama sekali; ia berdeklinasi persis seperti 'ein' (kein, keine, keinen, keinem...). 'Nicht' menegasikan segala hal lain: verba, adjektiva, adverbia, frasa preposisional, atau seluruh kalimat. Aturan posisi untuk 'nicht': ia diletakkan sebelum unsur yang dinegasikannya (adjektiva, tempat, adverbia cara) dan di posisi paling akhir klausa ketika menegasikan seluruh verba atau kalimat. Dalam struktur kurung, ia berada tepat sebelum bagian verba kedua di akhir.

  • Ich habe kein Auto. — Saya punya tidak-ada mobil.
    Saya tidak punya mobil.
  • Ich gehe heute nicht ins Büro. — Saya pergi hari-ini tidak ke-kantor.
    Saya tidak pergi ke kantor hari ini.
  • Sie ist nicht müde. — Dia tidak lelah.
    Dia tidak lelah.

Kalimat tanya

Pertanyaan ya/tidak berpola V1: verba terkonjugasi berpindah ke posisi pertama, subjek langsung mengikutinya. Pertanyaan wh- diawali dengan kata tanya (wer 'siapa', was 'apa', wo 'di mana', wohin 'ke mana', woher 'dari mana', wann 'kapan', warum 'mengapa', wie 'bagaimana', welcher 'yang mana', wie viel(e) 'berapa banyak') dan kemudian tetap mengikuti pola V2, sehingga verba tetap di posisi kedua. 'Wer' berdeklinasi menurut kasus: wer (N), wen (A), wem (D), wessen (G). Untuk meminta sesuatu dengan sopan, biasanya ditambahkan 'bitte'.

  • Kommst du heute Abend? — Datang kamu hari-ini malam?
    Apakah kamu datang malam ini?
  • Wo wohnst du? — Di-mana tinggal kamu?
    Di mana kamu tinggal?
  • Wem gehört dieses Buch? — Siapa(DAT) milik buku ini?
    Buku ini milik siapa?

Pembentukan jamak

Bahasa Jerman tidak memiliki satu bentuk jamak baku. Pola yang paling umum adalah: -e (sering disertai umlaut pada maskulin: der Tisch → die Tische, der Stuhl → die Stühle); -er (dengan umlaut jika memungkinkan, kebanyakan netral: das Kind → die Kinder, das Buch → die Bücher); -(e)n (kebanyakan feminin: die Frau → die Frauen, die Blume → die Blumen); -s (kata pinjaman dan kata pendek: das Auto → die Autos, das Hotel → die Hotels); tanpa akhiran tetapi dengan umlaut (beberapa maskulin/netral berakhiran -er, -el, -en: der Bruder → die Brüder, der Apfel → die Äpfel). Semua bentuk jamak mengambil artikel 'die' dalam nominatif.

  • der Tisch → die Tische — meja → meja-meja (-e + umlaut jika memungkinkan)
    meja itu → meja-meja itu
  • das Kind → die Kinder — anak → anak-anak (-er)
    anak itu → anak-anak itu
  • die Frau → die Frauen; das Auto → die Autos — wanita → wanita-wanita (-en); mobil → mobil-mobil (-s)
    Dua pola umum lainnya.

Kesesuaian adjektiva

Sebuah adjektiva sebelum kata benda harus mengambil akhiran yang menandakan gender, jumlah, dan kasus; hanya adjektiva predikatif (setelah sein, werden, bleiben) yang tetap tidak berinfleksi: 'Das Haus ist alt'. Ada dua paradigma utama. Deklinasi lemah mengikuti artikel definit (der, die, das, dieser...), yang sudah membawa informasi kasus, sehingga adjektiva hanya mengambil -e atau -en. Deklinasi kuat digunakan ketika tidak ada artikel dan adjektiva itu sendiri harus menandakan kasus; akhirannya kemudian terlihat seperti artikel definit (kalter Kaffee, gutes Bier, frische Milch). Setelah artikel indefinit (deklinasi campuran), polanya adalah campuran dari keduanya.

  • der gute Wein, den guten Wein, dem guten Wein — anggur yang baik (N, A, D) – lemah
    Setelah artikel definit: -e / -en.
  • guter Wein, guten Wein, gutem Wein — anggur baik (N, A, D) – kuat
    Tanpa artikel: adjektiva membawa penanda kasus.
  • ein guter Wein, einen guten Wein, einem guten Wein — sebuah anggur yang baik (N, A, D) – campuran
    Setelah ein/kein/mein: campuran lemah dan kuat.