Setiap contoh di bawah ini memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Jangan khawatir untuk menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu kembali lihat kapan saja.
Orang dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)
Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu pula f.pl, n.sg, dst.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat
Kala dan aspek · PRES — present (kini) · PRET — preterit (peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung atau kebiasaan) · FUT — futur (akan datang) · PERF — perfek (tindakan yang selesai dengan relevansi pada masa kini) · PROG — progresif (tindakan yang sedang berlangsung, misalnya sedang makan) · COND — kondisional (akan…)
Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)
Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku sendiri, dirimu sendiri) · PERS — a personal (khusus bahasa Spanyol — menandai objek langsung berupa manusia) · HON — honorifik (bentuk yang sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (bahasa Jepang, Korea) · CL — klasifikator (bahasa Mandarin, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi
Urutan kata dasar bahasa Portugis adalah Subjek-Verba-Objek (SVO), sama seperti bahasa Inggris. Seperti bahasa-bahasa Roman lainnya, bahasa Portugis adalah bahasa pro-drop: pronoun subjek biasanya dihilangkan karena akhiran verba sudah menandai orangnya. Menyertakan pronoun menambah penekanan atau menghilangkan ambiguitas (terutama pada orang ketiga, di mana ele/ela/você berbagi bentuk verba yang sama). Adverbia dan frasa preposisional dapat berpindah posisi dengan cukup bebas; subjek juga bisa mengikuti verba, terutama pada verba intransitif (Chegou o trem). Namun, penempatan objek dan pronoun klitik mengikuti aturan ketat yang berbeda antara penggunaan Brasil (BR) dan Eropa (PT).
Artikel harus sesuai dengan kata benda dalam gender (maskulin/feminin) dan jumlah. Artikel tentu ('the'): o (m.sg), a (f.sg), os (m.pl), as (f.pl). Artikel tak tentu ('a/an/some'): um (m.sg), uma (f.sg), uns (m.pl), umas (f.pl). Bahasa Portugis secara wajib mengontraksikan artikel dengan preposisi de, em, a, por: de+o=do, de+a=da, em+o=no, em+a=na, a+o=ao, a+a=à (dengan aksen grave), por+o=pelo, por+a=pela. Artikel tentu juga digunakan sebelum nama orang dalam percakapan sehari-hari (terutama di PT dan BR bagian selatan: o João, a Maria) dan sebelum posesif di PT (o meu livro), sedangkan BR sering menghilangkannya (meu livro).
Subjek: eu, tu (PT, akrab) / você (BR, netral), ele/ela, nós / a gente (percakapan BR), vós (arkais) / vocês, eles/elas. Objek langsung: me, te, o/a, nos, vos, os/as. Objek tidak langsung: me, te, lhe, nos, vos, lhes. Refleksif: me, te, se, nos, vos, se. Penempatan adalah perbedaan utama antara BR dan PT: BR sangat menyukai proklisis (pronoun sebelum verba, bahkan di awal kalimat: Me chamo Ana), sedangkan PT mewajibkan enklisis dalam kalimat afirmatif netral (Chamo-me Ana) dan proklisis hanya setelah pemicu seperti negasi, kata penghubung subordinatif, atau kata tanya (Não me chamo Ana). Dalam percakapan BR, bentuk orang ketiga o/a/lhe sering digantikan oleh ele/ela atau bahkan dihilangkan.
Setiap kata benda bergender maskulin atau feminin. Akhiran umum: -o biasanya maskulin (livro, carro), -a biasanya feminin (casa, mesa); -agem, -dade, -ção bersifat feminin (viagem, cidade, nação); -ma yang berasal dari bahasa Yunani bersifat maskulin (problema, sistema). Adjektiva menyesuaikan gender dan jumlah dengan kata benda dan biasanya mengikutinya: um livro novo, uma casa nova, livros novos, casas novas. Beberapa adjektiva tidak berubah menurut gender (-e, -l, -z: inteligente, fácil, feliz) dan hanya menandai jumlah. Beberapa adjektiva berubah makna tergantung posisinya: um grande homem (pria yang hebat) vs um homem grande (pria yang besar). Partisip lampau yang digunakan sebagai adjektiva juga menyesuaikan.
Infinitif berakhiran -ar (konjugasi ke-1: falar), -er (ke-2: comer), atau -ir (ke-3: partir). Akhiran menandai orang, jumlah, kala, modus, dan aspek — sehingga pronoun subjek biasanya menjadi tidak perlu. Bahasa Portugis terkenal karena mempertahankan infinitif personal (yang berinfleksi menurut subjek) yang tidak dimiliki bahasa Spanyol maupun Prancis. Verba tidak beraturan penting yang perlu dihafal: ser ('menjadi/adalah', esensial/permanen), estar ('menjadi/adalah', keadaan/lokasi), ter ('memiliki', juga auxiliary untuk kala majemuk), ir ('pergi', auxiliary untuk futur periphrastic), haver ('ada', eksistensial dan auxiliary perfek arkais), fazer ('melakukan/membuat'), dizer ('mengatakan'), poder ('bisa'), querer ('ingin'), ver ('melihat'), vir ('datang'). Perubahan batang kata juga memengaruhi banyak verba -ir (dormir: durmo, dormes...).
Presente do indicativo menggambarkan tindakan kebiasaan, kebenaran umum, dan (berbeda dengan simple present bahasa Inggris) tindakan yang sedang terjadi saat ini. Akhiran: verba -ar mengambil -o, -as, -a, -amos, -ais, -am; verba -er -o, -es, -e, -emos, -eis, -em; verba -ir -o, -es, -e, -imos, -is, -em. Bentuk tu masih hidup di PT dan sebagian BR; di tempat lain BR menggantikannya dengan você + verba orang ketiga tunggal. Untuk menekankan tindakan yang sedang berlangsung, bahasa Portugis menggunakan estar + gerúndio (BR: estou falando) atau estar a + infinitivo (PT: estou a falar). Present juga dapat mengungkapkan peristiwa terjadwal di masa depan dekat: Amanhã viajo para o Rio ('Besok saya bepergian ke Rio').
Bahasa Portugis membedakan dua kala lampau sederhana utama. Pretérito perfeito (simple) melaporkan tindakan yang selesai dan terbatas: 'saya makan', 'kami tiba'. Akhiran: -ar -ei, -aste, -ou, -amos/-ámos, -astes, -aram; -er/-ir -i, -este, -eu/-iu, -emos/-imos, -estes, -eram. Pretérito imperfeito menggambarkan keadaan lampau yang berlangsung, kebiasaan, atau latar belakang: 'saya biasa makan', 'saat itu sedang hujan'. Akhiran: -ar -ava, -avas, -ava, -ávamos, -áveis, -avam; -er/-ir -ia, -ias, -ia, -íamos, -íeis, -iam. Catatan: 'falei' dalam bahasa Portugis mencakup baik 'saya berbicara' maupun 'saya telah berbicara' dalam bahasa Inggris — bentuk majemuk 'tenho falado' membawa makna khusus 'saya sudah berbicara (berulang kali, akhir-akhir ini)'.
Bahasa Portugis memiliki dua bentuk masa depan utama. Futur sintetik (futuro do presente) menambahkan akhiran pada infinitif lengkap: -ei, -as, -a, -emos, -eis, -ão (falarei, falarás, falará...). Bentuk ini terdengar formal/tertulis; dalam percakapan, baik BR maupun PT lebih menyukai bentuk periphrastic ir + infinitivo: vou falar ('saya akan berbicara'). Futur sintetik juga digunakan untuk mengungkapkan dugaan pada masa kini (Será verdade? 'Apakah itu benar, ya?'). Kondisional (futuro do pretérito), dibentuk dengan akar kata yang sama dan akhiran -ia, -ias, -ia, -íamos, -íeis, -iam (falaria), mengungkapkan situasi hipotetis. Beberapa verba memiliki batang futur yang memendek: dizer -> direi, fazer -> farei, trazer -> trarei.
Seperti bahasa Spanyol, bahasa Portugis memiliki dua verba untuk 'menjadi/adalah'. Ser mengungkapkan sifat esensial, definitif, atau permanen: identitas, asal, profesi, kebangsaan, bahan, waktu/tanggal, kepemilikan (Sou médico, É de Lisboa, A mesa é de madeira). Estar mengungkapkan keadaan, kondisi, lokasi, dan situasi sementara (Estou cansado, A chave está na mesa). Kontrasnya sering sejajar dengan bahasa Inggris 'is' vs 'is currently/feels': Ele é nervoso = dia orangnya memang gugupan; Ele está nervoso = dia sedang gugup sekarang. Lokasi permanen gedung/kota menggunakan ficar atau ser (Lisboa fica em Portugal). Estar juga menjadi auxiliary untuk aspek progresif (estar + gerúndio/a + infinitivo).
Verba bahasa Portugis terbagi menjadi tiga konjugasi yang dikenali dari akhiran infinitifnya: -AR (ke-1: falar 'berbicara'), -ER (ke-2: comer 'makan'), -IR (ke-3: partir 'pergi/berangkat'). Present indikatif adalah kala utama yang paling banyak dipakai: mencakup tindakan kebiasaan, kebenaran umum, dan (berbeda dengan simple present bahasa Inggris) apa yang sedang terjadi saat ini. Hilangkan akhiran infinitif dan tambahkan akhiran personal di bawah ini. Ketiga bentuk bahasa Portugis 'tu' (digunakan di PT dan sebagian wilayah BR), 'você' (bentuk 'kamu' baku di BR), dan 'o senhor / a senhora' (formal) semuanya menempati SLOT yang sama: tu memakai akhiran orang ke-2 khusus, sedangkan você dan o(a) senhor(a) memakai bentuk orang ketiga tunggal yang sama.
| Orang | falar (-AR) | comer (-ER) | partir (-IR) |
|---|---|---|---|
| eu | falo | como | parto |
| tu | falas | comes | partes |
| ele / ela / você | fala | come | parte |
| nós | falamos | comemos | partimos |
| vós (arkais) | falais | comeis | partis |
| eles / elas / vocês | falam | comem | partem |
Catatan: (1) baris 'vós' pada dasarnya sudah tidak dipakai dalam percakapan modern, hanya bertahan dalam liturgi dan beberapa dialek PT bagian utara. Gunakan 'vocês' untuk 'kalian'. (2) 'a gente' ('kita') dalam percakapan BR memakai verba orang ketiga tunggal: a gente fala. (3) Banyak verba -IR memiliki perubahan batang kata hanya pada bentuk 'eu' (dormir: durmo, dormes, dorme...; preferir: prefiro, preferes...; servir: sirvo, serves...). (4) Perubahan ejaan semata: verba -car, -gar, -çar mengubah c/g/ç sebelum akhiran -e (hanya relevan pada preterite/subjungtif, bukan pada present).
'Querer' ('ingin') yang langsung diikuti infinitif mengungkapkan keinginan atau maksud. Tidak ada preposisi di antara kedua verba: querer falar, querer comer, querer ir. Polanya persis seperti bahasa Inggris 'want to + verb', dan verba kedua tetap dalam bentuk infinitif apa pun subjeknya. 'Querer' sendiri tidak beraturan pada present indikatif.
| Orang | querer | + infinitif |
|---|---|---|
| eu | quero | falar / comer / partir |
| tu | queres | falar / comer / partir |
| ele / ela / você | quer | falar / comer / partir |
| nós | queremos | falar / comer / partir |
| eles / elas / vocês | querem | falar / comer / partir |
Gunakan untuk keinginan masa kini ('saya ingin secangkir kopi', 'saya ingin pergi'), permintaan yang agak sopan ('Quero um café, por favor'), dan untuk memperkenalkan rencana yang sudah kamu niatkan. Untuk kesopanan yang sesungguhnya, gunakan 'gostaria de + infinitivo' (lihat bagian tersebut). Catatan: ketika subjek kedua verba berbeda, bahasa Portugis mewajibkan present subjungtif setelah 'que': Quero que você venha ('saya ingin kamu datang'), BUKAN 'Quero você vir'. Kesalahan umum pembelajar adalah menyisipkan 'a' atau 'de' di antara querer dan infinitif, meniru 'tener que' bahasa Spanyol atau 'I want TO go' bahasa Inggris. Jangan: cukup 'quero ir'.
Cara sehari-hari untuk berbicara tentang masa depan baik dalam bahasa Portugis Brasil maupun Eropa adalah 'ir + infinitivo' (tanpa preposisi di antara keduanya, tidak seperti bahasa Spanyol 'ir A + infinitivo'). Futur sintetik (falarei, falarás...) memang ada tetapi terdengar formal atau sastrawi; dalam percakapan, yang akan kamu dengar adalah 'vou falar'. 'Ir' tidak beraturan:
| Orang | ir | + infinitif |
|---|---|---|
| eu | vou | falar / comer / partir |
| tu | vais | falar / comer / partir |
| ele / ela / você | vai | falar / comer / partir |
| nós | vamos | falar / comer / partir |
| eles / elas / vocês | vão | falar / comer / partir |
Gunakan untuk: (1) rencana masa depan dekat ('Vou ligar para ela amanhã'), (2) niat dan keputusan yang baru saja dibuat ('Vou pedir um suco'), (3) prediksi ('Vai chover'). Penanda waktu yang sering menyertainya: amanhã, depois, daqui a pouco, hoje à noite, no próximo mês. Untuk mengatakan 'pergi (ke suatu tempat)', 'ir' memakai preposisi 'a' atau 'para': vou a Lisboa, vou para casa. Kesalahan yang sering terjadi adalah menyisipkan 'a' sebelum infinitif meniru pola bahasa Spanyol ('voy A hablar' -> 'vou A falar'). Dalam bahasa Portugis, hilangkan 'a': cukup 'vou falar'.
Bahasa Portugis memiliki kala perfek majemuk yang dibentuk dengan 'ter' ('memiliki') + partisip lampau. Yang penting, maknanya BUKAN present perfect bahasa Inggris. Bentuk 'tenho falado' tidak berarti 'saya telah berbicara (sekali, pada suatu waktu)'. Sebaliknya, artinya adalah 'saya sudah berbicara terus-menerus (berulang kali atau berkelanjutan, akhir-akhir ini, sampai sekarang)'. Untuk tindakan selesai yang terjadi sekali, bahasa Portugis memakai preterite sederhana: falei = 'saya berbicara' SEKALIGUS 'saya telah berbicara' (dalam pengertian bahasa Inggris).
| Orang | ter (present) | + partisip lampau |
|---|---|---|
| eu | tenho | falado / comido / partido |
| tu | tens | falado / comido / partido |
| ele / ela / você | tem | falado / comido / partido |
| nós | temos | falado / comido / partido |
| eles / elas / vocês | têm | falado / comido / partido |
Partisip lampau dibentuk dengan mengganti -ar -> -ado dan -er/-ir -> -ido. Bentuk tidak beraturan meliputi: feito (fazer), dito (dizer), visto (ver), posto (pôr), aberto (abrir), escrito (escrever), vindo (vir). Partisip tetap tidak berubah dalam bentuk majemuk ini (tidak menyesuaikan). Penanda waktu yang sering menyertai: ultimamente, nestes últimos dias, esta semana, há algum tempo. Kesalahan umum: menerjemahkan 'I have eaten' bahasa Inggris sebagai 'tenho comido'. Jika maksudmu 'saya sudah makan (sekali, tadi)', katakan 'já comi'. Jika maksudmu 'saya sudah makan banyak akhir-akhir ini', maka 'tenho comido' tepat.
Cara sopan untuk meminta sesuatu atau mengungkapkan keinginan adalah 'gostaria de + infinitivo'. Ini adalah bentuk kondisional dari 'gostar' ('menyukai'), dan berbeda dengan 'querer + infinitivo', pola ini mewajibkan preposisi 'de' di antara verba yang dikonjugasikan dan infinitifnya. Padanannya sangat dekat dengan 'I would like to' bahasa Inggris. Akhiran kondisional (-ia, -ias, -ia, -íamos, -íeis, -iam) sama untuk ketiga konjugasi.
| Orang | gostar (kondisional) | + de + infinitif |
|---|---|---|
| eu | gostaria | de falar / de comer / de ir |
| tu | gostarias | de falar / de comer / de ir |
| ele / ela / você | gostaria | de falar / de comer / de ir |
| nós | gostaríamos | de falar / de comer / de ir |
| eles / elas / vocês | gostariam | de falar / de comer / de ir |
Gunakan di toko, restoran, hotel, dan konteks formal lainnya: 'Gostaria de reservar uma mesa', 'Gostaria de um café, por favor'. Perlu dicatat bahwa 'gostaria de + kata benda' juga berlaku (gostaria de um café = 'saya ingin secangkir kopi'). Untuk 'saya ingin kamu melakukan X' (subjek berbeda), gunakan 'gostaria que você + imperfect subjungtif': Gostaria que você viesse ('saya ingin kamu datang'). Pola 'gostava de + infinitivo' (imperfect indikatif) adalah padanan sehari-hari PT yang sama umumnya: Gostava de ir ao cinema ('saya ingin pergi ke bioskop').
Untuk mengungkapkan tindakan yang sedang berlangsung saat ini ('saya sedang makan'), bahasa Portugis memakai dua konstruksi regional yang berbeda. Ini adalah salah satu perbedaan gramatikal paling mencolok antara Portugis Eropa (PT) dan Portugis Brasil (BR), dan salah memakainya langsung menandai kamu sebagai penutur varian yang salah.
Portugis Brasil (BR): estar + gerúndio (bentuk -ndo)
Dibentuk dengan estar + gerund -ndo: falando, comendo, partindo. Gerund ini tidak berubah bentuk.
| Orang | estar | + gerúndio |
|---|---|---|
| eu | estou | falando / comendo / partindo |
| você / ele / ela | está | falando / comendo / partindo |
| nós | estamos | falando / comendo / partindo |
| vocês / eles / elas | estão | falando / comendo / partindo |
Portugis Eropa (PT): estar a + infinitivo
Dibentuk dengan estar + preposisi 'a' + infinitif polos.
| Orang | estar | + a + infinitif |
|---|---|---|
| eu | estou | a falar / a comer / a partir |
| tu | estás | a falar / a comer / a partir |
| você / ele / ela | está | a falar / a comer / a partir |
| nós | estamos | a falar / a comer / a partir |
| vocês / eles / elas | estão | a falar / a comer / a partir |
Kedua struktur ini menggambarkan tindakan pada momen sekarang (estou comendo = estou a comer = 'saya sedang makan sekarang') dan juga bisa menggambarkan keadaan progresif lampau dengan 'estar' dalam bentuk imperfek (estava comendo / estava a comer = 'saya sedang makan'). Selain aspek progresif, gerund -ndo juga muncul di PT, tetapi dalam pemakaian non-progresif (Saiu correndo / a correr = 'dia pergi sambil berlari'). Pertahankan varian sesuai audiensmu. Cara netral yang aman dalam tulisan yang ditujukan untuk keduanya adalah tidak memakai keduanya dan mengandalkan present sederhana (Como agora = 'saya makan sekarang').
'Poder' mencakup 'can', 'may', dan 'to be able to' dalam bahasa Inggris, langsung diikuti infinitif tanpa preposisi. Verba ini mengungkapkan kemampuan, izin, kemungkinan, dan permintaan sopan. 'Poder' tidak beraturan pada present indikatif, dan preteritnya (pude, pudeste, pôde...) juga berbeda dari bentuk present orang ketiga tunggal (pode), sehingga konteks yang membedakannya.
| Orang | poder | + infinitif |
|---|---|---|
| eu | posso | falar / comer / partir |
| tu | podes | falar / comer / partir |
| ele / ela / você | pode | falar / comer / partir |
| nós | podemos | falar / comer / partir |
| eles / elas / vocês | podem | falar / comer / partir |
Penggunaan: (1) Kemampuan: Posso nadar dez quilômetros ('saya bisa berenang sepuluh kilometer'). (2) Izin: Posso entrar? ('Bolehkah saya masuk?'). (3) Kemungkinan: Pode chover ('Mungkin akan hujan'). (4) Permintaan sopan: Pode me passar o sal? / Pode passar-me o sal? ('Bisakah kamu tolong ambilkan garamnya?'). Bentuk kondisional 'poderia' membuat permintaan lebih sopan: 'Poderia me ajudar?' Untuk 'tahu caranya', bahasa Portugis memakai 'saber + infinitivo', bukan 'poder' (Sei nadar = 'saya tahu cara berenang'; Posso nadar agora = 'saya bisa berenang sekarang / saya diizinkan berenang sekarang'). Kesalahan umum adalah mencampuradukkan keduanya: 'saya bisa berenang' sebagai keterampilan yang dipelajari adalah 'sei nadar', bukan 'posso nadar'.
Kedua verba berarti 'menjadi/adalah', tetapi keduanya membagi wilayah konsep secara berbeda. Kontras rincinya ada di bagian 'Ser vs estar' di atas. Berikut ini contekan cepat untuk memilih yang tepat secara spontan.
| Gunakan SER untuk... | Gunakan ESTAR untuk... |
|---|---|
| Identitas, nama, profesi (Sou médico) | Keadaan sementara (Estou cansado) |
| Asal, kebangsaan (Sou do Brasil) | Lokasi orang/benda saat ini (Estou em casa) |
| Bahan (A mesa é de madeira) | Kondisi saat ini (A sopa está fria) |
| Waktu, tanggal, hari (São três horas) | Suasana hati / bagaimana perasaanmu saat ini (Está feliz) |
| Kepemilikan (O livro é meu) | Hasil dari perubahan baru-baru ini (A loja está fechada) |
| Karakteristik permanen (Ela é alta) | Auxiliary aspek progresif: estar + gerúndio / a + inf |
Kontras cepat di mana pilihannya mengubah makna:
| Kalimat | Makna |
|---|---|
| Ele é nervoso | Dia orangnya memang gugupan (sifat) |
| Ele está nervoso | Dia sedang gugup sekarang (keadaan) |
| Ela é bonita | Dia cantik (secara umum) |
| Ela está bonita | Dia terlihat cantik hari ini (pada kesempatan ini) |
| O café é bom | Kopi itu enak (pada umumnya) |
| O café está bom | Kopi ini enak (sekarang) |
Untuk lokasi kota/gedung (permanen), bahasa Portugis lebih menyukai 'ficar' atau 'ser': Lisboa fica em Portugal / Lisboa é em Portugal. Untuk orang dan benda yang bisa berpindah, 'estar' adalah aturannya.
Negasi standar menempatkan não tepat sebelum verba (atau sebelum pronoun klitik apa pun yang menempel padanya): Não falo inglês. Pronoun objek berada di antara não dan verba dalam proklisis: Não me viu. Bahasa Portugis memakai negasi ganda dengan bebas ketika sebuah kata negatif mengikuti verba: Não vi ninguém ('saya tidak melihat siapa pun' — secara harfiah 'tidak melihat tidak.seorang.pun'); Não tenho nada. Jika kata negatif mendahului verba, não dihilangkan: Ninguém veio. Dalam percakapan BR, não penekan di akhir klausa umum dijumpai: Não sei não ('saya benar-benar tidak tahu'). Kata negatif lainnya: nunca (tidak pernah), jamais (tidak pernah sama sekali), nada (tidak ada apa-apa), nenhum/-a (tidak ada, tidak satu pun), nem (juga tidak, bahkan tidak).
Kalimat tanya ya/tidak dibentuk hanya dengan intonasi naik; urutan kata tetap SVO. Você fala português? Inversi subjek-verba tidak diwajibkan (meski mungkin dalam tulisan). Kalimat tanya-wh memakai kata tanya: o que / que (apa), quem (siapa), onde (di mana), quando (kapan), como (bagaimana), por que (mengapa; BR juga mengeja porque/por que/porquê tergantung posisinya; PT menulis porquê), quanto/-a (berapa), qual / quais (yang mana). BR sering menyisipkan penegas 'é que' setelah kata tanya: Onde é que você mora? ('Di mana kamu tinggal?'). Bentuk polos Onde você mora? juga baik-baik saja. Pertanyaan gaung dan tag question memakai não é? (sering dilafalkan 'né?' di BR).
Sebagian besar kata benda menambahkan -s untuk bentuk jamak: livro -> livros, casa -> casas. Kata benda yang berakhiran -r, -s, -z menambahkan -es: mulher -> mulheres, mês -> meses, luz -> luzes. Sebagian besar yang berakhiran -m mengubah -m menjadi -ns: homem -> homens, jardim -> jardins. Kata benda berakhiran -al, -el, -ol, -ul menghilangkan -l dan menambahkan -is: animal -> animais, papel -> papéis, lençol -> lençóis, paul -> pauis. Kata benda berakhiran -il yang mendapat tekanan berubah menjadi -is (funil -> funis); -il tanpa tekanan menjadi -eis (fácil -> fáceis). Kata benda berakhiran -ão memiliki tiga pola jamak: -ões (yang paling umum: canção -> canções), -ães (pão -> pães), dan -ãos (mão -> mãos) — ini harus dihafalkan.
Verba refleksif memakai pronoun (me, te, se, nos, vos, se) yang merujuk kembali ke subjeknya. Banyak yang menggambarkan rutinitas sehari-hari: chamar-se (bernama), levantar-se (bangun), deitar-se (berbaring/tidur), lavar-se (mencuci diri), vestir-se (berpakaian), sentar-se (duduk), lembrar-se (mengingat), esquecer-se (melupakan). Infinitifnya biasanya disebutkan dengan klitik yang menempel memakai tanda hubung. Dalam kalimat nyata, penempatannya kembali terbagi menurut varian: BR lebih menyukai proklisis (Eu me chamo Pedro), PT memakai enklisis dalam kalimat afirmatif netral (Eu chamo-me Pedro). Setelah negasi, kata sambung, dan kata tanya, kedua varian memakai proklisis: Não me lembro. Refleksif resiprokal berarti 'satu sama lain': Eles se amam / amam-se.
Sistem orang kedua sangat bervariasi menurut wilayah. PT mempertahankan tu (tunggal informal) dengan bentuk verba orang kedua yang sesungguhnya (tu falas) dan memakai você sebagai alternatif sopan/formal. BR sebagian besar sudah kehilangan tu (kecuali di wilayah Selatan dan Timur Laut, sering dengan verba orang ketiga tunggal: tu fala) dan memakai você sebagai 'kamu' serbaguna. Sapaan formal dalam kedua varian memakai o senhor / a senhora ('tuan/nyonya'), selalu dengan verba orang ketiga: O senhor pode me ajudar? Penempatan klitik (me, te, se, lhe, o/a...) adalah perbedaan tata bahasa tertulis terbesar: proklisis BR adalah bawaan di mana pun; enklisis PT adalah bawaan, dengan proklisis dipicu oleh negasi, kata sambung subordinatif, kata tanya, adverbia tertentu (já, sempre, talvez), dan kata tak tentu. Setelah verba futur/kondisional, PT menyisipkan klitik ke tengah verba (mesoklisis): dar-lhe-ei ('saya akan memberikan kepadanya').
Bahasa Portugis memiliki rangkaian vokal nasal yang kaya, ditulis dengan tilde (ã, õ) atau dengan vokal yang diikuti m atau n di akhir suku kata (sim, bom, dente). Vokal nasal dilafalkan melalui hidung tanpa menutup mulut sepenuhnya — tidak ada konsonan 'ng' seperti dalam bahasa Inggris di akhirnya. Diftong ão (seperti pada pão, não) adalah bunyi yang paling khas: luncuran 'ow' yang sangat nasal. Bentuk jamaknya ões (canções) dan bentuk feminin ã (maçã, irmã) mengikuti kualitas nasal yang sama. Diftong nasal penting lainnya: ãe (mãe, pães), õe (põe), ui (muito dilafalkan 'muĩtu'). Menguasai vokal nasal sangat penting: pão (roti) vs pau (tongkat), não (tidak) vs nau (kapal laut) hanya dibedakan oleh nasalisasi.