Setiap contoh di bawah memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Jangan khawatir untuk menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu lihat kembali kapan saja.
Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)
Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu pula f.pl, n.sg, dsb.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat
Kala dan aspek · PRES — kini (present) · PRET — lampau tuntas (preterite; suatu peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung terus atau berulang) · FUT — akan datang (future) · PERF — perfek (tindakan yang selesai namun masih relevan dengan masa kini) · PROG — progresif (tindakan yang sedang berlangsung, mis. sedang makan) · COND — kondisional (akan/seandainya…)
Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)
Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku, dirimu) · PERS — a personal (hanya dalam bahasa Spanyol — menandai objek langsung berupa manusia) · HON — honorifik (bentuk sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (Jepang, Korea) · CL — klasifikator (Mandarin, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi
Bahasa Prancis mengikuti urutan Subjek-Verba-Objek, sama seperti bahasa Indonesia: Marie mange une pomme (Marie makan sebuah apel). Kata sifat biasanya diletakkan setelah kata benda (une voiture rouge, mobil merah), meskipun beberapa kata sifat pendek yang umum (petit, grand, bon, beau, jeune, vieux) diletakkan sebelumnya (un petit chien, seekor anjing kecil). Adverbia frekuensi dan cara biasanya mengikuti verba yang sudah dikonjugasikan: Il parle bien (Dia berbicara dengan baik). Yang terpenting, ketika objeknya berupa kata ganti, ia berpindah ke SEBELUM verba yang dikonjugasikan: Je le vois (bukan 'Je vois le'). Dalam kala majemuk, kata ganti diletakkan sebelum verba bantu: Je l'ai vu.
Setiap kata benda berjenis maskulin atau feminin dan menggunakan artikel yang sesuai. Tentu (definite): le (m), la (f), l' (sebelum huruf vokal/h), les (jamak). Tak tentu (indefinite): un (m), une (f), des (jamak). Artikel partitif menyatakan 'sebagian dari' sesuatu yang tak terhitung: du (m), de la (f), de l' (sebelum vokal), des (jamak) — digunakan untuk makanan, minuman, dan sifat abstrak: Je bois du café (Saya minum kopi). Setelah negasi, artikel partitif berubah menjadi de: Je ne bois pas de café (Saya tidak minum kopi). Preposisi à dan de berkontraksi dengan le/les: à + le = au, à + les = aux, de + le = du, de + les = des. Keduanya TIDAK berkontraksi dengan la atau l'.
Kata ganti subjek: je, tu, il/elle/on, nous, vous, ils/elles. Gunakan tu untuk satu orang yang akrab, dan vous untuk bentuk jamak atau bentuk formal tunggal. Objek langsung: me, te, le/la, nous, vous, les. Objek tidak langsung (kepada/untuk seseorang): me, te, lui, nous, vous, leur. Refleksif: me, te, se, nous, vous, se. Kata ganti objek diletakkan sebelum verba. Kata ganti tekanan/disjungtif (moi, toi, lui, elle, nous, vous, eux, elles) muncul setelah preposisi, secara berdiri sendiri, atau untuk penekanan: Avec moi (Bersamaku). Moi, je pense que… (Aku, aku berpikir bahwa…). Kata ganti y (di sana/kepadanya) dan en (darinya/sebagian) juga diletakkan sebelum verba.
Setiap kata benda memiliki gender yang harus dihafalkan. Akhiran feminin yang umum: -tion, -té, -ée, -ie, -ure, -ence. Akhiran maskulin yang umum: -age, -ment, -eau, -isme, -ier. Kata sifat harus sesuai dalam gender dan jumlah dengan kata benda yang dijelaskannya. Pola umum: tambahkan -e untuk feminin, -s untuk jamak, -es untuk feminin jamak. Banyak kata sifat memiliki bentuk feminin yang tidak beraturan: beau → belle, vieux → vieille, blanc → blanche, heureux → heureuse, sportif → sportive. Kata sifat yang berakhiran -e (m) tidak berubah dalam bentuk feminin (rouge → rouge). Kata sifat biasanya diletakkan setelah kata benda, kecuali beberapa kata sifat pendek yang umum (disingkat BAGS: Beauty/keindahan, Age/usia, Goodness/kebaikan, Size/ukuran).
Verba bahasa Prancis terbagi dalam tiga kelompok beraturan berdasarkan akhiran infinitifnya. Verba -er (parler) adalah kelompok terbesar dan paling mudah diprediksi. Verba -ir terbagi dua: yang beraturan seperti finir menambahkan -iss- pada bentuk jamak (nous finissons), sementara yang lain seperti partir, sortir mengikuti pola berbeda. Verba -re (vendre, attendre) jumlahnya lebih sedikit dan sebagian besar beraturan. Ada empat verba tak beraturan yang sangat penting dan digunakan di mana-mana: être (menjadi/berada), avoir (memiliki), aller (pergi), faire (melakukan/membuat). Hafalkan bentuk-bentuknya sejak awal — verba-verba ini juga berfungsi sebagai verba bantu (être/avoir untuk kala majemuk) dan menjadi dasar dari ungkapan-ungkapan umum (faire chaud, avoir faim, aller bien).
Verba beraturan bahasa Prancis terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan akhiran infinitifnya. Berikut adalah paradigma lengkap kala kini indikatif dari satu verba contoh masing-masing kelompok.
parler (berbicara) : kelompok -er
| Orang | Bentuk | Catatan pengucapan |
|---|---|---|
| je | parle | -e akhir tidak dilafalkan |
| tu | parles | -es tidak dilafalkan |
| il / elle / on | parle | bunyi sama seperti je/tu |
| nous | parlons | -ons /ɔ̃/ |
| vous | parlez | -ez /e/ |
| ils / elles | parlent | -ent tidak dilafalkan, bunyi sama seperti bentuk tunggal |
finir (menyelesaikan) : kelompok -ir (beraturan, -iss- pada bentuk jamak)
| Orang | Bentuk |
|---|---|
| je | finis |
| tu | finis |
| il / elle / on | finit |
| nous | finissons |
| vous | finissez |
| ils / elles | finissent |
vendre (menjual) : kelompok -re
| Orang | Bentuk |
|---|---|
| je | vends |
| tu | vends |
| il / elle / on | vend (tanpa akhiran) |
| nous | vendons |
| vous | vendez |
| ils / elles | vendent |
Poin-poin penting. Untuk verba -er, empat dari enam bentuk (je, tu, il, ils) terdengar identik: hanya ejaannya yang berbeda, sehingga konteks dan kata ganti subjeklah yang menentukan makna dalam percakapan. Untuk verba -ir tipe finir, bentuk jamak menyisipkan -iss-, yang membuat bunyinya jelas berbeda (finit /fini/ vs finissent /finis/). Untuk verba -re, orang ketiga tunggal sama sekali tidak memiliki akhiran (il vend), -d akhir tidak dilafalkan, dan dalam pertanyaan berinversi ia terdengar seperti /t/ (Vend-il ? = vɑ̃til). Verba-verba berguna lainnya mengikuti paradigma yang sama: tipe parler mencakup regarder, écouter, aimer, travailler, habiter, chercher; tipe finir mencakup choisir, réussir, grandir, réfléchir; tipe vendre mencakup attendre, entendre, répondre, perdre, descendre.
Kala kini bahasa Prancis mencakup makna 'saya melakukan', 'saya sedang melakukan', dan 'saya telah melakukan' (dengan depuis). Verba -er beraturan: buang -er, tambahkan -e, -es, -e, -ons, -ez, -ent (parle, parles, parle, parlons, parlez, parlent — tiga bentuk tunggal terakhir dan bentuk orang ketiga jamak semuanya terdengar sama). Verba -ir beraturan (tipe finir): -is, -is, -it, -issons, -issez, -issent. Verba -re beraturan: -s, -s, –, -ons, -ez, -ent. Kala kini juga digunakan untuk rencana yang akan segera terjadi (Je pars demain, Saya berangkat besok) dan untuk situasi yang berlangsung terus sejak masa lalu dengan depuis: J'habite ici depuis 2010 = 'Saya sudah tinggal di sini sejak 2010.'
Passé composé melaporkan peristiwa yang sudah selesai: verba bantu (avoir untuk sebagian besar verba; être untuk sekitar 15 verba gerak/keadaan dan semua verba refleksif) + partisip lampau. -er → -é, -ir → -i, -re → -u; banyak bentuk tak beraturan (faire→fait, voir→vu, prendre→pris). Dengan être, partisip harus sesuai dengan subjek (Elle est allée). Imparfait menggambarkan keadaan lampau yang berlangsung terus/berulang atau latar belakang: buang -ons dari bentuk nous pada kala kini, tambahkan -ais, -ais, -ait, -ions, -iez, -aient. Gunakan imparfait untuk deskripsi ('sedang hujan', 'dulu biasa…') dan passé composé untuk apa yang terjadi selanjutnya.
Ada dua cara membicarakan masa depan. 'Futur proche' (masa depan dekat) = aller (kala kini) + infinitif — digunakan untuk rencana dan tindakan yang akan segera terjadi, sangat umum dalam percakapan: Je vais manger (Saya akan makan). 'Futur simple' adalah bentuk satu kata yang dibangun dari infinitif (untuk verba -re, buang -e akhir) + akhiran -ai, -as, -a, -ons, -ez, -ont. Bentuk dasar tak beraturan harus dihafalkan: être→ser-, avoir→aur-, aller→ir-, faire→fer-, venir→viendr-, voir→verr-, pouvoir→pourr-. Futur simple lebih disukai untuk masa depan yang jauh, formal, atau hipotetis, dan wajib digunakan setelah quand yang merujuk pada masa depan: Quand il arrivera… (Ketika dia akan tiba…)
Untuk mengatakan 'saya ingin + verba', konjugasikan vouloir (tak beraturan) lalu ikuti dengan infinitif. Vouloir adalah salah satu verba paling berguna dalam bahasa Prancis sehari-hari dan cara kerjanya sama seperti 'ingin' dalam bahasa Indonesia.
| Orang | vouloir | + infinitif |
|---|---|---|
| je | veux | manger / partir / dormir |
| tu | veux | aller / boire / venir |
| il / elle / on | veut | parler / voir / faire |
| nous | voulons | sortir / rester |
| vous | voulez | essayer / commencer |
| ils / elles | veulent | rentrer / comprendre |
Verba kedua tetap dalam bentuk infinitif: jangan pernah mengonjugasikan keduanya. Bentuk negatif: letakkan ne...pas mengapit vouloir, infinitif tidak diubah: Je ne veux pas partir (Saya tidak ingin pergi). Pertanyaan dengan inversi: Veux-tu venir ? (Apakah kamu ingin datang?). Perhatikan ragam bahasanya: 'tu veux + infinitif' bersifat langsung dan sangat umum digunakan dengan teman, sementara dalam konteks layanan (toko, restoran) orang menggunakan bentuk yang lebih sopan 'je voudrais + infinitif' (lihat bagian terpisah). Untuk mengatakan 'saya ingin orang lain melakukan X', bahasa Prancis menggunakan subjungtif: Je veux que tu viennes (bukan diterjemahkan kata demi kata sebagai 'saya ingin kamu datang'). Kesalahan umum bagi penutur bahasa Inggris: jangan sisipkan 'to' atau 'de' di antara vouloir dan infinitif: Je veux aller, bukan 'Je veux à aller'.
Futur proche ('masa depan dekat') dibentuk dengan aller dalam kala kini + infinitif. Bentuk ini sangat mirip dengan 'akan + verba' dalam bahasa Indonesia dan merupakan cara paling umum untuk membicarakan masa depan dalam bahasa Prancis lisan.
| Orang | aller | + infinitif |
|---|---|---|
| je | vais | partir / manger / appeler |
| tu | vas | venir / regarder / faire |
| il / elle / on | va | pleuvoir / arriver / finir |
| nous | allons | sortir / déménager |
| vous | allez | voir / aimer / essayer |
| ils / elles | vont | gagner / perdre / rentrer |
Gunakan bentuk ini untuk rencana, niat, dan prediksi berdasarkan bukti yang tampak saat ini: Il va pleuvoir (lihat langitnya — akan hujan). Bentuk ini berlaku baik untuk rencana yang segera maupun yang sedikit lebih jauh: Je vais te téléphoner dans cinq minutes / la semaine prochaine (Saya akan meneleponmu lima menit lagi / minggu depan). Negasi mengapit aller, bukan infinitifnya: Je ne vais pas sortir (Saya tidak akan keluar). Kata ganti objek diletakkan di antara aller dan infinitif: Je vais le faire (Saya akan melakukannya). Bandingkan dengan futur simple (Je partirai), yang terdengar lebih formal, lebih jauh, atau lebih pasti: dalam percakapan sehari-hari futur proche lebih disukai. Kesalahan umum pelajar adalah mengonjugasikan kedua verba (Je vais pars). Verba kedua harus tetap dalam bentuk infinitif.
Passé composé adalah kala lampau sehari-hari untuk peristiwa yang sudah selesai. Bentuk ini dibangun dari kala kini avoir atau être ditambah partisip lampau.
Memilih verba bantu. Sebagian besar verba menggunakan avoir. Sekelompok kecil verba intransitif yang menyatakan 'gerak dan perubahan keadaan' menggunakan être, ditambah semua verba refleksif. Verba-verba être sering dihafalkan sebagai daftar: aller, venir, arriver, partir, entrer, sortir, monter, descendre, naître, mourir, rester, tomber, retourner, devenir, passer (ketika intransitif).
Membentuk partisip.
| Kelompok | Infinitif | Partisip lampau |
|---|---|---|
| -er | parler | parlé |
| -ir (tipe finir) | finir | fini |
| -re | vendre | vendu |
| tak beraturan | avoir | eu |
| tak beraturan | être | été |
| tak beraturan | faire | fait |
| tak beraturan | voir | vu |
| tak beraturan | prendre | pris |
| tak beraturan | mettre | mis |
| tak beraturan | dire | dit |
| tak beraturan | écrire | écrit |
Pola konjugasi dengan avoir (manger).
| Orang | Bentuk |
|---|---|
| j' | ai mangé |
| tu | as mangé |
| il / elle / on | a mangé |
| nous | avons mangé |
| vous | avez mangé |
| ils / elles | ont mangé |
Pola konjugasi dengan être (aller). Di sini partisip harus sesuai dengan subjek dalam gender dan jumlah, seperti kata sifat.
| Orang | Bentuk |
|---|---|
| je | suis allé(e) |
| tu | es allé(e) |
| il / on | est allé |
| elle | est allée |
| nous | sommes allé(e)s |
| vous | êtes allé(e)(s) |
| ils | sont allés |
| elles | sont allées |
Negasi mengapit verba bantu: Je n'ai pas mangé (Saya tidak makan). Dalam pertanyaan berinversi, hanya verba bantu yang berinversi: As-tu mangé ? (Apakah kamu sudah makan?). Bandingkan dengan imparfait untuk situasi lampau yang berlangsung terus atau berulang: J'ai mangé une pomme (satu peristiwa yang selesai) vs Je mangeais des pommes tous les jours (sebuah kebiasaan).
Vouloir dalam bentuk kondisional menghasilkan bentuk sopan je voudrais ('saya ingin'). Bentuk ini memperhalus sebuah permintaan dan merupakan ungkapan standar di toko, restoran, dan segala interaksi layanan. Paradigma kondisional lengkapnya:
| Orang | Bentuk | + infinitif atau kata benda |
|---|---|---|
| je | voudrais | partir / un café |
| tu | voudrais | essayer / une glace |
| il / elle / on | voudrait | savoir / l'addition |
| nous | voudrions | réserver / deux places |
| vous | voudriez | commander / du vin |
| ils / elles | voudraient | venir / des informations |
Ikuti dengan infinitif ('saya ingin + verba') atau kata benda ('saya ingin se- + kata benda'). Bandingkan ragam bahasanya:
| Bentuk | Ragam | Contoh |
|---|---|---|
| Je veux un café. | langsung, dengan teman | Saya mau kopi. |
| Je voudrais un café. | sopan, netral | Saya ingin kopi. |
| Je voudrais un café, s'il vous plaît. | sangat sopan | Saya ingin kopi, tolong. |
Alternatif sopan lain yang umum adalah j'aimerais + infinitif ('saya ingin sekali'), yang terdengar sedikit lebih hangat atau antusias: J'aimerais visiter Paris (Saya ingin sekali mengunjungi Paris). Untuk mengatakan 'saya ingin kamu melakukan X', gunakan subjungtif setelah que: Je voudrais que tu viennes. Jebakan umum: jangan terjemahkan 'saya ingin tahu' sebagai 'Je voudrais à savoir'. Tanpa preposisi: cukup Je voudrais savoir.
Berbeda dari bahasa Inggris, bahasa Prancis tidak memiliki bentuk -ing khusus untuk progresif kala kini. Kala kini sederhana sudah mencakup makna itu: Je mange = baik 'saya makan' maupun 'saya sedang makan'. Ketika kamu secara khusus ingin menekankan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung saat ini, bahasa Prancis menggunakan periphrase être en train de + infinitif ('sedang di tengah-tengah melakukan').
| Orang | être | en train de | + infinitif |
|---|---|---|---|
| je | suis | en train de | travailler |
| tu | es | en train de | manger |
| il / elle / on | est | en train de | dormir |
| nous | sommes | en train de | discuter |
| vous | êtes | en train de | regarder |
| ils / elles | sont | en train de | préparer |
Gunakan bentuk ini untuk menekankan aspek sedang-berlangsung (mirip 'sekarang juga' atau 'sedang di tengah-tengah'): Ne me dérange pas, je suis en train de travailler (Jangan ganggu saya, saya sedang bekerja). Untuk informasi latar belakang ('sedang hujan ketika saya tiba'), bahasa Prancis lebih memilih imparfait (Il pleuvait quand je suis arrivé) dan jarang menggunakan 'être en train de' dalam bentuk lampau, meskipun itu mungkin: J'étais en train de cuisiner (Saya sedang memasak).
Alternatif sehari-hari yang lebih sederhana adalah cukup menambahkan adverbia seperti maintenant (sekarang), là (sekarang juga, sangat umum dalam percakapan), atau actuellement (saat ini) pada kala kini sederhana:
| Periphrase | Kala kini sederhana + adverbia |
|---|---|
| Je suis en train de lire. | Je lis là. / Je lis en ce moment. |
| Il est en train de dormir. | Il dort maintenant. |
Jebakan umum: jangan katakan 'Je suis lisant' mengikuti pola bahasa Inggris 'I am reading'. Bahasa Prancis memang memiliki gerund (en lisant = sambil membaca), tetapi itu bukan padanan progresif kala kini.
Untuk mengatakan 'saya bisa melakukan X', konjugasikan verba tak beraturan pouvoir lalu ikuti dengan infinitif. Pouvoir mencakup baik kemampuan ('saya mampu') maupun izin ('saya diperbolehkan'), dan dalam bentuk kondisional ia menjadi permintaan yang sopan ('bisakah kamu...').
| Orang | pouvoir | + infinitif |
|---|---|---|
| je | peux | venir / sortir / aider |
| tu | peux | passer / rester |
| il / elle / on | peut | comprendre / arriver |
| nous | pouvons | essayer / parler |
| vous | pouvez | entrer / commencer |
| ils / elles | peuvent | finir / réussir |
Dalam pertanyaan, bentuk berinversi orang pertama tunggal bersifat khusus: puis-je (bukan 'peux-je') dalam gaya formal. Dalam percakapan sehari-hari, gunakan 'est-ce que je peux' atau 'je peux' dengan intonasi naik.
Bentuk lampau dan kondisional.
| Kala | Bentuk | Makna |
|---|---|---|
| passé composé | j'ai pu | saya bisa / saya berhasil |
| imparfait | je pouvais | saya bisa (kemampuan umum) |
| conditionnel | je pourrais | saya bisa / saya akan mampu |
| conditionnel (permintaan sopan) | pourriez-vous | bisakah Anda (formal) |
Perhatikan sebuah perbedaan halus: 'je pouvais' menggambarkan kemampuan umum di masa lalu, sementara 'j'ai pu' menyiratkan bahwa tindakan itu benar-benar dilakukan. Bandingkan: Je pouvais nager à cinq ans (Saya bisa berenang sejak usia lima tahun) vs J'ai pu finir à temps (Saya berhasil menyelesaikannya tepat waktu).
Untuk 'tidak bisa', apit pouvoir dengan ne...pas: Je ne peux pas venir (Saya tidak bisa datang). Jebakan: jangan mencampuradukkan pouvoir (bisa, diizinkan/mampu) dengan savoir (tahu caranya). Untuk keterampilan yang dipelajari seperti berenang atau bermain piano, bahasa Prancis sering lebih memilih savoir: Je sais nager (Saya tahu cara berenang) daripada Je peux nager (yang lebih terdengar seperti 'saya diizinkan berenang' atau 'saya saat ini mampu berenang').
Negasi bahasa Prancis mengapit verba yang dikonjugasikan dalam dua bagian: ne (n' sebelum vokal) sebelum verba, dan sebuah kata kedua setelahnya. Pas = tidak (bawaan); jamais = tidak pernah; rien = tidak ada apa-apa; plus = tidak lagi; personne = tidak ada seorang pun; aucun(e) = tidak satu pun. Dalam kala majemuk, kedua bagian mengapit verba bantu: Je n'ai pas mangé (Saya tidak makan). Namun, personne mengikuti partisip: Je n'ai vu personne (Saya tidak melihat siapa pun). Setelah negasi, artikel tak tentu dan partitif (un, une, des, du, de la) berubah menjadi de: Je n'ai pas de voiture (Saya tidak punya mobil). Dalam percakapan informal, 'ne' sering dihilangkan: J'sais pas.
Ada tiga ragam untuk pertanyaan ya/tidak. (1) Intonasi — pertahankan urutan kalimat pernyataan, naikkan nada suara: Tu viens ? (informal). (2) Est-ce que di awal kalimat, tanpa perubahan lain: Est-ce que tu viens ? (netral). (3) Inversi — verba-subjek dengan tanda hubung: Viens-tu ? (formal); pada orang ketiga tunggal yang berakhiran vokal, sisipkan -t-: A-t-il fini ? Kata tanya (qui, que, où, quand, pourquoi, comment, combien) dapat digabungkan dengan bentuk-bentuk ini: Où est-ce que tu vas ? / Où vas-tu ? / Tu vas où ? 'Qu'est-ce que' = 'apa' sebagai objek langsung; 'qu'est-ce qui' = 'apa' sebagai subjek.
Penanda jamak bawaan adalah -s, yang dituliskan tetapi tidak dilafalkan: un livre → des livres. Kata benda berakhiran -s, -x, -z tidak berubah: un nez → des nez. Kata benda berakhiran -au, -eau, -eu menambahkan -x: un bateau → des bateaux. Sebagian besar kata benda berakhiran -al berubah menjadi -aux: un cheval → des chevaux (kecuali: bal, festival → -als). Sebagian besar yang berakhiran -ou menambahkan -s, tetapi tujuh kata menambahkan -x (bijou, caillou, chou, genou, hibou, joujou, pou). Karena akhiran jamak biasanya tidak dilafalkan, pendengar mengandalkan artikel (le/les, un/des) untuk mengenali jumlahnya — sehingga artikel membawa informasi yang sangat penting.
Verba refleksif dikonjugasikan dengan kata ganti refleksif yang sesuai dengan subjeknya: me, te, se, nous, vous, se. Banyak di antaranya menggambarkan rutinitas harian atau tindakan yang dilakukan pada diri sendiri: se lever (bangun), se laver (mencuci diri/mandi), se brosser les dents (menyikat gigi), s'habiller (berpakaian), se coucher (tidur/berbaring). Yang lain secara bentuk bersifat refleksif tetapi tidak secara makna: s'appeler (bernama), se souvenir (mengingat), s'amuser (bersenang-senang). Dalam passé composé, verba refleksif SELALU menggunakan être sebagai verba bantu, dan partisipnya umumnya harus sesuai dengan subjek: Elle s'est levée tôt (Dia bangun lebih awal).
Elisi: kata-kata satu suku kata tertentu yang berakhiran -e atau -a membuang vokal tersebut dan mengambil tanda apostrof sebelum kata yang dimulai dengan vokal atau h yang tidak dilafalkan: le + ami → l'ami; je + ai → j'ai; ne + est → n'est; que + il → qu'il; si + il → s'il (hanya dengan il/ils). Liaison: konsonan akhir yang biasanya tidak dilafalkan diucapkan dan dihubungkan dengan kata berikutnya ketika kata itu dimulai dengan vokal/h yang tidak dilafalkan. Liaison wajib yang umum: setelah determinan (les_amis, mon_ami, un_homme), kata ganti (nous_avons, vous_êtes), dan kata sifat pendek sebelum kata benda (petit_ami). Huruf s dan x menjadi /z/, d menjadi /t/, f menjadi /v/ pada 'neuf ans/heures'.