Prancis Essential grammar

Singkatan yang digunakan dalam panduan ini

Setiap contoh di bawah memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Jangan khawatir untuk menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu lihat kembali kapan saja.

Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)

Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu pula f.pl, n.sg, dsb.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat

Kala dan aspek · PRES — kini (present) · PRET — lampau tuntas (preterite; suatu peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung terus atau berulang) · FUT — akan datang (future) · PERF — perfek (tindakan yang selesai namun masih relevan dengan masa kini) · PROG — progresif (tindakan yang sedang berlangsung, mis. sedang makan) · COND — kondisional (akan/seandainya…)

Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)

Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku, dirimu) · PERSa personal (hanya dalam bahasa Spanyol — menandai objek langsung berupa manusia) · HON — honorifik (bentuk sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (Jepang, Korea) · CL — klasifikator (Mandarin, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi

Urutan kata (SVO; kata ganti objek sebelum verba)

Bahasa Prancis mengikuti urutan Subjek-Verba-Objek, sama seperti bahasa Indonesia: Marie mange une pomme (Marie makan sebuah apel). Kata sifat biasanya diletakkan setelah kata benda (une voiture rouge, mobil merah), meskipun beberapa kata sifat pendek yang umum (petit, grand, bon, beau, jeune, vieux) diletakkan sebelumnya (un petit chien, seekor anjing kecil). Adverbia frekuensi dan cara biasanya mengikuti verba yang sudah dikonjugasikan: Il parle bien (Dia berbicara dengan baik). Yang terpenting, ketika objeknya berupa kata ganti, ia berpindah ke SEBELUM verba yang dikonjugasikan: Je le vois (bukan 'Je vois le'). Dalam kala majemuk, kata ganti diletakkan sebelum verba bantu: Je l'ai vu.

  • Paul lit un livre. — Paul membaca sebuah buku.
    Paul sedang membaca buku.
  • Je la connais. — Saya dia kenal.
    Saya mengenalnya.
  • Nous leur avons parlé. — Kami kepada-mereka telah berbicara.
    Kami berbicara kepada mereka.

Artikel (bergender; partitif du/de la; kontraksi au/du)

Setiap kata benda berjenis maskulin atau feminin dan menggunakan artikel yang sesuai. Tentu (definite): le (m), la (f), l' (sebelum huruf vokal/h), les (jamak). Tak tentu (indefinite): un (m), une (f), des (jamak). Artikel partitif menyatakan 'sebagian dari' sesuatu yang tak terhitung: du (m), de la (f), de l' (sebelum vokal), des (jamak) — digunakan untuk makanan, minuman, dan sifat abstrak: Je bois du café (Saya minum kopi). Setelah negasi, artikel partitif berubah menjadi de: Je ne bois pas de café (Saya tidak minum kopi). Preposisi à dan de berkontraksi dengan le/les: à + le = au, à + les = aux, de + le = du, de + les = des. Keduanya TIDAK berkontraksi dengan la atau l'.

  • Le chat boit du lait. — Kucing itu minum dari-yang susu.
    Kucing itu minum susu.
  • Je vais au marché. — Saya pergi ke-yang pasar.
    Saya pergi ke pasar.
  • C'est la maison du voisin. — Itu adalah rumah dari-yang tetangga.
    Itu rumah tetangga itu.

Kata ganti (subjek, objek, refleksif, tekanan/disjungtif)

Kata ganti subjek: je, tu, il/elle/on, nous, vous, ils/elles. Gunakan tu untuk satu orang yang akrab, dan vous untuk bentuk jamak atau bentuk formal tunggal. Objek langsung: me, te, le/la, nous, vous, les. Objek tidak langsung (kepada/untuk seseorang): me, te, lui, nous, vous, leur. Refleksif: me, te, se, nous, vous, se. Kata ganti objek diletakkan sebelum verba. Kata ganti tekanan/disjungtif (moi, toi, lui, elle, nous, vous, eux, elles) muncul setelah preposisi, secara berdiri sendiri, atau untuk penekanan: Avec moi (Bersamaku). Moi, je pense que… (Aku, aku berpikir bahwa…). Kata ganti y (di sana/kepadanya) dan en (darinya/sebagian) juga diletakkan sebelum verba.

  • Je te parle. — Saya kepada-kamu berbicara.
    Saya sedang berbicara kepadamu.
  • Elle le lui donne. — Dia itu kepada-nya memberikan.
    Dia memberikannya kepadanya.
  • C'est pour toi. — Itu-adalah untuk kamu.
    Ini untukmu.

Gender kata benda dan kesesuaian kata sifat

Setiap kata benda memiliki gender yang harus dihafalkan. Akhiran feminin yang umum: -tion, -té, -ée, -ie, -ure, -ence. Akhiran maskulin yang umum: -age, -ment, -eau, -isme, -ier. Kata sifat harus sesuai dalam gender dan jumlah dengan kata benda yang dijelaskannya. Pola umum: tambahkan -e untuk feminin, -s untuk jamak, -es untuk feminin jamak. Banyak kata sifat memiliki bentuk feminin yang tidak beraturan: beau → belle, vieux → vieille, blanc → blanche, heureux → heureuse, sportif → sportive. Kata sifat yang berakhiran -e (m) tidak berubah dalam bentuk feminin (rouge → rouge). Kata sifat biasanya diletakkan setelah kata benda, kecuali beberapa kata sifat pendek yang umum (disingkat BAGS: Beauty/keindahan, Age/usia, Goodness/kebaikan, Size/ukuran).

  • un petit garçon intelligent — seorang kecil anak-laki-laki pintar
    anak laki-laki kecil yang pintar
  • une petite fille intelligente — seorang kecil anak-perempuan pintar
    anak perempuan kecil yang pintar
  • des chats noirs — beberapa kucing hitam
    kucing-kucing hitam

Konjugasi verba (-er, -ir, -re; verba tak beraturan penting)

Verba bahasa Prancis terbagi dalam tiga kelompok beraturan berdasarkan akhiran infinitifnya. Verba -er (parler) adalah kelompok terbesar dan paling mudah diprediksi. Verba -ir terbagi dua: yang beraturan seperti finir menambahkan -iss- pada bentuk jamak (nous finissons), sementara yang lain seperti partir, sortir mengikuti pola berbeda. Verba -re (vendre, attendre) jumlahnya lebih sedikit dan sebagian besar beraturan. Ada empat verba tak beraturan yang sangat penting dan digunakan di mana-mana: être (menjadi/berada), avoir (memiliki), aller (pergi), faire (melakukan/membuat). Hafalkan bentuk-bentuknya sejak awal — verba-verba ini juga berfungsi sebagai verba bantu (être/avoir untuk kala majemuk) dan menjadi dasar dari ungkapan-ungkapan umum (faire chaud, avoir faim, aller bien).

  • Je suis étudiant ; j'ai vingt ans. — Saya adalah mahasiswa; saya memiliki dua puluh tahun.
    Saya mahasiswa; saya berusia dua puluh tahun.
  • Nous allons faire les courses. — Kami pergi untuk-melakukan yang belanja.
    Kami akan berbelanja.
  • Ils finissent leurs devoirs. — Mereka menyelesaikan pekerjaan-rumah mereka.
    Mereka sedang menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.

Paradigma kala kini beraturan: parler, finir, vendre

Verba beraturan bahasa Prancis terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan akhiran infinitifnya. Berikut adalah paradigma lengkap kala kini indikatif dari satu verba contoh masing-masing kelompok.

parler (berbicara) : kelompok -er

OrangBentukCatatan pengucapan
jeparle-e akhir tidak dilafalkan
tuparles-es tidak dilafalkan
il / elle / onparlebunyi sama seperti je/tu
nousparlons-ons /ɔ̃/
vousparlez-ez /e/
ils / ellesparlent-ent tidak dilafalkan, bunyi sama seperti bentuk tunggal

finir (menyelesaikan) : kelompok -ir (beraturan, -iss- pada bentuk jamak)

OrangBentuk
jefinis
tufinis
il / elle / onfinit
nousfinissons
vousfinissez
ils / ellesfinissent

vendre (menjual) : kelompok -re

OrangBentuk
jevends
tuvends
il / elle / onvend (tanpa akhiran)
nousvendons
vousvendez
ils / ellesvendent

Poin-poin penting. Untuk verba -er, empat dari enam bentuk (je, tu, il, ils) terdengar identik: hanya ejaannya yang berbeda, sehingga konteks dan kata ganti subjeklah yang menentukan makna dalam percakapan. Untuk verba -ir tipe finir, bentuk jamak menyisipkan -iss-, yang membuat bunyinya jelas berbeda (finit /fini/ vs finissent /finis/). Untuk verba -re, orang ketiga tunggal sama sekali tidak memiliki akhiran (il vend), -d akhir tidak dilafalkan, dan dalam pertanyaan berinversi ia terdengar seperti /t/ (Vend-il ? = vɑ̃til). Verba-verba berguna lainnya mengikuti paradigma yang sama: tipe parler mencakup regarder, écouter, aimer, travailler, habiter, chercher; tipe finir mencakup choisir, réussir, grandir, réfléchir; tipe vendre mencakup attendre, entendre, répondre, perdre, descendre.

  • Nous parlons français à la maison. — Kami berbicara Prancis di rumah.
    Kami berbicara bahasa Prancis di rumah.
  • Vous finissez à quelle heure ? — Kalian selesai pada jam berapa?
    Jam berapa kalian selesai?
  • Ils vendent des légumes au marché. — Mereka menjual sayuran di pasar.
    Mereka menjual sayuran di pasar.
  • J'attends le bus depuis dix minutes. — Saya menunggu yang bus sejak sepuluh menit.
    Saya sudah menunggu bus selama sepuluh menit.
  • Elle choisit un dessert. — Dia memilih sebuah makanan-penutup.
    Dia sedang memilih makanan penutup.
  • Tu travailles trop. — Kamu (tunggal) bekerja terlalu-banyak.
    Kamu bekerja terlalu banyak.

Kala kini (présent)

Kala kini bahasa Prancis mencakup makna 'saya melakukan', 'saya sedang melakukan', dan 'saya telah melakukan' (dengan depuis). Verba -er beraturan: buang -er, tambahkan -e, -es, -e, -ons, -ez, -ent (parle, parles, parle, parlons, parlez, parlent — tiga bentuk tunggal terakhir dan bentuk orang ketiga jamak semuanya terdengar sama). Verba -ir beraturan (tipe finir): -is, -is, -it, -issons, -issez, -issent. Verba -re beraturan: -s, -s, –, -ons, -ez, -ent. Kala kini juga digunakan untuk rencana yang akan segera terjadi (Je pars demain, Saya berangkat besok) dan untuk situasi yang berlangsung terus sejak masa lalu dengan depuis: J'habite ici depuis 2010 = 'Saya sudah tinggal di sini sejak 2010.'

  • Tu parles français ? — Kamu berbicara Prancis?
    Apakah kamu berbicara bahasa Prancis?
  • Elle attend le bus. — Dia menunggu yang bus.
    Dia sedang menunggu bus.
  • J'apprends le français depuis deux ans. — Saya belajar yang Prancis sejak dua tahun.
    Saya sudah belajar bahasa Prancis selama dua tahun.

Lampau: passé composé (être/avoir + partisip) vs imparfait

Passé composé melaporkan peristiwa yang sudah selesai: verba bantu (avoir untuk sebagian besar verba; être untuk sekitar 15 verba gerak/keadaan dan semua verba refleksif) + partisip lampau. -er → -é, -ir → -i, -re → -u; banyak bentuk tak beraturan (faire→fait, voir→vu, prendre→pris). Dengan être, partisip harus sesuai dengan subjek (Elle est allée). Imparfait menggambarkan keadaan lampau yang berlangsung terus/berulang atau latar belakang: buang -ons dari bentuk nous pada kala kini, tambahkan -ais, -ais, -ait, -ions, -iez, -aient. Gunakan imparfait untuk deskripsi ('sedang hujan', 'dulu biasa…') dan passé composé untuk apa yang terjadi selanjutnya.

  • J'ai mangé une pomme. — Saya telah makan sebuah apel.
    Saya makan sebuah apel.
  • Elle est partie tôt. — Dia telah-pergi awal.
    Dia pergi lebih awal.
  • Quand j'étais petit, je jouais au foot. — Ketika saya adalah kecil, saya bermain pada-yang sepak-bola.
    Ketika saya masih kecil, saya biasa bermain sepak bola.

Masa depan: futur simple dan aller + infinitif

Ada dua cara membicarakan masa depan. 'Futur proche' (masa depan dekat) = aller (kala kini) + infinitif — digunakan untuk rencana dan tindakan yang akan segera terjadi, sangat umum dalam percakapan: Je vais manger (Saya akan makan). 'Futur simple' adalah bentuk satu kata yang dibangun dari infinitif (untuk verba -re, buang -e akhir) + akhiran -ai, -as, -a, -ons, -ez, -ont. Bentuk dasar tak beraturan harus dihafalkan: être→ser-, avoir→aur-, aller→ir-, faire→fer-, venir→viendr-, voir→verr-, pouvoir→pourr-. Futur simple lebih disukai untuk masa depan yang jauh, formal, atau hipotetis, dan wajib digunakan setelah quand yang merujuk pada masa depan: Quand il arrivera… (Ketika dia akan tiba…)

  • Je vais te téléphoner ce soir. — Saya pergi kamu untuk-menelepon malam ini.
    Saya akan meneleponmu malam ini.
  • Nous partirons demain matin. — Kami akan-berangkat besok pagi.
    Kami akan berangkat besok pagi.
  • Quand tu seras grand, tu comprendras. — Ketika kamu akan-menjadi besar, kamu akan-mengerti.
    Ketika kamu sudah besar, kamu akan mengerti.

VOULOIR + infinitif (ingin melakukan sesuatu)

Untuk mengatakan 'saya ingin + verba', konjugasikan vouloir (tak beraturan) lalu ikuti dengan infinitif. Vouloir adalah salah satu verba paling berguna dalam bahasa Prancis sehari-hari dan cara kerjanya sama seperti 'ingin' dalam bahasa Indonesia.

Orangvouloir+ infinitif
jeveuxmanger / partir / dormir
tuveuxaller / boire / venir
il / elle / onveutparler / voir / faire
nousvoulonssortir / rester
vousvoulezessayer / commencer
ils / ellesveulentrentrer / comprendre

Verba kedua tetap dalam bentuk infinitif: jangan pernah mengonjugasikan keduanya. Bentuk negatif: letakkan ne...pas mengapit vouloir, infinitif tidak diubah: Je ne veux pas partir (Saya tidak ingin pergi). Pertanyaan dengan inversi: Veux-tu venir ? (Apakah kamu ingin datang?). Perhatikan ragam bahasanya: 'tu veux + infinitif' bersifat langsung dan sangat umum digunakan dengan teman, sementara dalam konteks layanan (toko, restoran) orang menggunakan bentuk yang lebih sopan 'je voudrais + infinitif' (lihat bagian terpisah). Untuk mengatakan 'saya ingin orang lain melakukan X', bahasa Prancis menggunakan subjungtif: Je veux que tu viennes (bukan diterjemahkan kata demi kata sebagai 'saya ingin kamu datang'). Kesalahan umum bagi penutur bahasa Inggris: jangan sisipkan 'to' atau 'de' di antara vouloir dan infinitif: Je veux aller, bukan 'Je veux à aller'.

  • Je veux manger quelque chose. — Saya ingin untuk-makan sesuatu.
    Saya ingin makan sesuatu.
  • Qu'est-ce que tu veux faire ce soir ? — Apa ingin-kamu untuk-lakukan malam ini?
    Apa yang ingin kamu lakukan malam ini?
  • Nous voulons aller au cinéma. — Kami ingin untuk-pergi ke yang bioskop.
    Kami ingin pergi ke bioskop.
  • Ils ne veulent pas partir. — Mereka tidak ingin tidak untuk-pergi.
    Mereka tidak ingin pergi.
  • Elle veut apprendre l'espagnol. — Dia ingin untuk-belajar yang bahasa-Spanyol.
    Dia ingin belajar bahasa Spanyol.
  • Tu veux un café ? — Ingin-kamu sebuah kopi?
    Apakah kamu mau kopi?

ALLER + infinitif (futur proche, akan melakukan sesuatu)

Futur proche ('masa depan dekat') dibentuk dengan aller dalam kala kini + infinitif. Bentuk ini sangat mirip dengan 'akan + verba' dalam bahasa Indonesia dan merupakan cara paling umum untuk membicarakan masa depan dalam bahasa Prancis lisan.

Orangaller+ infinitif
jevaispartir / manger / appeler
tuvasvenir / regarder / faire
il / elle / onvapleuvoir / arriver / finir
nousallonssortir / déménager
vousallezvoir / aimer / essayer
ils / ellesvontgagner / perdre / rentrer

Gunakan bentuk ini untuk rencana, niat, dan prediksi berdasarkan bukti yang tampak saat ini: Il va pleuvoir (lihat langitnya — akan hujan). Bentuk ini berlaku baik untuk rencana yang segera maupun yang sedikit lebih jauh: Je vais te téléphoner dans cinq minutes / la semaine prochaine (Saya akan meneleponmu lima menit lagi / minggu depan). Negasi mengapit aller, bukan infinitifnya: Je ne vais pas sortir (Saya tidak akan keluar). Kata ganti objek diletakkan di antara aller dan infinitif: Je vais le faire (Saya akan melakukannya). Bandingkan dengan futur simple (Je partirai), yang terdengar lebih formal, lebih jauh, atau lebih pasti: dalam percakapan sehari-hari futur proche lebih disukai. Kesalahan umum pelajar adalah mengonjugasikan kedua verba (Je vais pars). Verba kedua harus tetap dalam bentuk infinitif.

  • Je vais appeler ma mère. — Saya pergi untuk-menelepon ibu saya.
    Saya akan menelepon ibu saya.
  • Il va pleuvoir. — Ia pergi untuk-hujan.
    Akan turun hujan.
  • Nous allons déménager le mois prochain. — Kami pergi untuk-pindah bulan depan.
    Kami akan pindah rumah bulan depan.
  • Est-ce que tu vas venir à la fête ? — Apakah-kamu pergi untuk-datang ke yang pesta?
    Apakah kamu akan datang ke pesta?
  • Ils vont gagner le match. — Mereka pergi untuk-memenangkan yang pertandingan.
    Mereka akan memenangkan pertandingan.
  • Je ne vais pas faire ça. — Saya tidak pergi tidak untuk-lakukan itu.
    Saya tidak akan melakukan itu.

AVOIR / ÊTRE + participe passé (paradigma passé composé)

Passé composé adalah kala lampau sehari-hari untuk peristiwa yang sudah selesai. Bentuk ini dibangun dari kala kini avoir atau être ditambah partisip lampau.

Memilih verba bantu. Sebagian besar verba menggunakan avoir. Sekelompok kecil verba intransitif yang menyatakan 'gerak dan perubahan keadaan' menggunakan être, ditambah semua verba refleksif. Verba-verba être sering dihafalkan sebagai daftar: aller, venir, arriver, partir, entrer, sortir, monter, descendre, naître, mourir, rester, tomber, retourner, devenir, passer (ketika intransitif).

Membentuk partisip.

KelompokInfinitifPartisip lampau
-erparlerparlé
-ir (tipe finir)finirfini
-revendrevendu
tak beraturanavoireu
tak beraturanêtreété
tak beraturanfairefait
tak beraturanvoirvu
tak beraturanprendrepris
tak beraturanmettremis
tak beraturandiredit
tak beraturanécrireécrit

Pola konjugasi dengan avoir (manger).

OrangBentuk
j'ai mangé
tuas mangé
il / elle / ona mangé
nousavons mangé
vousavez mangé
ils / ellesont mangé

Pola konjugasi dengan être (aller). Di sini partisip harus sesuai dengan subjek dalam gender dan jumlah, seperti kata sifat.

OrangBentuk
jesuis allé(e)
tues allé(e)
il / onest allé
elleest allée
noussommes allé(e)s
vousêtes allé(e)(s)
ilssont allés
ellessont allées

Negasi mengapit verba bantu: Je n'ai pas mangé (Saya tidak makan). Dalam pertanyaan berinversi, hanya verba bantu yang berinversi: As-tu mangé ? (Apakah kamu sudah makan?). Bandingkan dengan imparfait untuk situasi lampau yang berlangsung terus atau berulang: J'ai mangé une pomme (satu peristiwa yang selesai) vs Je mangeais des pommes tous les jours (sebuah kebiasaan).

  • J'ai mangé au restaurant. — Saya telah makan di restoran.
    Saya makan di restoran.
  • Elle est allée à la boulangerie. — Dia telah-pergi(f) ke yang toko-roti.
    Dia pergi ke toko roti.
  • Nous avons pris le train. — Kami telah mengambil yang kereta.
    Kami naik kereta.
  • Avez-vous vu le film ? — Sudahkah-Anda melihat yang film?
    Apakah Anda sudah menonton filmnya?
  • Elles sont arrivées hier. — Mereka(f) telah-tiba(f.pl) kemarin.
    Mereka tiba kemarin.
  • Je n'ai pas fini mon travail. — Saya tidak-telah tidak menyelesaikan pekerjaan saya.
    Saya belum menyelesaikan pekerjaan saya.

JE VOUDRAIS + infinitif (ingin, sopan)

Vouloir dalam bentuk kondisional menghasilkan bentuk sopan je voudrais ('saya ingin'). Bentuk ini memperhalus sebuah permintaan dan merupakan ungkapan standar di toko, restoran, dan segala interaksi layanan. Paradigma kondisional lengkapnya:

OrangBentuk+ infinitif atau kata benda
jevoudraispartir / un café
tuvoudraisessayer / une glace
il / elle / onvoudraitsavoir / l'addition
nousvoudrionsréserver / deux places
vousvoudriezcommander / du vin
ils / ellesvoudraientvenir / des informations

Ikuti dengan infinitif ('saya ingin + verba') atau kata benda ('saya ingin se- + kata benda'). Bandingkan ragam bahasanya:

BentukRagamContoh
Je veux un café.langsung, dengan temanSaya mau kopi.
Je voudrais un café.sopan, netralSaya ingin kopi.
Je voudrais un café, s'il vous plaît.sangat sopanSaya ingin kopi, tolong.

Alternatif sopan lain yang umum adalah j'aimerais + infinitif ('saya ingin sekali'), yang terdengar sedikit lebih hangat atau antusias: J'aimerais visiter Paris (Saya ingin sekali mengunjungi Paris). Untuk mengatakan 'saya ingin kamu melakukan X', gunakan subjungtif setelah que: Je voudrais que tu viennes. Jebakan umum: jangan terjemahkan 'saya ingin tahu' sebagai 'Je voudrais à savoir'. Tanpa preposisi: cukup Je voudrais savoir.

  • Je voudrais un café, s'il vous plaît. — Saya akan-ingin sebuah kopi, jika itu Anda menyenangkan.
    Saya ingin kopi, tolong.
  • Je voudrais réserver une table pour deux personnes. — Saya akan-ingin untuk-memesan sebuah meja untuk dua orang.
    Saya ingin memesan meja untuk dua orang.
  • Nous voudrions visiter le musée demain. — Kami akan-ingin untuk-mengunjungi yang museum besok.
    Kami ingin mengunjungi museum besok.
  • Voudriez-vous quelque chose à boire ? — Akan-ingin-kah-Anda sesuatu untuk-diminum?
    Apakah Anda ingin minum sesuatu?
  • Elle voudrait savoir le prix. — Dia akan-ingin untuk-mengetahui yang harga.
    Dia ingin tahu harganya.
  • J'aimerais voyager au Japon. — Saya akan-menyukai untuk-bepergian di Jepang.
    Saya ingin sekali bepergian ke Jepang.

ÊTRE EN TRAIN DE + infinitif (progresif, sedang melakukan)

Berbeda dari bahasa Inggris, bahasa Prancis tidak memiliki bentuk -ing khusus untuk progresif kala kini. Kala kini sederhana sudah mencakup makna itu: Je mange = baik 'saya makan' maupun 'saya sedang makan'. Ketika kamu secara khusus ingin menekankan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung saat ini, bahasa Prancis menggunakan periphrase être en train de + infinitif ('sedang di tengah-tengah melakukan').

Orangêtreen train de+ infinitif
jesuisen train detravailler
tuesen train demanger
il / elle / onesten train dedormir
noussommesen train dediscuter
vousêtesen train deregarder
ils / ellessonten train depréparer

Gunakan bentuk ini untuk menekankan aspek sedang-berlangsung (mirip 'sekarang juga' atau 'sedang di tengah-tengah'): Ne me dérange pas, je suis en train de travailler (Jangan ganggu saya, saya sedang bekerja). Untuk informasi latar belakang ('sedang hujan ketika saya tiba'), bahasa Prancis lebih memilih imparfait (Il pleuvait quand je suis arrivé) dan jarang menggunakan 'être en train de' dalam bentuk lampau, meskipun itu mungkin: J'étais en train de cuisiner (Saya sedang memasak).

Alternatif sehari-hari yang lebih sederhana adalah cukup menambahkan adverbia seperti maintenant (sekarang), (sekarang juga, sangat umum dalam percakapan), atau actuellement (saat ini) pada kala kini sederhana:

PeriphraseKala kini sederhana + adverbia
Je suis en train de lire.Je lis là. / Je lis en ce moment.
Il est en train de dormir.Il dort maintenant.

Jebakan umum: jangan katakan 'Je suis lisant' mengikuti pola bahasa Inggris 'I am reading'. Bahasa Prancis memang memiliki gerund (en lisant = sambil membaca), tetapi itu bukan padanan progresif kala kini.

  • Je suis en train de travailler, rappelle-moi plus tard. — Saya sedang di-tengah dari untuk-bekerja, telepon-balik saya nanti.
    Saya sedang bekerja sekarang, telepon saya lagi nanti.
  • Elle est en train de préparer le dîner. — Dia sedang di-tengah dari untuk-menyiapkan yang makan-malam.
    Dia sedang menyiapkan makan malam.
  • Qu'est-ce que tu es en train de faire ? — Apa sedang-kamu di-tengah dari untuk-lakukan?
    Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?
  • Nous sommes en train de regarder un film. — Kami sedang di-tengah dari untuk-menonton sebuah film.
    Kami sedang menonton film.
  • Les enfants dorment maintenant. — Yang anak-anak tidur sekarang.
    Anak-anak sedang tidur sekarang.
  • Je lis un roman en ce moment. — Saya membaca sebuah novel saat-ini.
    Saya sedang membaca novel saat ini.

POUVOIR + infinitif (bisa, mampu)

Untuk mengatakan 'saya bisa melakukan X', konjugasikan verba tak beraturan pouvoir lalu ikuti dengan infinitif. Pouvoir mencakup baik kemampuan ('saya mampu') maupun izin ('saya diperbolehkan'), dan dalam bentuk kondisional ia menjadi permintaan yang sopan ('bisakah kamu...').

Orangpouvoir+ infinitif
jepeuxvenir / sortir / aider
tupeuxpasser / rester
il / elle / onpeutcomprendre / arriver
nouspouvonsessayer / parler
vouspouvezentrer / commencer
ils / ellespeuventfinir / réussir

Dalam pertanyaan, bentuk berinversi orang pertama tunggal bersifat khusus: puis-je (bukan 'peux-je') dalam gaya formal. Dalam percakapan sehari-hari, gunakan 'est-ce que je peux' atau 'je peux' dengan intonasi naik.

Bentuk lampau dan kondisional.

KalaBentukMakna
passé composéj'ai pusaya bisa / saya berhasil
imparfaitje pouvaissaya bisa (kemampuan umum)
conditionnelje pourraissaya bisa / saya akan mampu
conditionnel (permintaan sopan)pourriez-vousbisakah Anda (formal)

Perhatikan sebuah perbedaan halus: 'je pouvais' menggambarkan kemampuan umum di masa lalu, sementara 'j'ai pu' menyiratkan bahwa tindakan itu benar-benar dilakukan. Bandingkan: Je pouvais nager à cinq ans (Saya bisa berenang sejak usia lima tahun) vs J'ai pu finir à temps (Saya berhasil menyelesaikannya tepat waktu).

Untuk 'tidak bisa', apit pouvoir dengan ne...pas: Je ne peux pas venir (Saya tidak bisa datang). Jebakan: jangan mencampuradukkan pouvoir (bisa, diizinkan/mampu) dengan savoir (tahu caranya). Untuk keterampilan yang dipelajari seperti berenang atau bermain piano, bahasa Prancis sering lebih memilih savoir: Je sais nager (Saya tahu cara berenang) daripada Je peux nager (yang lebih terdengar seperti 'saya diizinkan berenang' atau 'saya saat ini mampu berenang').

  • Je ne peux pas venir ce soir. — Saya bisa tidak datang malam ini.
    Saya tidak bisa datang malam ini.
  • Tu peux m'aider ? — Bisa-kamu untuk-membantu saya?
    Bisakah kamu membantu saya?
  • Pourriez-vous répéter, s'il vous plaît ? — Bisakah-Anda (formal) untuk-mengulangi, tolong?
    Bisakah Anda mengulanginya, tolong?
  • Nous avons pu finir à temps. — Kami telah bisa untuk-menyelesaikan tepat waktu.
    Kami berhasil menyelesaikannya tepat waktu.
  • Elle peut parler trois langues. — Dia bisa untuk-berbicara tiga bahasa.
    Dia bisa berbicara tiga bahasa.
  • Est-ce que je peux entrer ? — Bisakah-saya untuk-masuk?
    Bolehkah saya masuk?

Negasi (ne...pas, ne...jamais, ne...rien)

Negasi bahasa Prancis mengapit verba yang dikonjugasikan dalam dua bagian: ne (n' sebelum vokal) sebelum verba, dan sebuah kata kedua setelahnya. Pas = tidak (bawaan); jamais = tidak pernah; rien = tidak ada apa-apa; plus = tidak lagi; personne = tidak ada seorang pun; aucun(e) = tidak satu pun. Dalam kala majemuk, kedua bagian mengapit verba bantu: Je n'ai pas mangé (Saya tidak makan). Namun, personne mengikuti partisip: Je n'ai vu personne (Saya tidak melihat siapa pun). Setelah negasi, artikel tak tentu dan partitif (un, une, des, du, de la) berubah menjadi de: Je n'ai pas de voiture (Saya tidak punya mobil). Dalam percakapan informal, 'ne' sering dihilangkan: J'sais pas.

  • Je ne fume pas. — Saya tidak merokok tidak.
    Saya tidak merokok.
  • Il n'a rien dit. — Dia tidak-telah tidak-ada-apa-apa berkata.
    Dia tidak berkata apa-apa.
  • Nous ne sortons jamais le lundi. — Kami tidak keluar tidak-pernah yang hari-Senin.
    Kami tidak pernah keluar pada hari Senin.

Pertanyaan (intonasi, est-ce que, inversi, kata tanya)

Ada tiga ragam untuk pertanyaan ya/tidak. (1) Intonasi — pertahankan urutan kalimat pernyataan, naikkan nada suara: Tu viens ? (informal). (2) Est-ce que di awal kalimat, tanpa perubahan lain: Est-ce que tu viens ? (netral). (3) Inversi — verba-subjek dengan tanda hubung: Viens-tu ? (formal); pada orang ketiga tunggal yang berakhiran vokal, sisipkan -t-: A-t-il fini ? Kata tanya (qui, que, où, quand, pourquoi, comment, combien) dapat digabungkan dengan bentuk-bentuk ini: Où est-ce que tu vas ? / Où vas-tu ? / Tu vas où ? 'Qu'est-ce que' = 'apa' sebagai objek langsung; 'qu'est-ce qui' = 'apa' sebagai subjek.

  • Vous parlez anglais ? — Anda berbicara Inggris?
    Apakah Anda berbicara bahasa Inggris?
  • Est-ce qu'elle arrive bientôt ? — Apakah-itu bahwa-dia tiba segera?
    Apakah dia akan tiba sebentar lagi?
  • Pourquoi as-tu fait ça ? — Mengapa telah-kamu lakukan itu?
    Mengapa kamu melakukan itu?

Bentuk jamak kata benda

Penanda jamak bawaan adalah -s, yang dituliskan tetapi tidak dilafalkan: un livre → des livres. Kata benda berakhiran -s, -x, -z tidak berubah: un nez → des nez. Kata benda berakhiran -au, -eau, -eu menambahkan -x: un bateau → des bateaux. Sebagian besar kata benda berakhiran -al berubah menjadi -aux: un cheval → des chevaux (kecuali: bal, festival → -als). Sebagian besar yang berakhiran -ou menambahkan -s, tetapi tujuh kata menambahkan -x (bijou, caillou, chou, genou, hibou, joujou, pou). Karena akhiran jamak biasanya tidak dilafalkan, pendengar mengandalkan artikel (le/les, un/des) untuk mengenali jumlahnya — sehingga artikel membawa informasi yang sangat penting.

  • un enfant → des enfants — seorang anak → beberapa anak-anak
    seorang anak → anak-anak
  • un journal → des journaux — sebuah koran → beberapa koran-koran
    sebuah koran → koran-koran
  • un gâteau → des gâteaux — sebuah kue → beberapa kue-kue
    sebuah kue → kue-kue

Verba refleksif (se laver, s'appeler)

Verba refleksif dikonjugasikan dengan kata ganti refleksif yang sesuai dengan subjeknya: me, te, se, nous, vous, se. Banyak di antaranya menggambarkan rutinitas harian atau tindakan yang dilakukan pada diri sendiri: se lever (bangun), se laver (mencuci diri/mandi), se brosser les dents (menyikat gigi), s'habiller (berpakaian), se coucher (tidur/berbaring). Yang lain secara bentuk bersifat refleksif tetapi tidak secara makna: s'appeler (bernama), se souvenir (mengingat), s'amuser (bersenang-senang). Dalam passé composé, verba refleksif SELALU menggunakan être sebagai verba bantu, dan partisipnya umumnya harus sesuai dengan subjek: Elle s'est levée tôt (Dia bangun lebih awal).

  • Je m'appelle Marie. — Saya diriku-panggil Marie.
    Nama saya Marie.
  • Nous nous levons à sept heures. — Kami diri-kami bangun pada tujuh jam.
    Kami bangun pada jam tujuh.
  • Ils se sont couchés tard. — Mereka diri-mereka telah-pergi-tidur terlambat.
    Mereka tidur larut malam.

Elisi dan liaison

Elisi: kata-kata satu suku kata tertentu yang berakhiran -e atau -a membuang vokal tersebut dan mengambil tanda apostrof sebelum kata yang dimulai dengan vokal atau h yang tidak dilafalkan: le + ami → l'ami; je + ai → j'ai; ne + est → n'est; que + il → qu'il; si + il → s'il (hanya dengan il/ils). Liaison: konsonan akhir yang biasanya tidak dilafalkan diucapkan dan dihubungkan dengan kata berikutnya ketika kata itu dimulai dengan vokal/h yang tidak dilafalkan. Liaison wajib yang umum: setelah determinan (les_amis, mon_ami, un_homme), kata ganti (nous_avons, vous_êtes), dan kata sifat pendek sebelum kata benda (petit_ami). Huruf s dan x menjadi /z/, d menjadi /t/, f menjadi /v/ pada 'neuf ans/heures'.

  • J'aime l'hiver. — Saya-suka yang-musim-dingin.
    Saya suka musim dingin.
  • Nous avons (nou-z-avons) un grand appartement. — Kami memiliki sebuah besar apartemen.
    Kami memiliki apartemen besar.
  • S'il te plaît. — Jika-itu kepada-kamu menyenangkan.
    Tolong.