Bahasa Belanda Essential grammar

Singkatan yang digunakan dalam panduan ini

Setiap contoh di bawah ini memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Jangan khawatir untuk menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu kembali lihat kapan saja.

Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)

Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu pula f.pl, n.sg, dst.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat

Kala dan aspek · PRES — present (kini) · PRET — preterit (peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung atau kebiasaan) · FUT — futur (akan datang) · PERF — perfek (tindakan yang selesai dengan relevansi pada masa kini) · PROG — progresif (tindakan yang sedang berlangsung, misalnya sedang makan) · COND — kondisional (akan…)

Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)

Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku sendiri, dirimu sendiri) · PERSa personal (khusus bahasa Spanyol — menandai objek langsung berupa manusia) · HON — honorifik (bentuk yang sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (bahasa Jepang, Korea) · CL — klasifikator (bahasa Mandarin, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi

Urutan kata: V2 pada klausa utama, SOV pada klausa subordinat

Bahasa Belanda adalah bahasa V2: dalam klausa utama, verba terkonjugasi harus menempati posisi kedua, apa pun yang muncul di awal kalimat. Jika subjek berada di depan, urutan normal berlaku; jika keterangan waktu, objek, atau adverbia ditempatkan di depan, subjek berpindah ke belakang verba (inversi). Dalam klausa subordinat yang diawali konjungsi seperti 'omdat' (karena), 'dat' (bahwa), 'als' (jika/ketika), verba terkonjugasi pindah ke akhir klausa (SOV). Verba non-finit (infinitif, partisip) berkumpul di akhir klausa baik pada klausa utama maupun subordinat.

  • Ik drink koffie in de ochtend. — Saya minum kopi di pagi hari.
    Saya minum kopi di pagi hari.
  • In de ochtend drink ik koffie. — Pada pagi hari minum saya kopi.
    Pada pagi hari saya minum kopi. (inversi: verba tetap di posisi kedua)
  • Ik blijf thuis omdat ik moe ben. — Saya tinggal di rumah karena saya lelah adalah.
    Saya tinggal di rumah karena saya lelah. (klausa subordinat: verba di akhir)

Artikel: de / het

Kata benda dalam bahasa Belanda memiliki gender umum (menggunakan 'de') atau netral (menggunakan 'het'). Artikel tak tentu 'een' sama untuk keduanya. Sekitar dua pertiga kata benda adalah kata 'de', tetapi kamu harus menghafal gendernya untuk setiap kata benda. Semua bentuk jamak menggunakan 'de', apa pun gender aslinya. Diminutif (yang berakhiran -je) selalu 'het'. Ada kecenderungan tertentu (misalnya, kata untuk orang biasanya 'de'; kata yang berakhiran -isme, -ment biasanya 'het'), tetapi banyak pengecualian, jadi pelajari setiap kata benda beserta artikelnya.

  • de man, de vrouw, de tafel — pria itu, wanita itu, meja itu
    pria itu, wanita itu, meja itu (gender umum)
  • het kind, het huis, het boek — anak itu, rumah itu, buku itu
    anak itu, rumah itu, buku itu (netral)
  • een huis, de huizen — sebuah rumah, rumah-rumah itu
    sebuah rumah, rumah-rumah itu (semua bentuk jamak menggunakan 'de')

Pronomina: subjek, objek, posesif

Pronomina subjek: ik, jij/je, u (formal), hij, zij/ze, het, wij/we, jullie, zij/ze. Pronomina objek: mij/me, jou/je, u, hem, haar, het, ons, jullie, hen/hun (hen untuk objek langsung/setelah preposisi; hun untuk objek tidak langsung, meski bahasa Belanda lisan makin sering memakai 'hun' atau 'ze' untuk keduanya). Posesif: mijn, jouw/je, uw, zijn, haar, ons/onze (ons sebelum kata benda 'het' dan netral tunggal; onze untuk yang lain), jullie, hun. Bentuk bertekanan dan tak bertekanan (jij/je, mij/me) berbeda; bentuk pendek jauh lebih umum dalam bahasa lisan.

  • Ik zie hem en hij ziet mij. — Saya melihat dia dan dia melihat saya.
    Saya melihatnya dan dia melihat saya.
  • Dat is haar boek, niet mijn boek. — Itu adalah buku miliknya (perempuan), bukan buku saya.
    Itu bukunya, bukan buku saya.
  • Ons huis is groot; onze auto is klein. — Rumah kami besar; mobil kami kecil.
    Rumah kami besar; mobil kami kecil. (ons + kata benda 'het'; onze + kata benda 'de')

Konjugasi verba: bentuk reguler dan irregular utama

Verba reguler: ambil bentuk infinitif (misalnya 'werken' bekerja), hilangkan -en untuk mendapatkan batang kata ('werk'). Akhiran present: ik + batang kata; jij/hij/zij/het + batang kata+t; wij/jullie/zij + batang kata+en (= infinitif). Dalam inversi (verba sebelum jij), -t dihilangkan: 'werk jij?'. Konsonan akhir mengalami penyuaraan tak bersuara ('reizen' -> batang kata 'reis'). Irregular utama: zijn (menjadi/adalah) — ik ben, jij bent, hij is, wij/jullie/zij zijn. hebben (memiliki) — ik heb, jij hebt, hij heeft, wij hebben. gaan (pergi) — ik ga, jij gaat, wij gaan. kunnen (bisa) — ik kan, jij kan/kunt, hij kan, wij kunnen.

  • Ik werk, jij werkt, hij werkt, wij werken. — Saya bekerja, kamu bekerja, dia bekerja, kami bekerja.
    Konjugasi present tense dari verba reguler 'werken'.
  • Ben jij Nederlands? Ja, ik ben Nederlands. — Apakah kamu orang Belanda? Ya, saya orang Belanda.
    Apakah kamu orang Belanda? Ya, saya orang Belanda. (zijn, dengan inversi)
  • Heb je tijd? Ik kan vandaag niet. — Punya kamu waktu? Saya bisa hari ini tidak.
    Apakah kamu punya waktu? Hari ini saya tidak bisa. (hebben, kunnen)

Present tense (kala kini)

Bahasa Belanda hanya memiliki satu present tense; ia mencakup bentuk simple bahasa Indonesia ('saya bekerja') maupun continuous ('saya sedang bekerja'). Untuk makna progresif yang eksplisit, gunakan 'aan het + infinitif' dengan 'zijn': 'Ik ben aan het werken'. Present tense juga digunakan untuk masa depan dekat ketika konteksnya jelas ('Morgen ga ik naar Amsterdam' — Besok saya pergi ke Amsterdam). Dengan 'al' + keterangan waktu, present tense mencakup makna present perfect durasi dalam bahasa Indonesia: 'Ik woon hier al drie jaar' (Saya sudah tinggal di sini selama tiga tahun).

  • Ik lees een boek. — Saya membaca sebuah buku.
    Saya membaca / sedang membaca sebuah buku.
  • Hij is aan het koken. — Dia sedang pada memasak.
    Dia sedang memasak. (progresif eksplisit)
  • Wij wonen hier al vijf jaar. — Kami tinggal di sini sudah lima tahun.
    Kami sudah tinggal di sini selama lima tahun.

Bentuk lampau: perfectum dan imperfectum

Perfectum (present perfect) adalah bentuk lampau sehari-hari dalam bahasa lisan: auxiliary 'hebben' atau 'zijn' + partisip lampau di akhir. Sebagian besar verba menggunakan 'hebben'; verba gerak atau perubahan keadaan menggunakan 'zijn' (gaan, komen, worden, blijven, zijn itu sendiri). Partisip reguler: ge- + batang kata + -t/-d (ge-werk-t). Gunakan aturan t-kofschip: -t jika batang kata berakhiran t, k, f, s, ch, p; jika tidak, -d. Imperfectum (simple past) digunakan untuk deskripsi, tindakan kebiasaan, dan narasi: akhiran reguler -te(n)/-de(n) pada batang kata (werkte, werkten; leefde, leefden), mengikuti aturan t-kofschip yang sama.

  • Ik heb gisteren gewerkt. — Saya telah kemarin bekerja.
    Saya bekerja kemarin.
  • Zij is naar huis gegaan. — Dia adalah ke rumah pergi.
    Dia sudah pergi / pergi ke rumah. ('zijn' dengan verba gerak)
  • Toen ik klein was, woonde ik in Utrecht. — Ketika saya kecil adalah, tinggal saya di Utrecht.
    Ketika saya masih kecil, saya tinggal di Utrecht. (imperfectum untuk deskripsi)

Masa depan: gaan dan zullen

Bahasa Belanda tidak memiliki bentuk future yang berinfleksi. Cara paling umum untuk membicarakan masa depan adalah: (1) present tense dengan keterangan waktu — 'Morgen werk ik' (Besok saya bekerja); (2) 'gaan + infinitif' untuk tindakan yang direncanakan atau akan segera terjadi, mirip 'akan' dalam bahasa Indonesia — 'Ik ga koken' (Saya akan memasak); (3) 'zullen + infinitif' untuk prediksi, janji, saran, dan bentuk masa depan yang lebih formal — 'Het zal morgen regenen' (Besok akan hujan). 'Zullen' dikonjugasikan: ik zal, jij zult/zal, hij zal, wij/jullie/zij zullen.

  • Ik ga morgen naar de markt. — Saya pergi besok ke pasar.
    Besok saya pergi ke pasar. (gaan + infinitif tersirat)
  • We gaan een film kijken. — Kami pergi sebuah film menonton.
    Kami akan menonton film.
  • Ik zal je morgen bellen. — Saya akan kamu besok menelepon.
    Saya akan meneleponmu besok. (zullen — janji)

Negasi: niet vs geen

'Geen' menegasikan kata benda taktentu atau tidak spesifik (yang jika tidak akan memakai 'een' atau tanpa artikel, termasuk kata benda tak terhitung): 'Ik heb geen auto' (saya tidak punya mobil), 'Ik drink geen koffie' (saya tidak minum kopi). 'Niet' menegasikan segala yang lain: verba, adjektiva, adverbia, frasa nomina definit, dan seluruh kalimat. 'Niet' biasanya diletakkan di akhir klausa, tetapi sebelum adjektiva, frasa preposisional, adverbia tempat/cara, dan infinitif/partisip. Adverbia waktu diletakkan sebelum 'niet'.

  • Ik heb geen tijd. — Saya punya tidak ada waktu.
    Saya tidak punya waktu. (kata benda taktentu -> geen)
  • Ik ken die man niet. — Saya kenal pria itu tidak.
    Saya tidak kenal pria itu. (kata benda definit -> niet di akhir)
  • Het is vandaag niet koud. — Ini adalah hari ini tidak dingin.
    Hari ini tidak dingin. (niet sebelum adjektiva)

Pertanyaan: inversi dan kata tanya

Pertanyaan ya/tidak dibentuk dengan inversi: verba terkonjugasi pindah ke depan, diikuti subjek. Perhatikan bahwa ketika 'jij' mengikuti verba, akhiran -t dihilangkan ('jij werkt' tetapi 'werk jij?'). Pertanyaan dengan kata tanya dimulai dengan kata tanya, diikuti verba, lalu subjek: wie (siapa), wat (apa), waar (di mana), wanneer (kapan), waarom (mengapa), hoe (bagaimana), welk(e) (yang mana). Preposisi dengan 'wat' menjadi 'waar' + preposisi: 'waarover' (tentang apa), 'waarmee' (dengan apa).

  • Spreek je Nederlands? — Bicara kamu bahasa Belanda?
    Apakah kamu bicara bahasa Belanda?
  • Waar woon je? — Di mana tinggal kamu?
    Di mana kamu tinggal?
  • Waarom ben je laat? — Mengapa adalah kamu terlambat?
    Mengapa kamu terlambat?

Bentuk jamak kata benda: -en dan -s

Sebagian besar kata benda Belanda membentuk jamak dengan -en: boek -> boeken, hond -> honden. Penyesuaian ejaan menjaga panjang vokal: vokal pendek + satu konsonan menggandakan konsonan (man -> mannen); vokal panjang yang ditulis ganda dalam suku kata tertutup menjadi tunggal dalam suku kata jamak terbuka (raam -> ramen); -f/-s sering menjadi -v/-z sebelum -en (huis -> huizen, brief -> brieven). Bentuk jamak -s digunakan setelah -el, -em, -en, -er, -je yang tak bertekanan (tafel -> tafels, meisje -> meisjes), dan pada banyak kata serapan (auto's, foto's; apostrof menjaga vokal tetap panjang). Beberapa kata benda netral memakai -eren (kind -> kinderen).

  • boek -> boeken, man -> mannen — buku -> buku-buku, pria -> pria-pria
    Paling umum: -en, dengan penggandaan konsonan untuk vokal pendek.
  • tafel -> tafels, meisje -> meisjes — meja -> meja-meja, gadis -> gadis-gadis
    Jamak -s setelah -el dan -je.
  • kind -> kinderen, ei -> eieren — anak -> anak-anak, telur -> telur-telur
    Jamak -eren yang irregular (kelompok kecil dan tertutup kata benda netral).

Kesesuaian adjektiva: akhiran -e

Ketika adjektiva berada sebelum kata benda, ia mendapat -e di hampir semua kasus: 'de grote man', 'het grote huis', 'de grote huizen', 'mooie boeken'. Satu-satunya pengecualian: kata benda netral tunggal ('het') dengan determinator taktentu atau tanpa determinator menghilangkan -e -- 'een groot huis', 'groot huis', 'geen groot huis'. Dengan artikel definit, demonstrativa, dan posesif, -e selalu ada, bahkan dengan netral tunggal: 'het grote huis', 'mijn grote huis'. Adjektiva predikatif (setelah 'zijn', 'worden', 'blijven') tidak pernah berinfleksi: 'Het huis is groot'.

  • de grote tafel — een grote tafel — meja besar itu -- sebuah meja besar
    Gender umum: selalu -e.
  • het grote huis — een groot huis — rumah besar itu -- sebuah rumah besar
    Netral tunggal: -e dengan 'het', tanpa -e dengan 'een'.
  • Het huis is groot. — Rumah itu adalah besar.
    Predikatif: tanpa akhiran.

Diminutif: akhiran -je

Diminutif sangat umum dalam bahasa Belanda dan dibentuk dengan menambahkan -je (atau varian -tje, -etje, -pje, -kje tergantung bunyi sebelumnya) pada kata benda. Diminutif membuat sesuatu terdengar kecil atau penuh kasih sayang, tetapi sangat sering memiliki makna idiomatik atau pelunakan, bukan makna harfiah kecil. Semua diminutif berjenis netral ('het') dan membentuk jamak dengan -s. Beberapa kata terutama muncul dalam bentuk diminutifnya (meisje 'gadis', beetje 'sedikit').

  • een huis -> een huisje — sebuah rumah -> sebuah rumah kecil
    sebuah rumah (kecil) / pondok
  • een kop koffie -> een kopje koffie — secangkir kopi -> secangkir-kecil kopi
    secangkir kopi (idiomatik, bukan benar-benar kecil)
  • het meisje, de meisjes — gadis itu, gadis-gadis itu
    Diminutif selalu 'het'; jamak dengan -s.

Verba terpisah (op-staan, mee-doen)

Banyak verba Belanda terdiri dari prefiks (sering berupa preposisi atau adverbia: op, mee, uit, aan, af, in, terug) ditambah verba dasar. Dalam klausa utama, prefiks terpisah dari verba dan pindah ke akhir klausa: 'Ik sta om zeven uur op' (Saya bangun pukul tujuh). Dalam klausa subordinat, infinitif, dan partisip lampau, verba tetap bersama: 'omdat ik om zeven uur opsta'; 'opstaan' (infinitif); 'opgestaan' (partisip, dengan 'ge-' disisipkan antara prefiks dan batang kata). Tekanan jatuh pada prefiks, yang membedakan gabungan terpisah dari yang tak terpisah.

  • Ik sta elke dag om zeven uur op. — Saya berdiri setiap hari pukul tujuh atas.
    Saya bangun setiap hari pukul tujuh. (opstaan, terpisah)
  • Doe je mee met het spel? — Lakukan kamu serta dengan permainan itu?
    Apakah kamu ikut serta dalam permainan itu? (meedoen, terpisah)
  • Hij is vroeg opgestaan. — Dia adalah lebih awal atas-berdiri.
    Dia bangun lebih awal. (partisip: ge- di dalam gabungan)

KALA KINI: verba lemah reguler (werken, leven)

Verba reguler ('lemah') Belanda mengikuti satu paradigma yang konsisten dalam kala kini. Mulai dari infinitif (werken 'bekerja'), hilangkan -en untuk mendapatkan batang kata (werk), lalu tambahkan akhiran personal. Bentuk 'jij/u/hij/zij/het' selalu memakai batang kata + t; bentuk jamak (wij/jullie/zij) selalu memakai kembali infinitif. Dalam inversi, ketika 'jij' (hanya 'jij', bukan 'u' atau 'hij') mengikuti verba, -t dihilangkan: 'werk jij?'.

Orangwerken (bekerja)leven (hidup)praten (bicara)
ikwerkleefpraat
jij / jewerktleeftpraat
u (formal)werktleeftpraat
hij / zij / hetwerktleeftpraat
wij / wewerkenlevenpraten
julliewerkenlevenpraten
zij / zewerkenlevenpraten

Aturan ejaan yang perlu diperhatikan: (1) v/z akhir pada batang kata menjadi tak bersuara f/s dalam ejaan, sehingga 'leven' memiliki batang kata 'leef' (ik leef, jij leeft) tetapi kembali ke v dalam bentuk jamak (wij leven). (2) Batang kata yang berakhiran -t tidak pernah menggandakan t: 'praten' -> batang kata 'praat', sehingga 'jij praat' (bukan praatt). (3) Batang kata yang berakhiran -d tetap mendapat -t: 'antwoorden' -> 'jij antwoordt'. Negasi memakai 'niet' di akhir ('Ik werk niet'); 'geen' menegasikan kata benda taktentu yang mengikutinya ('Ik drink geen koffie').

  • Ik werk elke dag in Amsterdam. — Saya bekerja setiap hari di Amsterdam.
    Saya bekerja di Amsterdam setiap hari.
  • Waar werk jij? — Di mana bekerja kamu?
    Di mana kamu bekerja? (inversi menghilangkan -t pada jij)
  • Wij leven in een klein dorp. — Kami hidup di sebuah desa kecil.
    Kami tinggal di sebuah desa kecil.
  • Zij praat altijd te snel. — Dia bicara selalu terlalu cepat.
    Dia selalu bicara terlalu cepat. (praten: batang kata 'praat', tanpa t ganda)
  • Ik werk vandaag niet. — Saya bekerja hari ini tidak.
    Saya tidak bekerja hari ini.

WILLEN + infinitif (ingin)

Untuk mengatakan 'ingin melakukan sesuatu', bahasa Belanda memakai verba modal 'willen' dengan infinitif polos yang dikirim ke akhir klausa. 'Willen' sedikit irregular: bentuk tunggal menghilangkan 'l' kedua.

Orangwillen+ infinitif (gaan / eten / leren)
ikwilgaan / eten / leren
jij / jewil (atau wilt)gaan / eten / leren
uwiltgaan / eten / leren
hij / zij / hetwilgaan / eten / leren
wij / wewillengaan / eten / leren
julliewillengaan / eten / leren
zij / zewillengaan / eten / leren

Dalam 'jij wil', bentuk tanpa -t kini menjadi standar dalam bahasa Belanda sehari-hari; 'jij wilt' juga diterima, terutama dalam tulisan. Infinitif pindah ke akhir: 'Ik wil vanavond pizza eten' (Saya ingin makan pizza malam ini). Untuk 'saya ingin' yang lebih halus, gunakan bentuk subjungtif lampau 'ik zou willen' atau bentuk sopan 'ik wil graag' / 'ik zou graag... willen' (lihat bagian 'ingin sekali' di bawah). Untuk mengatakan 'menginginkan sesuatu' (kata benda, tanpa verba), hilangkan infinitifnya: 'Ik wil koffie' (Saya ingin kopi). Negatif: 'Ik wil niet gaan' (Saya tidak ingin pergi); 'Ik wil geen koffie' (Saya tidak ingin kopi sama sekali).

  • Ik wil vanavond pizza eten. — Saya ingin malam ini pizza makan.
    Saya ingin makan pizza malam ini.
  • Wat wil je vandaag doen? — Apa ingin kamu lakukan hari ini?
    Apa yang ingin kamu lakukan hari ini?
  • We willen Nederlands leren. — Kami ingin bahasa Belanda belajar.
    Kami ingin belajar bahasa Belanda.
  • Hij wil niet met ons mee komen. — Dia ingin tidak dengan kami datang.
    Dia tidak ingin ikut dengan kami.
  • Wil je een kopje koffie? — Ingin kamu secangkir kopi?
    Maukah kamu secangkir kopi? (tanpa verba setelah 'willen')

GAAN + infinitif (akan)

'Gaan + infinitif' adalah cara sehari-hari untuk mengungkapkan masa depan yang direncanakan atau segera terjadi, persis seperti 'going to' dalam bahasa Inggris. Bentuk terkonjugasi dari 'gaan' menempati posisi kedua; infinitif polos pindah ke akhir klausa. 'Gaan' irregular dalam bentuk tunggal (ga / gaat) tetapi reguler dalam bentuk jamak (gaan).

Oranggaan+ infinitif
ikgakoken / werken / slapen
jij / jegaat (gaat -> ga sebelum je dalam inversi: 'ga je?')koken / werken / slapen
ugaatkoken / werken / slapen
hij / zij / hetgaatkoken / werken / slapen
wij / wegaankoken / werken / slapen
julliegaankoken / werken / slapen
zij / zegaankoken / werken / slapen

Catatan: 'gaan' juga bisa berarti pergerakan harfiah ('pergi'); hanya konteks yang membedakan 'Saya akan pergi ke toko' (pergerakan) dari 'Saya akan membaca' (masa depan). Ketika 'gaan' diikuti oleh verba pergerakan lain, maknanya tetap masa depan, bukan pergerakan ganda: 'Ik ga zwemmen' = Saya akan berenang. Bandingkan dengan 'zullen + infinitief' yang lebih formal dan dipakai untuk janji, prediksi, dan tawaran ('Ik zal je morgen bellen', 'Saya akan meneleponmu besok'). Bandingkan juga dengan kala kini sederhana + kata waktu ('Morgen werk ik thuis', 'Besok saya bekerja dari rumah'), yang sama umumnya untuk masa depan yang terjadwal.

  • Ik ga vanavond koken. — Saya pergi malam ini masak.
    Saya akan masak malam ini.
  • Wat ga je dit weekend doen? — Apa pergi kamu akhir pekan ini lakukan?
    Apa yang akan kamu lakukan akhir pekan ini?
  • We gaan een film kijken. — Kami pergi sebuah film tonton.
    Kami akan menonton film.
  • Het gaat regenen. — Itu pergi hujan.
    Akan hujan.
  • Ze gaan volgend jaar naar Spanje verhuizen. — Mereka pergi tahun depan ke Spanyol pindah.
    Mereka akan pindah ke Spanyol tahun depan.

HEBBEN / ZIJN + partisip lampau (perfectum)

'Perfectum' (present perfect) adalah bentuk lampau lisan default dalam bahasa Belanda. Struktur: 'hebben' atau 'zijn' terkonjugasi pada posisi kedua + partisip lampau di akhir klausa.

Verba bantuhebben (sebagian besar verba)zijn (pergerakan / perubahan keadaan)
ikheb gewerktben gegaan
jij / jehebt gewerktbent gegaan
uhebt / heeft gewerktbent gegaan
hij / zij / hetheeft gewerktis gegaan
wij / jullie / zijhebben gewerktzijn gegaan

Membentuk partisip lampau verba reguler ('lemah'): ge- + batang kata + -t atau -d. Gunakan -t setelah batang kata yang berakhiran t, k, f, s, ch, p (konsonan-konsonan dari 't kofschip'); gunakan -d setelah konsonan lain dan setelah vokal. Contoh: werken -> gewerkt; praten -> gepraat; leven -> geleefd; horen -> gehoord. Verba yang sudah dimulai dengan be-, ge-, ver-, ont-, her-, er- TIDAK menambahkan ge- lagi: betalen -> betaald; verkopen -> verkocht. Verba kuat mengubah vokal batang kata dan berakhiran -en: lopen -> gelopen; schrijven -> geschreven; zijn -> geweest; hebben -> gehad; gaan -> gegaan; doen -> gedaan; zien -> gezien.

Pilih 'zijn' untuk verba pergerakan menuju tujuan (gaan, komen, vertrekken, aankomen) dan perubahan keadaan (worden 'menjadi', opgroeien 'tumbuh besar', sterven 'meninggal', blijven 'tetap', dan zijn itu sendiri). Sebagian besar verba lain memakai 'hebben'. Beberapa verba pergerakan memakai 'hebben' ketika menjelaskan aktivitasnya (we hebben gefietst, 'kami bersepeda') tetapi 'zijn' dengan tujuan (we zijn naar huis gefietst, 'kami bersepeda pulang').

  • Ik heb gisteren hard gewerkt. — Saya punya kemarin keras bekerja.
    Saya bekerja keras kemarin.
  • Zij is naar Amsterdam gegaan. — Dia adalah ke Amsterdam pergi.
    Dia sudah pergi ke Amsterdam.
  • Heb je de film gezien? — Punya kamu film itu lihat?
    Apakah kamu sudah menonton filmnya?
  • We hebben een nieuw huis gekocht. — Kami punya sebuah rumah baru beli.
    Kami sudah membeli rumah baru.
  • De kinderen zijn vroeg naar bed gegaan. — Anak-anak adalah lebih awal ke tempat tidur pergi.
    Anak-anak sudah tidur lebih awal.
  • Hij heeft de huur betaald. — Dia punya sewa itu bayar.
    Dia sudah membayar sewa. (betalen tidak menambah ge- ekstra)

Ik zou graag + infinitif (ingin sekali)

Untuk permintaan sopan dan keinginan yang dihaluskan ('saya ingin...'), bahasa Belanda memakai 'zou(den)' (bentuk kondisional dari 'zullen') ditambah 'graag' ('dengan senang hati') ditambah infinitif polos di akhir. 'Graag' membawa makna 'ingin'; tanpa itu, kalimatnya adalah kondisional netral.

Orangzou(den)+ graag + infinitif
ikzougraag koffie drinken
jij / jezougraag koffie drinken
uzougraag koffie drinken
hij / zij / hetzougraag koffie drinken
wij / wezoudengraag koffie drinken
julliezoudengraag koffie drinken
zij / zezoudengraag koffie drinken

Pola sopan kedua memakai 'willen' alih-alih infinitif polos, memberikan permintaan yang lebih halus lagi: 'Ik zou graag een kop koffie willen' (Saya ingin secangkir kopi). Alternatif sehari-hari yang lebih singkat hanyalah menambahkan 'graag' pada kalimat kala kini: 'Ik wil graag koffie' (Saya ingin kopi, harfiah 'Saya ingin dengan senang hati kopi'). Di restoran dan toko, baik 'Ik wil graag...' maupun 'Ik zou graag... willen' adalah bentuk sopan standar; 'Mag ik...?' ('Bolehkah saya...?') juga sama umumnya. Untuk mengubahnya menjadi pertanyaan, lakukan inversi: 'Zou je graag meegaan?' (Maukah kamu ikut?).

  • Ik zou graag een koffie drinken. — Saya akan dengan senang hati secangkir kopi minum.
    Saya ingin minum kopi.
  • We zouden graag morgen komen. — Kami akan dengan senang hati besok datang.
    Kami ingin datang besok.
  • Zou je graag met ons eten? — Akankah kamu dengan senang hati dengan kami makan?
    Maukah kamu makan bersama kami?
  • Zij zou graag een nieuwe fiets hebben. — Dia akan dengan senang hati sebuah sepeda baru punya.
    Dia ingin punya sepeda baru.
  • Ik zou graag de kaart willen, alstublieft. — Saya akan dengan senang hati menu itu ingin, tolong.
    Saya ingin menunya, tolong. (bentuk modal ganda yang lebih halus)

Aan het + infinitif (progresif) dan zijn + partisip kini

Bahasa Belanda tidak memiliki kala berkelanjutan yang terinfleksi; kala kini sederhana melakukan tugas ganda ('Ik werk' = Saya bekerja / Saya sedang bekerja). Ketika penutur perlu menekankan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung saat ini, struktur standarnya adalah 'zijn + aan het + infinitief'.

Orangzijn+ aan het + infinitief
ikbenaan het werken / koken / lezen
jij / jebentaan het werken
ubentaan het werken
hij / zij / hetisaan het werken
wij / wezijnaan het werken
julliezijnaan het werken
zij / zezijnaan het werken

Alternatif lain adalah 'zijn + verba postur (zitten/staan/liggen/lopen) + te + infinitief': 'Ik zit te lezen' (Saya sedang duduk membaca), 'Hij staat te wachten' (Dia sedang berdiri menunggu), 'Ze ligt te slapen' (Dia sedang berbaring tidur). Bentuk-bentuk ini menambahkan nuansa postur tubuh dan sangat alami dalam bahasa Belanda lisan.

Ada juga partisip kini sejati dalam -end (werkend, lopend, lachend), tetapi ini TIDAK dipakai untuk membentuk kala progresif seperti '-ing' dalam bahasa Inggris. Partisip -end dalam bahasa Belanda terutama dipakai secara adjektival ('een lachend kind', 'seorang anak yang tertawa') atau adverbial ('Hij kwam zingend binnen', 'Dia masuk sambil bernyanyi'). Jangan katakan 'Ik ben werkend' untuk berarti 'Saya sedang bekerja'; gunakan 'Ik ben aan het werken' sebagai gantinya.

  • Ik ben aan het werken. — Saya adalah pada yang bekerja.
    Saya sedang bekerja (saat ini).
  • Wat ben je aan het doen? — Apa adalah kamu pada yang lakukan?
    Apa yang sedang kamu lakukan?
  • De kinderen zijn in de tuin aan het spelen. — Anak-anak adalah di taman pada yang bermain.
    Anak-anak sedang bermain di taman.
  • Hij zit te lezen. — Dia duduk untuk membaca.
    Dia sedang membaca. (verba postur + te + infinitif)
  • Een lachend kind liep voorbij. — Seorang anak yang tertawa berlari lewat.
    Seorang anak yang tertawa berlari lewat. (penggunaan adjektival dari partisip -end)
  • Hij kwam zingend binnen. — Dia datang sambil bernyanyi ke dalam.
    Dia masuk sambil bernyanyi. (-end adverbial)

KUNNEN + infinitif (bisa, mampu)

'Kunnen' mengungkapkan kemampuan, kemungkinan, dan (dalam pertanyaan) permintaan sopan. Seperti modal Belanda lainnya, ia menempati posisi kedua dan mengirim infinitif utama ke akhir klausa. 'Kunnen' irregular: batang kata tunggalnya adalah 'kan'.

Orangkunnen+ infinitif
ikkanzwemmen / komen / helpen
jij / jekan (atau kunt)zwemmen
ukuntzwemmen
hij / zij / hetkanzwemmen
wij / wekunnenzwemmen
julliekunnenzwemmen
zij / zekunnenzwemmen

Baik 'jij kan' maupun 'jij kunt' benar; 'kunt' sedikit lebih formal dan lebih umum dalam tulisan. Bentuk lampau ('bisa/mampu'): kon (tunggal) / konden (jamak), misalnya 'Ik kon niet komen' (Saya tidak bisa datang). Kondisional ('bisa/akan mampu'): zou(den) kunnen, misalnya 'Zou je me kunnen helpen?' (Bisakah kamu membantu saya?, permintaan yang sangat sopan). Negatif: letakkan 'niet' sebelum infinitif di akhir klausa ('Ik kan vandaag niet werken'); gunakan 'geen' jika sebuah kata benda dinegasikan. 'Kunnen' tanpa infinitif bisa berarti 'menguasai (suatu bahasa/keterampilan)': 'Hij kan Nederlands' (Dia bisa bahasa Belanda), 'Zij kan pianospelen' biasanya ditulis 'Zij kan piano spelen'.

  • Ik kan niet zwemmen. — Saya bisa tidak berenang.
    Saya tidak bisa berenang.
  • Kun je me helpen? — Bisakah kamu saya bantu?
    Bisakah kamu membantu saya?
  • We kunnen morgen komen. — Kami bisa besok datang.
    Kami bisa datang besok.
  • Zij kon het antwoord niet vinden. — Dia bisa jawaban itu tidak temukan.
    Dia tidak bisa menemukan jawabannya. (lampau: kon)
  • Zou je me kunnen helpen? — Akankah kamu saya bisa bantu?
    Bisakah kamu membantu saya? (kondisional sopan)
  • Hij kan goed Nederlands. — Dia bisa baik bahasa Belanda.
    Dia bisa bahasa Belanda dengan baik. (kunnen tanpa infinitif: keterampilan)

Catatan: verba terpisah dalam konstruksi modal dan perfek

Verba terpisah (dibahas pada bagian sebelumnya: opstaan, meedoen, aankomen, uitgaan, terugkomen, dst.) berperilaku khusus ketika digabungkan dengan modal (willen, kunnen, moeten, zullen, mogen) atau dalam perfectum.

KonstruksiVerba terpisah tetap bersama?Contoh
Klausa utama, kala kini sederhanaTIDAK, prefiks pindah ke akhirIk sta om zeven uur op.
Klausa subordinatYA, tetap bergabung di akhir...omdat ik om zeven uur opsta.
Modal + infinitifYA, infinitif di akhir tetap bergabungIk wil vroeg opstaan.
Perfectum (partisip lampau)YA, ge- disisipkan antara prefiks dan batang kataIk ben vroeg opgestaan.
Te + infinitifYA, 'te' diletakkan antara prefiks dan batang kataHet is tijd om op te staan.

Jebakan utama: 'te' pada klausa om-te diletakkan DI ANTARA prefiks dan batang kata ('om op te staan', BUKAN 'om opstaan te' atau 'om te opstaan'). Demikian pula partisip 'ge-' disisipkan: opstaan -> opgestaan, meedoen -> meegedaan, uitnodigen -> uitgenodigd. Prefiks tak terpisah (be-, ver-, ont-, ge-, her-, er-) tidak pernah terpisah dan tidak pernah mendapat ge- dalam partisip: bestellen -> besteld; verkopen -> verkocht. Tekanan adalah penandanya: verba terpisah menekankan prefiks (OP-staan); verba tak terpisah menekankan batang kata (be-STEL-len).

  • Ik wil morgen vroeg opstaan. — Saya ingin besok pagi-pagi atas-berdiri.
    Saya ingin bangun pagi-pagi besok. (modal: opstaan tetap bergabung)
  • Zij heeft me voor het feest uitgenodigd. — Dia punya saya untuk pesta itu keluar-undang.
    Dia mengundang saya ke pesta. (uitnodigen -> uitgenodigd)
  • Het is tijd om op te staan. — Ini adalah waktu untuk atas untuk berdiri.
    Sudah waktunya untuk bangun. ('te' memisahkan gabungan)
  • We komen morgen terug. — Kami datang besok kembali.
    Kami akan kembali besok. (terugkomen, terpisah dalam klausa utama)
  • ...omdat we morgen terugkomen. — ...karena kami besok kembali-datang.
    ...karena kami akan kembali besok. (subordinat: bergabung)
  • Hij heeft het boek besteld. — Dia punya buku itu pesan.
    Dia memesan bukunya. (bestellen tak terpisah: tanpa ge-)