Bahasa Jepang Essential grammar

Sistem tulisan dan pengucapan

Bahasa Jepang ditulis dengan memadukan tiga aksara sekaligus.

Hiragana (ひらがな): 46 karakter dasar, masing-masing melambangkan satu suku kata. Digunakan untuk kata-kata gramatikal, akhiran kata kerja, dan kata-kata asli yang tidak memiliki kanji. Pelajari ini terlebih dahulu.

Katakana (カタカナ): 46 suku kata yang sama dengan hiragana tetapi dengan bentuk berbeda. Digunakan untuk kata serapan asing (コーヒー = kopi), nama, penekanan, dan onomatope.

Kanji (漢字): karakter ideografis yang dipinjam dari bahasa Tionghoa. Setiap kanji memiliki makna dan (biasanya) beberapa cara baca. Kanji banyak ditemukan pada kata benda, batang kata kerja, dan batang kata sifat.

Furigana: bila sebuah teks menampilkan hiragana kecil di atas kanji, itulah furigana: pengingat pengucapan bagi para pelajar.

Lima vokal diucapkan secara konsisten: · a seperti pada apa · i seperti pada ini · u seperti pada untuk (bibir tidak membulatkan diri) · e seperti pada enak · o seperti pada obat

Semua suku kata diakhiri dengan salah satu vokal ini (atau n). Tekanan cenderung datar: bahasa Jepang menggunakan nada, bukan tekanan, sehingga kata-kata diucapkan dengan ritme yang relatif merata.

  • おはようございます — o-ha-yō-go-zai-mas (hiragana)
    Selamat pagi.
  • コーヒー — kō-hī (katakana: kata serapan)
    Kopi.
  • 日本語 — ni-hon-go (kanji = Jepang-bahasa)
    Bahasa Jepang.

Singkatan yang digunakan dalam panduan ini

Setiap contoh di bawah ini terdiri dari tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Tidak perlu menghafalnya: ini adalah panduan referensi yang bisa dibuka kapan saja.

Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg: persona pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl: persona pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)

Jenis kelamin dan kasus · m / f / n: maskulin / feminin / netral · sg / pl: tunggal / jamak · m.sg: gabungan: maskulin tunggal (begitu juga f.pl, n.sg, dll.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC: kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif): peran yang dimainkan kata dalam kalimat

Kala dan aspek · PRES: kini · PRET: preterit (peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF: imperfek (situasi lampau yang sedang berlangsung atau berulang) · FUT: akan datang · PERF: perfek (tindakan yang sudah selesai dengan relevansi masa kini) · PROG: progresif (tindakan yang sedang berlangsung, mis. sedang makan) · COND: kondisional (akan…)

Modus · IND: indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ: subjungtif (ketidakpastian, keinginan, keraguan) · IMP: imperatif (perintah) · INF: infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)

Lain-lain · REFL: refleksif (tindakan pada diri sendiri: diri saya, diri kamu) · PERS: a personal (hanya dalam bahasa Spanyol: menandai objek langsung yang manusia) · HON: honorifik (bentuk sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ: penanda topik / subjek / objek (Jepang, Korea) · CL: klasifikator (Tionghoa, Jepang, Korea: kata bantu bilangan untuk kata benda) · NEG: negasi

Sistem tulisan: hiragana, katakana, kanji

Bahasa Jepang ditulis dengan tiga aksara yang digunakan bersama dalam kalimat yang sama. Hiragana adalah silabari fonetis yang terdiri dari 46 karakter dasar, digunakan untuk kata-kata asli bahasa Jepang dan elemen gramatikal seperti partikel, akhiran kata kerja, dan kata-kata fungsional. Katakana adalah silabari kedua dengan inventaris yang sama, yaitu 46 suku kata; diperuntukkan bagi kata serapan asing, onomatope, istilah ilmiah, dan penekanan. Hiragana dan katakana adalah padanan paling dekat dengan alfabet: keduanya sepenuhnya fonetis, dan setiap bunyi dalam satu sistem memiliki padanannya dalam sistem lain. Kanji adalah karakter logografis berasal dari bahasa Tionghoa yang digunakan untuk kata-kata berisi makna leksikal: kata benda, akar kata kerja, dan batang kata sifat. Setiap kanji biasanya memiliki beberapa cara baca, yang dipilih berdasarkan konteks.

  • あ い う え お — hiragana
    vokal a i u e o
  • ア イ ウ エ オ — katakana
    vokal a i u e o
  • 山 (やま) — kanji + bacaan hiragana
    kanji 'gunung' dengan bacaan hiragana

Tabel kana: hiragana dan katakana dengan romaji

Hiragana dan katakana berbagi inventaris bunyi yang sama: 46 suku kata dasar, ditambah varian bersuara dan semi-bersuara (dakuten 〜゛ dan handakuten 〜゜), serta gabungan -y kecil (yōon) yang memadukan konsonan dengan /ya/, /yu/, /yo/. Pelajari tabel ini baris demi baris, membaca ke bawah setiap kolom (a, i, u, e, o) agar pola vokal menjadi otomatis. Setelah bisa membaca kedua aksara ini, siapa pun dapat mengeja kata bahasa Jepang apa pun; kanji adalah lapisan berikutnya.

Kapan menggunakan aksara mana

· Hiragana (ひらがな) digunakan untuk kata-kata asli bahasa Jepang, semua partikel gramatikal (は, を, に, が, で, と …), akhiran kata kerja dan kata sifat, serta kata-kata yang kanjinya belum dipelajari. Ini adalah aksara bawaan dalam buku anak-anak, furigana, dan konteks informal. · Katakana (カタカナ) digunakan untuk kata serapan dari bahasa non-Tionghoa (コーヒー kōhī 'kopi', コンピューター konpyūtā 'komputer'), nama asing (マリア Maria), onomatope (ワンワン wanwan 'gonggong'), nama ilmiah hewan dan tumbuhan, serta penekanan (setara dengan huruf miring). · Kanji (漢字) digunakan untuk akar kata-kata berisi makna: kata benda, batang kata kerja, batang kata sifat. Kalimat biasa memadukan ketiga aksara tersebut.

Tanda vokal panjang ー hanya ada dalam katakana. Tanda ini menggandakan vokal sebelumnya: コーヒー = ko + o + hi + i. Dalam hiragana, vokal panjang ditulis sebagai kana terpisah (おかあさん okāsan 'ibu', おとうさん otōsan 'ayah').

Hiragana: 46 karakter dasar

aiueo
(vokal)aiueo
kkakikukeko
ssashisuseso
ttachitsuteto
nnaninuneno
hhahifuheho
mmamimumemo
yya:yu:yo
rrarirurero
wwa:::wo / o
(n)n::::

Hiragana: dakuten (bersuara) dan handakuten

aiueo
ggagigugego
zzajizuzezo
ddajizudedo
bbabibubebo
ppapipupepo

Hiragana: gabungan -y kecil (yōon)

-ya-yu-yo
kきゃ kyaきゅ kyuきょ kyo
sしゃ shaしゅ shuしょ sho
tちゃ chaちゅ chuちょ cho
nにゃ nyaにゅ nyuにょ nyo
hひゃ hyaひゅ hyuひょ hyo
mみゃ myaみゅ myuみょ myo
rりゃ ryaりゅ ryuりょ ryo
gぎゃ gyaぎゅ gyuぎょ gyo
jじゃ jaじゅ juじょ jo
bびゃ byaびゅ byuびょ byo
pぴゃ pyaぴゅ pyuぴょ pyo

Katakana: 46 karakter dasar

aiueo
(vokal)aiueo
kkakikukeko
ssashisuseso
ttachitsuteto
nnaninuneno
hhahifuheho
mmamimumemo
yya:yu:yo
rrarirurero
wwa:::wo / o
(n)n::::

Katakana: dakuten dan handakuten

aiueo
ggagigugego
zzajizuzezo
ddajizudedo
bbabibubebo
ppapipupepo

Katakana: gabungan -y kecil (yōon)

-ya-yu-yo
kキャ kyaキュ kyuキョ kyo
sシャ shaシュ shuショ sho
tチャ chaチュ chuチョ cho
nニャ nyaニュ nyuニョ nyo
hヒャ hyaヒュ hyuヒョ hyo
mミャ myaミュ myuミョ myo
rリャ ryaリュ ryuリョ ryo
gギャ gyaギュ gyuギョ gyo
jジャ jaジュ juジョ jo
bビャ byaビュ byuビョ byo
pピャ pyaピュ pyuピョ pyo

Tanda vokal panjang ー dalam katakana: menggandakan bunyi vokal sebelumnya. メール mēru 'surel', カード kādo 'kartu', スーパー sūpā 'supermarket', コーヒー kōhī 'kopi'.

つ / ッ kecil (sokuon): sebuah つ kecil (hiragana) atau ッ (katakana) sebelum konsonan menggandakan konsonan tersebut dalam pengucapan. がっこう gakkō 'sekolah', きって kitte 'prangko', カップ kappu 'cangkir', サッカー sakkā 'sepak bola'. Ada jeda kecil sebelum konsonan yang digandakan, hampir seperti menahan napas.

Pengingat pengucapan

· diucapkan shi, bukan si. diucapkan chi. diucapkan tsu. diucapkan fu (hembusan lembut dengan bibir, bukan f atau h). · ら り る れ ろ adalah sentuhan lembut, berada di antara l dan r bahasa Inggris (lebih mirip r lembut dalam bahasa Spanyol atau Italia). · di akhir suku kata adalah bunyi nasal yang menyesuaikan diri dengan bunyi berikutnya: terdengar seperti n sebelum t/d/n (おんな onna), seperti m sebelum b/m/p (さんぽ sanpo, diucapkan sampo), dan seperti nasal lembut ng di akhir kata (にほん Nihon). · diucapkan o; bertahan hanya sebagai partikel penanda objek. · Vokal panjang penting untuk makna: おばさん obasan 'bibi' vs おばあさん obāsan 'nenek'; ゆき yuki 'salju' vs ゆうき yūki 'keberanian'.

  • ありがとう — a-ri-ga-to-u (hiragana, ō panjang ditulis sebagai うう atau hanya う)
    Terima kasih.
  • コンビニ — ko-n-bi-ni (katakana, dari bahasa Inggris 'convenience [store]')
    Minimarket.
  • がっこう — ga-(tsu kecil)-ko-u, dibaca gakkō (つ kecil menggandakan k berikutnya)
    Sekolah.
  • きょう — ki + ょ kecil + u = kyō (gabungan -y kecil + vokal panjang)
    Hari ini.
  • ニューヨーク — ni + ュ kecil + ー / yō + ku = Nyū-yōku (katakana dengan tanda vokal panjang)
    New York.
  • おばあさん vs おばさん — o-ba-a-san vs o-ba-san: ā panjang mengubah makna
    Nenek vs bibi.
  • しゃしん — sha-shi-n (し + ゃ kecil = sha; ん nasal)
    Foto.
  • カフェ — ka-fe (katakana, ka + e kecil untuk bunyi /fe/ non-asli)
    Kafe.

Urutan kata

Bahasa Jepang adalah bahasa SOV: kata kerja muncul di akhir klausa. Pola dasarnya adalah Subjek + Objek + Kata Kerja, tetapi karena peran gramatikal ditandai oleh partikel, urutan elemen selain kata kerja bersifat fleksibel. Pewatas (kata sifat, klausa relatif, pemilik) selalu mendahului kata yang dimodifikasinya. Subjek dapat dihilangkan secara bebas ketika sudah jelas dari konteks, dan kata ganti pun sering diabaikan. Yang terpenting adalah kata kerja (atau kopula) menutup kalimat, dan setiap frasa nomina membawa partikel yang tepat untuk menunjukkan fungsinya. Dengan demikian, mendengarkan kata kerja di akhir kalimat sangat penting untuk memahami siapa melakukan apa.

  • 私はりんごを食べます。 — saya-TOPIK apel-OBJ makan-SOPAN
    Saya makan sebuah apel.
  • 田中さんは図書館で本を読みます。 — Tanaka-TOPIK perpustakaan-LOK buku-OBJ baca
    Tanaka membaca buku di perpustakaan.
  • 食べます。 — makan-SOPAN (subjek dihilangkan)
    (Saya/kami) makan.

Tidak ada artikel, tidak ada bentuk jamak

Bahasa Jepang tidak memiliki artikel (a/an/the) dan tidak ada penanda jamak wajib. Kata benda polos seperti 本 (hon) bisa berarti 'buku', 'sebuah buku', 'buku itu', 'buku-buku', atau 'buku-buku itu', tergantung konteks. Jumlah, bila relevan, dinyatakan dengan angka ditambah klasifikator (mis. 本を三冊 'tiga buku'), dengan kuantifikator seperti たくさん 'banyak' atau 少し 'sedikit', atau hanya dari konteks saja. Sufiks -たち (mis. 学生たち 'para siswa') ada, tetapi terbatas pada manusia dan makhluk hidup tertentu, dan ini bukan bentuk jamak sejati: sufiks ini menyiratkan sebuah kelompok, bukan 'lebih dari satu'. Ketakrifan harus disimpulkan dari konteks.

  • 猫がいます。 — kucing-SUBJ ada
    Ada seekor kucing / Ada kucing-kucing.
  • 本を三冊買いました。 — buku-OBJ 3-klasifikator beli
    Saya membeli tiga buku.
  • 学生たちが来ました。 — siswa-PL-SUBJ datang
    Para siswa datang.

Partikel

Partikel adalah posposisi pendek yang menandai peran kata yang mendahuluinya. Inti partikel: は (wa) menandai topik ('mengenai X'); が (ga) menandai subjek gramatikal, sering digunakan untuk memperkenalkan informasi baru; を (o) menandai objek langsung; に (ni) menandai tujuan, lokasi keberadaan, titik waktu, atau objek tak langsung; で (de) menandai alat/cara atau tempat terjadinya suatu tindakan; の (no) menghubungkan kata benda sebagai kepemilikan atau pewatas; へ (e) menandai arah (sering dapat dipertukarkan dengan に); と (to) berarti 'dan' di antara kata benda atau 'bersama' seseorang; から (kara) 'dari' dan まで (made) 'sampai/hingga' menandai rentang dalam ruang atau waktu.

  • 私は学校に行きます。 — saya-TOPIK sekolah-ke pergi
    Saya pergi ke sekolah.
  • ペンで手紙を書きます。 — pena-INSTR surat-OBJ tulis
    Saya menulis surat dengan pena.
  • 九時から五時まで働きます。 — 9-dari 5-sampai kerja
    Saya bekerja dari pukul sembilan sampai lima.

Kata ganti

Bahasa Jepang memiliki kata ganti, tetapi digunakan secara hemat. 私 (watashi) 'saya', あなた (anata) 'kamu', 彼 (kare) 'dia (laki-laki)', 彼女 (kanojo) 'dia (perempuan)', 私たち (watashitachi) 'kami/kita'. Dalam percakapan alami, kata ganti subjek dan objek biasanya dihilangkan ketika referennya sudah jelas dari konteks. Menggunakan あなた untuk menyapa seseorang bisa terkesan kasar atau intim; pembicara biasanya menggunakan nama pendengar ditambah さん. Pilihan kata ganti orang pertama juga bervariasi menurut jenis kelamin dan tingkat formalitas (僕 boku, 俺 ore untuk pembicara laki-laki dalam percakapan santai). Perlakukan kata ganti sebagai bentuk yang ditandai, bukan bawaan: bila dalam bahasa Inggris seseorang akan berkata 'I' atau 'you', dalam bahasa Jepang paling sering tidak perlu dikatakan apa-apa.

  • (私は)学生です。 — (saya-TOPIK) siswa-KOP
    Saya adalah seorang siswa.
  • 田中さんは先生ですか。 — Tanaka-TOPIK guru-KOP-Q
    Apakah (Tanaka) seorang guru?
  • 彼女は来ません。 — dia-TOPIK datang-NEG
    Dia tidak akan datang.

Kelompok kata kerja

Kata kerja bahasa Jepang terbagi dalam tiga kelas. Kelompok 1 (五段, godan / 'kata kerja -u') berakhiran konsonan + u: 書く kaku 'menulis', 飲む nomu 'minum', 話す hanasu 'berbicara'. Batang katanya berubah di sepanjang lima baris vokal dalam tabel kana. Kelompok 2 (一段, ichidan / 'kata kerja -ru') berakhiran -iru atau -eru dan berkonjugasi hanya dengan melepas る: 食べる taberu 'makan', 見る miru 'melihat'. Kelompok 3 tidak beraturan dan hanya terdiri dari dua anggota: する suru 'melakukan' dan 来る kuru 'datang'. Mengidentifikasi kelompok adalah prasyarat untuk konjugasi, karena setiap kelompok memiliki aturan sendiri dalam membentuk batang kata sopan, bentuk negatif, te-form, dan kala lampau.

  • 書く → 書きます — Kelompok 1: kaku → kakimasu
    menulis → menulis (sopan)
  • 食べる → 食べます — Kelompok 2: taberu → tabemasu
    makan → makan (sopan)
  • する → します / 来る → 来ます — Kelompok 3 tidak beraturan
    melakukan → melakukan / datang → datang

Konjugasi kata kerja: bentuk kamus, sopan, negatif, lampau

Dari bentuk kamus, bentuk sopan kini (-ます) dibuat sebagai berikut. Kelompok 1: ubah akhiran -u menjadi -i dan tambahkan -masu (nomu → nomimasu). Kelompok 2: hilangkan -ru dan tambahkan -masu (taberu → tabemasu). Tidak beraturan: suru → shimasu, kuru → kimasu. Bentuk sopan negatif menggantikan -masu dengan -masen (nomimasen 'tidak minum'). Bentuk sopan lampau menggantikan -masu dengan -mashita (nomimashita 'sudah minum'). Bentuk sopan lampau negatif adalah -masen deshita (nomimasen deshita 'tidak minum [lampau]'). Bentuk biasa (kamus) memiliki negatif sendiri (-nai) dan kala lampau sendiri (-ta), digunakan dalam percakapan santai dan dalam kalimat majemuk.

  • 飲みます / 飲みません — afirmatif sopan / negatif sopan
    minum / tidak minum
  • 食べました / 食べませんでした — lampau sopan / lampau negatif sopan
    makan [lampau] / tidak makan [lampau]
  • 行く → 行かない — negatif biasa Kelompok 1
    pergi → tidak pergi

Kala kini / non-lampau

Bahasa Jepang tidak membedakan kala kini dari kala mendatang secara morfologis; satu bentuk, yaitu non-lampau, mencakup keduanya. 食べます (tabemasu) bisa berarti 'saya makan', 'saya akan makan', atau 'saya hendak makan', tergantung konteks dan keterangan waktu. Untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung, gunakan te-form ditambah いる: 食べています (tabete imasu) 'saya sedang makan'. Bentuk non-lampau juga digunakan untuk tindakan kebiasaan (毎日 'setiap hari…'), kebenaran umum, dan peristiwa mendatang yang sudah dijadwalkan. Dengan kata kerja statif seperti ある 'ada (benda mati)' dan いる 'ada (makhluk hidup)', bentuk non-lampau sekadar menyatakan keadaan saat ini.

  • 明日東京に行きます。 — besok Tokyo-ke pergi-NONLAMPAU
    Saya akan pergi ke Tokyo besok.
  • 毎朝コーヒーを飲みます。 — setiap-pagi kopi-OBJ minum
    Saya minum kopi setiap pagi.
  • 今、本を読んでいます。 — sekarang buku-OBJ baca-TE ada
    Saya sedang membaca buku sekarang.

Kala lampau

Bentuk sopan lampau dibentuk dengan mengganti -ます dengan -ました: 行きます → 行きました 'pergi [lampau]', 食べます → 食べました 'makan [lampau]'. Bentuk sopan lampau negatif adalah -ませんでした: 行きませんでした 'tidak pergi'. Bentuk biasa lampau, yang digunakan dalam percakapan santai dan klausa bawahan, adalah bentuk -た, yang dibentuk dari te-form dengan mengganti akhiran て/で dengan た/だ: 食べて → 食べた, 飲んで → 飲んだ. Bentuk lampau dalam bahasa Jepang juga berfungsi sebagai bentuk perfek/aspek selesai dalam banyak konteks, sehingga 食べました bisa berarti 'makan [lampau]', 'sudah makan', atau 'telah makan' tergantung konteks.

  • 昨日映画を見ました。 — kemarin film-OBJ lihat [lampau]
    Saya menonton film kemarin.
  • 宿題をしませんでした。 — PR-OBJ lakukan-LAMPAU-NEG
    Saya tidak mengerjakan PR.
  • もう食べた。 — sudah makan-BIASA
    Saya sudah makan.

Te-form dan penggunaannya

Te-form adalah bentuk non-finit yang paling serbaguna. Cara pembentukannya berbeda per kelompok: kata kerja Kelompok 2 cukup mengganti る dengan て (taberu → tabete). Kata kerja Kelompok 1 mengikuti pola eufonis berdasarkan suku kata akhirnya: -く → いて (kaku → kaite), -ぐ → いで, -む/ぬ/ぶ → んで, -る/つ/う → って, -す → して. Tidak beraturan: する → して, 来る → きて. Kegunaannya antara lain: menghubungkan klausa ('dan kemudian'), memberikan permintaan sopan dengan -て ください, menyatakan aspek progresif dengan -ている, meminta dan memberikan izin dengan -てもいい, serta melarang dengan -てはいけない. Tanpa te-form, hampir semua konstruksi majemuk tidak dapat dibentuk.

  • 朝起きて、コーヒーを飲みます。 — pagi bangun-TE kopi-OBJ minum
    Saya bangun pagi dan minum kopi.
  • ちょっと待ってください。 — sebentar tunggu-TE tolong
    Tolong tunggu sebentar.
  • ここに座ってもいいですか。 — di sini duduk-TE-pun baik-Q
    Bolehkah saya duduk di sini?

Paradigma konjugasi kata kerja (kata kerja -u, kata kerja -ru, tidak beraturan)

Berikut paradigma lengkap untuk satu kata kerja representatif dari masing-masing tiga kelas. Dengan menghafal keempat kata kerja ini, tersedia sebuah templat untuk ratusan kata kerja lainnya.

**Kelompok 1 (kata kerja -u): 飲む (のむ, nomu): 'minum'**

BentukSopan (です/ます)BiasaNegatif (biasa)Lampau (biasa)Te-form
Afirmatif飲みます (nomimasu)飲む (nomu)飲まない (nomanai)飲んだ (nonda)飲んで (nonde)
Negatif飲みません (nomimasen)::飲まなかった (nomanakatta)飲まなくて (nomanakute)
Lampau飲みました (nomimashita)飲んだ (nonda)飲まなかった::
Lampau neg.飲みませんでした飲まなかった:::

**Kelompok 2 (kata kerja -ru): 食べる (たべる, taberu): 'makan'**

BentukSopanBiasaNegatif (biasa)Lampau (biasa)Te-form
Afirmatif食べます (tabemasu)食べる (taberu)食べない (tabenai)食べた (tabeta)食べて (tabete)
Negatif食べません (tabemasen)::食べなかった食べなくて
Lampau食べました (tabemashita)食べた (tabeta)食べなかった::
Lampau neg.食べませんでした食べなかった:::

**Kelompok 3 tidak beraturan: する (suru): 'melakukan'**

BentukSopanBiasaNeg. (biasa)Lampau (biasa)Te-form
Afirm.します (shimasu)する (suru)しない (shinai)した (shita)して (shite)
Lampauしましたしたしなかった::

**Kelompok 3 tidak beraturan: 来る (くる, kuru): 'datang'**

BentukSopanBiasaNeg. (biasa)Lampau (biasa)Te-form
Afirm.来ます (きます, kimasu)来る (くる, kuru)来ない (こない, konai)来た (きた, kita)来て (きて, kite)
Lampau来ました (きました)来た (きた)来なかった (こなかった)::

Perhatikan perubahan cara baca 来 di berbagai bentuk (く / き / こ): kanji tetap sama, bacaan hiragana berubah. Untuk kata kerja -u, konsonan sebelum akhiran -u menentukan pola te-form: む/ぬ/ぶ → んで; く → いて (pengecualian: 行く → 行って); ぐ → いで; す → して; つ/る/う → って.

  • 毎晩、ワインを飲みます。 — setiap-malam, anggur-OBJ minum-SOPAN (mainichi-ban, wain-o nomimasu)
    Saya minum anggur setiap malam.
  • 肉は食べない。 — daging-TOPIK makan-NEG-BIASA (niku wa tabenai)
    Saya tidak makan daging.
  • 昨日、宿題をしませんでした。 — kemarin, PR-OBJ lakukan-LAMPAU-NEG-SOPAN (kinō, shukudai o shimasen deshita)
    Saya tidak mengerjakan PR kemarin.
  • 友達が来ました。 — teman-SUBJ datang-LAMPAU-SOPAN (tomodachi ga kimashita)
    Seorang teman datang.
  • 飲んで、食べて、話しました。 — minum-TE, makan-TE, berbicara [lampau] (nonde, tabete, hanashimashita)
    Kami minum, makan, dan berbicara.

〜たい: Ingin melakukan (sesuatu)

Untuk menyatakan 'ingin V', ambil batang ます (batang kata kerja yang diperoleh dengan menghapus -ます dari bentuk sopan) dan tambahkan 〜たい. 飲みます → 飲み + たい → 飲みたい nomitai 'ingin minum'. 食べます → 食べ + たい → 食べたい 'ingin makan'. する → し + たい → したい. 来る → き + たい → 来たい kitai.

Secara gramatikal, 〜たい berperilaku seperti kata sifat -i: 飲みたい (ingin), 飲みたくない (tidak ingin), 飲みたかった (ingin [lampau]), 飲みたくなかった (tidak ingin [lampau]). Tambahkan です untuk kesopanan: 飲みたいです.

BentukKonjugasiMakna
飲みたいingin-afirmSaya ingin minum
飲みたくないingin-NEGSaya tidak ingin minum
飲みたかったingin-LAMPAUSaya ingin minum [lampau]
飲みたくなかったingin-LAMPAU-NEGSaya tidak ingin minum [lampau]
飲みたいですかingin-SOPAN-QApakah ingin minum?

Objek kalimat 〜たい dapat menggunakan を atau が: 水を飲みたい / 水が飲みたい. Versi が menekankan apa yang ingin diminum.

Catatan penting tentang ragam bahasa: 〜たい hanya digunakan untuk keinginan pembicara sendiri (atau dalam pertanyaan, keinginan pendengar). Untuk menyatakan apa yang diinginkan orang lain, gunakan 〜たがる: 弟はビールを飲みたがっています 'Adik laki-laki saya ingin minum bir'. Menyatakan 彼は飲みたい secara langsung akan terkesan lancang: seseorang tidak bisa membaca pikiran orang lain.

Bandingkan dengan 〜ほしい: 〜たい diikuti kata kerja (ingin melakukan X), sedangkan 〜ほしい diikuti kata benda (ingin benda X): lihat bagian 〜ほしい.

  • 今、コーヒーが飲みたいです。 — sekarang, kopi-SUBJ minum-ingin-KOP (ima, kōhī ga nomitai desu)
    Saya ingin minum kopi sekarang.
  • 今日は何もしたくない。 — hari ini-TOPIK tidak ada apapun lakukan-ingin-NEG-BIASA (kyō wa nani mo shitakunai)
    Saya tidak ingin melakukan apa-apa hari ini.
  • 子供のころ、宇宙飛行士になりたかった。 — anak-waktu, astronaut-menjadi-ingin-LAMPAU (kodomo no koro, uchūhikōshi ni naritakatta)
    Waktu kecil, saya ingin menjadi astronaut.
  • 週末、どこに行きたいですか。 — akhir pekan, kemana-ke pergi-ingin-KOP-Q (shūmatsu, doko ni ikitai desu ka)
    Ke mana ingin pergi akhir pekan ini?
  • 妹はディズニーランドに行きたがっています。 — adik-perempuan-TOPIK Disneyland-ke pergi-ingin(org ke-3)-PROG (imōto wa Dizunīrando ni ikitagatte imasu)
    Adik perempuan saya ingin pergi ke Disneyland.
  • もう一度日本に行きたいなあ。 — sekali-lagi Jepang-ke pergi-ingin-penekanan (mō ichido Nihon ni ikitai nā)
    Saya sangat ingin pergi ke Jepang sekali lagi.

〜つもり / 〜ようと思う: Masa depan yang direncanakan ('akan', 'berencana untuk')

Non-lampau dalam bahasa Jepang mencakup gaya masa depan dengan 'will', tetapi untuk menandai sesuatu sebagai rencana atau niat pribadi, ada dua konstruksi standar.

〜つもり (tsumori) melekat pada bentuk biasa non-lampau dari kata kerja (atau 〜ない untuk negatif): 'saya berencana / berniat untuk V'. Konstruksi ini menyatakan keputusan tegas yang sudah dibuat pembicara.

PolaBentukMakna
V (biasa) + つもりです行くつもりですSaya berencana untuk pergi
V-ない + つもりです行かないつもりですSaya berencana untuk tidak pergi
V (biasa) + つもりだった行くつもりだったSaya tadinya berencana untuk pergi (tapi…)

〜ようと思う (-yō to omou) menggabungkan bentuk volitional (V-よう / V-おう, bentuk 'ayo…') dengan と思う 'saya pikir'. Artinya 'saya sedang berpikir untuk melakukan V' atau 'saya pikir saya akan V'. Sedikit kurang tegas dibandingkan つもり.

KelompokVolitional+ と思う
1 (kata kerja -u)飲もう (nomō)飲もうと思います
2 (kata kerja -ru)食べよう (tabeyō)食べようと思います
3 するしよう (shiyō)しようと思います
3 来る来よう (こよう, koyō)来ようと思います

〜予定 (yotei) です adalah pilihan ketiga, lebih netral, untuk acara yang sudah terjadwal: 来週、京都に行く予定です 'Saya dijadwalkan pergi ke Kyoto minggu depan'. つもり menekankan niat/tekad; ようと思う menekankan sedang memikirkan; 予定 menekankan penjadwalan.

Kesalahan umum: menggunakan 〜つもり untuk rencana orang lain seolah itu adalah fakta (彼は来るつもりです 'dia berencana datang') tidak masalah jika melaporkan apa yang dikatakan orang tersebut, tetapi untuk prediksi sendiri tentang orang lain, gunakan 〜だろう / 〜と思います.

  • 夏休みに国へ帰るつもりです。 — liburan-musim-panas-di negara-ke pulang rencana-KOP (natsuyasumi ni kuni e kaeru tsumori desu)
    Saya berencana pulang ke negara asal saat liburan musim panas.
  • 今年はもうお酒を飲まないつもりです。 — tahun-ini-TOPIK tidak-lagi alkohol-OBJ minum-NEG rencana-KOP (kotoshi wa mō osake o nomanai tsumori desu)
    Saya berencana untuk tidak minum alkohol lagi tahun ini.
  • 週末、映画を見ようと思います。 — akhir pekan, film-OBJ lihat-VOL KUTIP pikir-SOPAN (shūmatsu, eiga o miyō to omoimasu)
    Saya sedang memikirkan untuk menonton film akhir pekan ini.
  • 明日から毎朝走ろうと思っています。 — besok-dari setiap-pagi lari-VOL KUTIP pikir-PROG (ashita kara maiasa hashirō to omotte imasu)
    Saya sudah berpikir untuk berlari setiap pagi mulai besok.
  • 六時の電車に乗る予定です。 — pukul-6-kereta-naik jadwal-KOP (rokuji no densha ni noru yotei desu)
    Saya dijadwalkan naik kereta pukul 6.
  • 本当は行くつもりだったんだけど、急に用事ができて… — sebenarnya-TOPIK pergi rencana-KOP-LAMPAU-PENJ-tapi, tiba-tiba urusan-SUBJ muncul-TE… (hontō wa iku tsumori datta n da kedo, kyū ni yōji ga dekite…)
    Sebenarnya saya tadinya berencana pergi, tapi tiba-tiba ada urusan mendadak…

〜たことがある: Perfek pengalaman ('pernah V')

Bahasa Jepang tidak memiliki 'kala perfek' tersendiri, tetapi untuk menyatakan 'saya pernah V' / 'saya pernah V sekali' sebagai bagian dari pengalaman hidup, gunakan bentuk biasa lampau (〜た) dari kata kerja + ことがある (koto ga aru): secara harfiah 'hal dari telah melakukan V itu ada'.

PolaContohMakna
V-た + ことがある食べたことがありますSaya pernah memakannya (sebelumnya)
V-た + ことがない食べたことがありませんSaya belum pernah memakannya
V-た + ことがあった行ったことがあった(pada waktu itu) saya pernah pergi ke sana
V-た + ことがありますか行ったことがありますかApakah pernah ke sana?

Konstruksi ini terbatas pada pengalaman yang tidak sepele, episodik: hal-hal yang masuk akal untuk dibayangkan belum pernah dilakukan. Aneh rasanya mengatakan 学校に行ったことがあります untuk 'saya pernah ke sekolah' (semua orang pernah), tetapi wajar untuk 京都に行ったことがあります 'saya pernah ke Kyoto'.

Untuk pengalaman di masa baru-baru ini, bahasa Jepang menggunakan ungkapan berbeda: もう食べました 'saya sudah makan' (perfek penyelesaian, lihat bagian kala lampau), bukan 食べたことがあります.

Jawaban negatif umumnya menghapus が dalam percakapan santai: そんなの聞いたことない 'Belum pernah mendengar hal seperti itu'.

Perbedaan dengan bahasa Inggris: bila bahasa Inggris mengatakan 'I've lived in Tokyo' untuk keadaan kini atau lampau, bahasa Jepang membedakannya. 東京に住んだことがあります = 'Saya pernah tinggal di Tokyo (pada suatu waktu di masa lalu)'. 東京に住んでいます = 'Saya tinggal di Tokyo (sekarang/saat ini)'. Mencampurkan keduanya adalah kesalahan yang sering dilakukan pelajar.

  • 寿司を食べたことがありますか。 — sushi-OBJ makan[lampau] hal-SUBJ ada-Q (sushi o tabeta koto ga arimasu ka)
    Apakah pernah makan sushi?
  • はい、何度もあります。 — ya, beberapa-kali-pun ada (hai, nando mo arimasu)
    Ya, sudah berkali-kali.
  • 富士山に登ったことはまだありません。 — Gunung-Fuji-LOK mendaki[lampau] hal-TOPIK belum ada-NEG (Fujisan ni nobotta koto wa mada arimasen)
    Saya belum pernah mendaki Gunung Fuji.
  • 子供のころ、犬に噛まれたことがある。 — anak-waktu, anjing-oleh digigit[lampau] hal-SUBJ ada-BIASA (kodomo no koro, inu ni kamareta koto ga aru)
    Waktu kecil, saya pernah digigit anjing.
  • そんな話、聞いたことない。 — cerita-seperti-itu, dengar[lampau] hal-NEG-SANTAI (sonna hanashi, kiita koto nai)
    Saya belum pernah mendengar cerita seperti itu.
  • 京都に住んだことがあります。 — Kyoto-LOK tinggal[lampau] hal-SUBJ ada (Kyōto ni sunda koto ga arimasu)
    Saya pernah tinggal di Kyoto (pada suatu waktu).

〜ほしい / 〜たいです: Ingin (kesopanan)

Dua konstruksi yang tumpang tindih dengan 'would like' dalam bahasa Inggris. Pilihannya bergantung pada apakah yang diinginkan adalah benda atau tindakan.

N が ほしい: 'Saya ingin N' (sebuah benda). ほしい adalah kata sifat -i. Penanda objek menggunakan , bukan を.

BentukContohMakna
Afirmatif水がほしいですSaya ingin air
Negatifお金はほしくないSaya tidak ingin uang
Lampauあの本がほしかったSaya ingin buku itu
Lampau neg.ほしくなかったSaya tidak ingin itu

Batang V + たいです: 'Saya ingin V' (sebuah tindakan). Lihat bagian 〜たい untuk paradigma lengkapnya.

Dalam praktiknya, bahasa Jepang jarang menggunakan 〜たい / ほしい secara langsung untuk permintaan kepada orang lain dalam konteks layanan: terkesan terlalu langsung. Permintaan sopan menggunakan ungkapan lain: 〜をお願いします ('Tolong [berikan] X'), 〜をください ('Tolong berikan X'), atau 〜ていただけますか ('Dapatkah sekiranya V?'). Jadi di restoran sebaiknya mengucapkan コーヒーをお願いします, bukan コーヒーがほしいです.

Meminta seseorang untuk melakukan sesuatu: 〜てほしい: gabungkan te-form dengan ほしい untuk menyatakan 'Saya ingin [kamu/seseorang] V'. Orangnya ditandai dengan に. 手伝ってほしい 'Saya ingin kamu membantu saya'; 弟に静かにしてほしい 'Saya ingin adik laki-laki saya diam'.

PolaContohMakna
V-て + ほしい来てほしいSaya ingin (kamu) datang
V-ないで + ほしい行かないでほしいSaya ingin (kamu) tidak pergi

Kesalahan klasik pemula adalah menggunakan 〜たい untuk keinginan orang ketiga: gunakan 弟は…たがっています (lihat bagian 〜たい).

  • 新しいパソコンがほしいです。 — komputer-baru-SUBJ ingin-KOP (atarashii pasokon ga hoshii desu)
    Saya ingin komputer baru.
  • 誕生日に何がほしいですか。 — ulang-tahun-di apa-SUBJ ingin-KOP-Q (tanjōbi ni nani ga hoshii desu ka)
    Apa yang ingin dimiliki untuk ulang tahun?
  • もう何もほしくない。 — lagi-pun tidak-ada ingin-NEG-SANTAI (mō nani mo hoshikunai)
    Saya tidak ingin apa-apa lagi.
  • ちょっと手伝ってほしいんだけど… — sebentar bantu-TE ingin-PENJ-tapi… (chotto tetsudatte hoshii n da kedo…)
    Saya ingin dibantu sedikit, kalau bisa…
  • そんなことを言わないでほしい。 — hal-seperti-itu-OBJ ucap-NEG-TE ingin (sonna koto o iwanai de hoshii)
    Saya harap hal seperti itu tidak diucapkan.
  • コーヒーをお願いします。 — kopi-OBJ mohon-lakukan-SOPAN (kōhī o onegai shimasu)
    Satu kopi, tolong. (lebih disukai daripada 'コーヒーがほしいです' di toko)

〜ている: Progresif dan keadaan hasil

Te-form + いる (sopan: います) adalah salah satu konstruksi yang paling sering digunakan dalam bahasa Jepang. Konstruksi ini memiliki dua makna berbeda tergantung jenis kata kerja.

1. Tindakan yang sedang berlangsung (dengan kata kerja aksi): 食べています 'sedang makan', 走っています 'sedang berlari', 勉強しています 'sedang belajar'. Setara dengan 'be V-ing' dalam bahasa Inggris.

2. Keadaan hasil (dengan kata kerja perubahan keadaan): 結婚しています 'sudah menikah' (bukan 'sedang menikah'), 知っています 'saya tahu' (keadaan setelah mengetahui), 死んでいる '(itu) sudah mati', 落ちている '(itu) sudah jatuh / tergeletak di sana'.

PolaKata KerjaMakna 〜ている
Tindakan berlangsung飲む → 飲んでいるsedang minum
Tindakan berlangsung待つ → 待っているsedang menunggu
Keadaan hasil結婚する → 結婚しているsudah menikah
Keadaan hasil開く → 開いている(pintu) terbuka
Keadaan hasil来る → 来ているsudah datang / sudah ada di sini

Konjugasi mengikuti いる sebagai kata kerja Kelompok 2: いる / います (afirm.), いない / いません (neg.), いた / いました (lampau), いなかった / いませんでした (lampau neg.). Dalam percakapan santai, い dihapus: 食べてる, 待ってる, 知ってる.

BentukSopanBiasaSantai
Afirm.食べています食べている食べてる
Neg.食べていません食べていない食べてない
Lampau食べていました食べていた食べてた

Untuk tindakan kebiasaan atau berulang, 〜ている juga dapat digunakan: 毎週、テニスをしています 'Saya bermain tenis setiap minggu'. Jangan disamakan dengan present-perfect-continuous dalam bahasa Inggris; untuk 'saya sudah V selama X waktu', bahasa Jepang menggunakan 〜ている + durasi: 三年前から日本語を勉強しています 'Saya sudah belajar bahasa Jepang selama tiga tahun'.

Kesalahan yang sering terjadi: mengucapkan 知りません untuk menyatakan 'Saya tidak tahu' sudah benar hanya untuk pengetahuan yang belum diperoleh. Untuk menyatakan sedang tidak tahu, penutur asli mengucapkan 知らない / 知りません: tetapi untuk menyatakan 'Saya tahu', harus menggunakan 知っています (jangan pernah menggunakan 知ります biasa, yang tidak ada maknanya dalam arti itu).

  • 今、宿題をしています。 — sekarang, PR-OBJ lakukan-PROG (ima, shukudai o shite imasu)
    Saya sedang mengerjakan PR sekarang.
  • 彼は十年前から東京に住んでいます。 — dia-TOPIK 10-tahun-lalu-dari Tokyo-LOK tinggal-PROG (kare wa jūnen mae kara Tōkyō ni sunde imasu)
    Dia sudah tinggal di Tokyo selama sepuluh tahun.
  • ドアが開いています。 — pintu-SUBJ buka-PROG (doa ga aite imasu)
    Pintunya terbuka. (keadaan hasil)
  • あの人を知っていますか。 — orang-itu-OBJ tahu-PROG-Q (ano hito o shitte imasu ka)
    Apakah mengenal orang itu?
  • いいえ、知りません。 — tidak, tahu-NEG (iie, shirimasen)
    Tidak, saya tidak mengenal (mereka).
  • 今、何してる? — sekarang, apa lakukan-PROG-SANTAI (ima, nani shiteru?)
    Sedang apa sekarang?

できる / 〜ことができる: Bisa, mampu

Bahasa Jepang memiliki beberapa cara untuk menyatakan 'bisa / mampu'. Dua pola inti adalah できる dan bentuk potensial kata kerja.

1. N が できる: 'bisa melakukan N' / 'N dimungkinkan'. できる sendiri adalah kata kerja (Kelompok 2) yang berarti 'mampu / muncul / siap'. Hal yang bisa dilakukan ditandai dengan (partikel subjek), bukan を.

BentukContohMakna
Afirm.日本語ができますSaya bisa (berbicara) bahasa Jepang
Neg.運転ができませんSaya tidak bisa mengemudi
LampauテニスができましたSaya bisa bermain tenis
Lampau neg.できませんでしたSaya tidak bisa

2. V (biasa) + ことができる: 'mampu untuk V'. Sedikit lebih formal daripada bentuk potensial di bawah. Banyak digunakan dalam tulisan, tanda, dan pengumuman.

この席に座ることができます: 'Boleh duduk di kursi ini.' ここで写真を撮ることはできません: 'Tidak boleh memotret di sini.'

3. Bentuk potensial kata kerja (konjugasi bawaan, sering paling idiomatis dalam percakapan):

KelompokAturanContoh
1 (kata kerja -u)-u → -eru飲む → 飲める (nomeru) 'bisa minum'
1書く → 書ける'bisa menulis'
2 (kata kerja -ru)hilangkan る + られる食べる → 食べられる (taberareru) 'bisa makan'
3 するする → できるできる 'bisa melakukan'
3 来る来る → 来られる (korareru)'bisa datang'

Bentuk potensial berperilaku seperti kata kerja Kelompok 2: 飲める, 飲めない, 飲めた, 飲めなかった, 飲めて. Dalam percakapan santai, potensial Kelompok 2 sering disingkat dengan menghapus ら (disebut ra-nuki kotoba): 食べれる, 来れる, 見れる. Ini lazim dalam percakapan, tetapi masih dianggap informal/tidak baku dalam tulisan.

Perubahan partikel menyertai bentuk potensial: objek biasanya bergeser dari を ke が. 漢字を読む 'membaca kanji' → 漢字が読める 'bisa membaca kanji'. Keduanya sering terdengar, tetapi が adalah pilihan yang dianjurkan.

  • 日本語が少しできます。 — bahasa Jepang-SUBJ sedikit bisa (nihongo ga sukoshi dekimasu)
    Saya bisa (berbicara) sedikit bahasa Jepang.
  • 私は刺身が食べられません。 — saya-TOPIK sashimi-SUBJ makan-POTENSIAL-NEG (watashi wa sashimi ga taberaremasen)
    Saya tidak bisa makan sashimi.
  • ここでタバコを吸うことはできません。 — di-sini-LOK rokok-OBJ hisap hal-TOPIK bisa-NEG (koko de tabako o suu koto wa dekimasen)
    Tidak boleh merokok di sini.
  • やっと自転車に乗れるようになりました。 — akhirnya sepeda-di naik-POTENSIAL cara-LOK menjadi (yatto jitensha ni noreru yō ni narimashita)
    Saya akhirnya bisa mengendarai sepeda.
  • 明日、来られますか。 — besok, datang-POTENSIAL-Q (ashita, koraremasu ka)
    Apakah bisa datang besok?
  • この漢字、読めない。 — kanji ini, baca-POTENSIAL-NEG-SANTAI (kono kanji, yomenai)
    Saya tidak bisa membaca kanji ini.

Rangkaian te-form: Menghubungkan tindakan ('dan kemudian')

Gunakan te-form untuk merangkai dua klausa atau lebih dalam satu kalimat. Kala dan kesopanan kata kerja terakhir berlaku untuk seluruh kalimat; te-form kata kerja sebelumnya bersifat netral terhadap kala.

朝起きて、シャワーを浴びて、朝ご飯を食べました。 'Saya bangun, mandi, dan makan sarapan.' (lampau, sopan: ditentukan oleh kata kerja terakhir)

Perhatikan hanya 食べました yang membawa penanda lampau sopan; 起きて dan 浴びて mewarisinya dari konteks.

Fungsi rangkaian te-form

FungsiContohMakna
Urutan ('dan kemudian')学校に行って、勉強しますPergi ke sekolah dan belajar
Sebab/alasan雨が降って、行けなかったHujan turun, sehingga tidak bisa pergi
Cara ('dengan cara V')走って帰ったPulang dengan cara berlari
Koeksistensi ('dan juga')彼は背が高くて、優しいDia tinggi dan baik hati

Untuk meniadakan klausa sebelumnya dalam rangkaian, gunakan bentuk 〜なくて (untuk alasan yang bersifat keadaan) atau 〜ないで (untuk 'tanpa melakukan X'): 朝ご飯を食べないで、出かけた 'Saya pergi tanpa makan sarapan'. 時間がなくて、行けなかった 'Saya tidak punya waktu, sehingga tidak bisa pergi'.

Te-form kata sifat -i: -い → -くて. 高い → 高くて. Te-form kata sifat -na / kata benda: + で. 静かで, 学生で. Keduanya dapat masuk ke dalam rangkaian yang sama: この部屋は静かで、広いです 'Ruangan ini tenang dan luas.'

Rangkaian panjang umum dalam narasi, tetapi bisa terkesan bertele-tele jika digunakan berlebihan: untuk prosa yang lebih jelas, pisahkan menjadi kalimat terpisah atau gunakan konjungsi spesifik (それから, そして, から, ので).

  • 六時に起きて、新聞を読んで、会社に行きます。 — pukul-6-di bangun-TE, koran-OBJ baca-TE, kantor-ke pergi (rokuji ni okite, shinbun o yonde, kaisha ni ikimasu)
    Saya bangun pukul enam, membaca koran, dan pergi ke kantor.
  • 風邪をひいて、学校を休みました。 — pilek-OBJ terserang-TE, sekolah-OBJ istirahat[lampau] (kaze o hiite, gakkō o yasumimashita)
    Saya terserang pilek sehingga tidak masuk sekolah.
  • この店は安くて、おいしいです。 — toko ini-TOPIK murah-TE, enak-KOP (kono mise wa yasukute, oishii desu)
    Tempat ini murah dan enak.
  • お金がなくて、買えなかった。 — uang-SUBJ ada-NEG-TE, beli-POTENSIAL-NEG-LAMPAU (okane ga nakute, kaenakatta)
    Saya tidak punya uang sehingga tidak bisa membelinya.
  • 傘を持たないで出かけました。 — payung-OBJ bawa-NEG-tanpa pergi[lampau] (kasa o motanai de dekakemashita)
    Saya keluar tanpa membawa payung.
  • 彼女は親切で、頭がいい人です。 — dia-TOPIK baik-hati-TE, kepala-SUBJ baik orang-KOP (kanojo wa shinsetsu de, atama ga ii hito desu)
    Dia orang yang baik hati dan cerdas.

〜てください: Permintaan sopan ('tolong V')

Permintaan sopan standar adalah V-て + ください (kudasai) 'tolong V'. Digunakan untuk instruksi, undangan, dan meminta bantuan dalam ragam bahasa netral-sopan: tepat di ruang kelas, toko, tanda-tanda, dan sebagian besar interaksi sehari-hari dengan orang yang belum terlalu dikenal.

ちょっと待ってください。 'Tolong tunggu sebentar.' ここに名前を書いてください。 'Tolong tulis nama di sini.'

Permintaan negatif (tolong jangan V): gunakan V-ないで ください: 写真を撮らないでください 'Tolong jangan memotret'; 心配しないでください 'Tolong jangan khawatir'.

PolaContohMakna
V-て + ください座ってくださいTolong duduk
V-ないで + ください入らないでくださいTolong jangan masuk
お + batang-V + くださいお待ちくださいTolong tunggu (lebih sopan)

Untuk alternatif yang lebih lembut, lebih sopan dalam konteks layanan atau bisnis:

- 〜ていただけますか / いただけませんか: 'Dapatkah sekiranya V?' (sangat sopan, rendah hati): もう一度言っていただけますか 'Dapatkah sekali lagi mengucapkan itu?' - 〜てくれますか / 〜てもらえますか: informal di antara teman: ちょっと手伝ってくれる? 'Bisa bantu sedikit?' - お + batang ます + ください: permintaan honorifik formal, umum dalam pengumuman dan instruksi: ご注意ください 'Tolong berhati-hati', こちらにお名前をお書きください 'Tolong tulis nama di sini'.

Menghapus ください menyisakan V-て biasa, yang berfungsi sebagai permintaan lembut dan santai di antara orang-orang yang akrab: ちょっと待って 'Tunggu sebentar'. Bentuk imperatif biasa (飲め, 食べろ) juga ada tetapi merupakan perintah tegas: hanya di antara orang-orang yang sangat dekat, dalam olahraga, atau ketika menegur; menggunakannya dengan orang asing adalah tidak sopan.

  • もう一度言ってください。 — sekali-lagi ucap-TE tolong (mō ichido itte kudasai)
    Tolong ucapkan sekali lagi.
  • ここでタバコを吸わないでください。 — di-sini-LOK rokok-OBJ hisap-NEG-TE tolong (koko de tabako o suwanai de kudasai)
    Tolong jangan merokok di sini.
  • 少々お待ちください。 — sebentar tunggu-HONORIFIK tolong (shōshō omachi kudasai)
    Tolong tunggu sebentar. (formal)
  • ちょっと手伝ってくれる? — sebentar bantu-TE berikan-SANTAI-Q (chotto tetsudatte kureru?)
    Bisa bantu sedikit? (kepada teman)
  • もう一度説明していただけますか。 — sekali-lagi jelaskan-TE terima-POTENSIAL-Q (mō ichido setsumei shite itadakemasu ka)
    Dapatkah sekali lagi menjelaskan itu?
  • 気をつけてね。 — semangat-OBJ pasang-TE-NE (ki o tsukete ne)
    Hati-hati, ya? (santai)

Kata sifat: kata sifat -i dan kata sifat -na

Bahasa Jepang memiliki dua kelas kata sifat. Kata sifat -i berakhiran -い dalam bentuk kamusnya (高い takai 'mahal', 寒い samui 'dingin') dan berkonjugasi sendiri: negatif 高くない, lampau 高かった, lampau negatif 高くなかった, te-form 高くて. Kata sifat ini tidak memerlukan です untuk gramatikal, tetapi です ditambahkan untuk kesopanan. Kata sifat -na berperilaku lebih mirip kata benda (静か shizuka 'tenang', 元気 genki 'sehat'); kata-kata ini melekat pada kata benda berikutnya dengan な (静かな部屋 'kamar yang tenang') dan mengambil kala serta polaritasnya dari kopula です: 静かです, 静かじゃない, 静かでした, 静かじゃなかった. Menerapkan aturan -i pada kata sifat -na (dan sebaliknya) adalah kesalahan yang umum.

  • この本は高いです。 — kata sifat -i afirmatif
    Buku ini mahal.
  • 昨日は寒かったです。 — kata sifat -i lampau
    Kemarin dingin.
  • 静かな部屋が好きです。 — kata sifat -na + na + kata benda
    Saya suka kamar yang tenang.

Kopula です

です (desu) adalah kopula sopan yang menyetarakan dua frasa nomina (A は B です 'A adalah B') atau mengikuti kata sifat -na. Bentuk-bentuknya: non-lampau afirmatif です, non-lampau negatif じゃありません / じゃないです (lebih santai: じゃない), lampau でした, lampau negatif じゃありませんでした / じゃなかったです. Kopula biasa adalah だ (da), dengan negatif biasa じゃない dan lampau biasa だった. です dapat menutup kalimat secara lembut setelah kata sifat -i (高いです), meskipun secara gramatikal kata sifat -i sudah berfleksi sendiri untuk kala dan polaritas, sehingga です di sana tidak membawa kala: jangan pernah mengucapkan *高いでした.

  • 彼は医者です。 — dia-TOPIK dokter-KOP
    Dia adalah seorang dokter.
  • 学生じゃありません。 — siswa-KOP-NEG
    Saya bukan seorang siswa.
  • 昨日は休みでした。 — kemarin-TOPIK hari-libur-KOP-LAMPAU
    Kemarin adalah hari libur.

Partikel akhir kalimat: か, ね, よ

Partikel akhir kalimat menambahkan nuansa tanpa mengubah isi proposisional. か (ka) mengubah pernyataan menjadi pertanyaan; dalam percakapan sopan, partikel ini menggantikan tanda tanya dan intonasi naik: 学生ですか 'Apakah kamu seorang siswa?'. ね (ne) mencari kesepakatan atau konfirmasi, mirip dengan 'kan?' atau '…bukan?' dalam bahasa Indonesia; partikel ini mengasumsikan pendengar berbagi pandangan pembicara: いい天気ですね 'Cuacanya bagus, ya?'. よ (yo) menegaskan informasi yang diyakini pembicara baru bagi pendengar, atau menekankan sebuah poin: その店は今日休みですよ 'Toko itu tutup hari ini (sebaiknya tahu)'. Penggunaan よ yang salah bisa terkesan menggurui; penggunaan ね yang salah bisa terkesan sok tahu.

  • コーヒーが好きですか。 — kopi-SUBJ suka-KOP-Q
    Apakah suka kopi?
  • 今日は暑いですね。 — hari ini-TOPIK panas-KOP-NE
    Hari ini panas, ya?
  • 電車はもう出ましたよ。 — kereta-TOPIK sudah berangkat-YO
    Keretanya sudah berangkat, lho.

Kata bantu bilangan

Untuk menghitung benda dalam bahasa Jepang, harus menggunakan sufiks kata bantu bilangan yang sesuai dengan jenis benda. Strukturnya adalah angka + kata bantu bilangan, ditempatkan setelah kata benda dan partikelnya (本を三冊 'tiga buku'). Kata bantu bilangan umum: 人 (nin) untuk orang: perhatikan yang tidak beraturan 一人 hitori, 二人 futari; 個 (ko) untuk benda kecil bulat atau umum; 杯 (hai/bai/pai) untuk cangkir/gelas cairan, dengan perubahan bunyi (一杯 ippai, 三杯 sanbai); 本 (hon/bon/pon) untuk benda panjang berbentuk silinder seperti botol, pena, pohon (一本 ippon, 三本 sanbon). Seperangkat kata bantu bilangan asli (一つ, 二つ, 三つ …) dapat digunakan sebagai pengganti bila tidak yakin kata bantu bilangan spesifik mana yang berlaku.

  • 学生が三人います。 — siswa-SUBJ 3-KL-orang ada
    Ada tiga orang siswa.
  • 水を一杯ください。 — air-OBJ 1-KL-gelas tolong
    Satu gelas air, tolong.
  • ビールを二本飲みました。 — bir-OBJ 2-KL-botol minum[lampau]
    Saya minum dua botol bir.

Tingkat kesopanan dan honorifik

Bahasa Jepang mengkodekan hubungan sosial secara gramatikal. Dua ragam yang paling berguna adalah biasa (santai, bentuk kamus: digunakan di antara teman, keluarga, dan dalam tulisan) dan sopan (bentuk -ます / です: bawaan untuk orang asing, rekan kerja, dan situasi publik). Di luar sopan, terdapat keigo honorifik dengan dua sub-sistem lagi: 尊敬語 sonkeigo, yang meninggikan pendengar atau subjek (お読みになる, いらっしゃる), dan 謙譲語 kenjōgo, yang merendahkan pembicara (お読みする, 参る). Pelajar sebaiknya menguasai -ます sopan terlebih dahulu, kemudian menambahkan bentuk biasa untuk hubungan sehari-hari. Gunakan keigo penuh dalam konteks layanan, bisnis, dan formal; menggunakannya dengan teman dekat terkesan dingin atau sarkastis.

  • 食べる / 食べます / 召し上がる — biasa / sopan / honorifik (sonkeigo)
    makan (tiga tingkat)
  • 行く / 行きます / 参ります — biasa / sopan / rendah hati (kenjōgo)
    pergi (tiga tingkat)
  • 先生はもう帰られました。 — guru-TOPIK sudah pulang-HON
    Guru sudah pulang.