Setiap contoh di bawah memiliki tiga bagian: teks asli, glosa harfiah yang menjelaskan cara kerja setiap kata, dan terjemahan alami. Glosa menggunakan beberapa label singkatan agar tetap ringkas. Tidak perlu menghafalnya — ini adalah referensi yang bisa kamu lihat kembali kapan saja.
Persona dan jumlah · 1sg / 2sg / 3sg — orang pertama / kedua / ketiga tunggal (saya, kamu, dia) · 1pl / 2pl / 3pl — orang pertama / kedua / ketiga jamak (kami/kita, kalian, mereka)
Gender dan kasus · m / f / n — maskulin / feminin / netral · sg / pl — tunggal / jamak · m.sg — gabungan: maskulin tunggal (begitu juga f.pl, n.sg, dst.) · NOM / ACC / GEN / DAT / INS / LOC — kasus gramatikal (nominatif/akusatif/genitif/datif/instrumental/lokatif) — peran yang dimainkan kata tersebut dalam kalimat
Kala dan aspek · PRES — present (kini) · PRET — preterit (peristiwa lampau yang sudah selesai) · IMPF — imperfek (situasi lampau yang berlangsung atau kebiasaan) · FUT — future (akan datang) · PERF — perfek (tindakan selesai dengan relevansi masa kini) · PROG — progresif (tindakan sedang berlangsung, misalnya sedang makan) · COND — kondisional (akan/mau…)
Modus · IND — indikatif (pernyataan biasa) · SUBJ — subjungtif (ketidakpastian, harapan, keraguan) · IMP — imperatif (perintah) · INF — infinitif (bentuk kamus: pergi, makan)
Lainnya · REFL — refleksif (tindakan pada diri sendiri: diriku, dirimu) · PERS — a personal (khusus bahasa Spanyol — menandai objek langsung manusia) · HON — honorifik (bentuk sangat sopan, umum dalam bahasa Jepang/Korea) · TOP / SUB / OBJ — penanda topik / subjek / objek (Jepang, Korea) · CL — klasifikator (Cina, Jepang, Korea — kata penggolong untuk kata benda) · NEG — negasi
Bahasa Turki adalah bahasa berurutan Subjek-Objek-Verba (SOV). Verba hampir selalu berada di akhir kalimat, dan semua unsur lain (subjek, objek, adverbia, keterangan tempat) mendahuluinya. Pewatas diletakkan sebelum kata yang diwatasinya: adjektiva sebelum nomina, pemilik sebelum yang dimiliki. Karena akhiran verba sudah mengandung informasi persona dan jumlah subjek, kata ganti subjek biasanya dihilangkan kecuali penutur ingin memberi penekanan atau kontras. Urutan kata di dalam kalimat cukup fleksibel untuk keperluan penekanan — unsur yang diletakkan tepat sebelum verba cenderung menjadi fokus — tetapi verba itu sendiri tetap berada di akhir pada kalimat pernyataan netral.
Bahasa Turki membentuk kata dengan menumpuk akhiran pada akar kata dalam urutan yang ketat dan dapat diprediksi. Satu kata saja dapat membawa informasi yang dalam bahasa Indonesia memerlukan satu frasa penuh: jumlah, kepemilikan, kasus, kala, persona, negasi, pertanyaan, dan lain-lain. Setiap akhiran memiliki satu fungsi dan ditambahkan pada slot yang tetap, sehingga begitu kamu tahu urutannya, kamu bisa mengurai kata yang sangat panjang. Untuk nomina, urutannya kurang lebih akar + jamak + posesif + kasus. Untuk verba, urutannya kurang lebih akar + (negasi) + kala/aspek + persona + (pertanyaan). Karena akhiran-akhiran ini melekat dengan sangat rapi, mempelajari bahasa Turki sebagian besar adalah soal mempelajari akhiran mana yang ditambahkan dan dalam urutan apa.
Harmoni vokal adalah aturan bunyi paling penting dalam bahasa Turki: vokal pada akhiran berubah untuk menyesuaikan vokal akar kata. Ada dua sumbu. (1) Depan/belakang: vokal depan (e, i, ö, ü) mengambil vokal akhiran depan; vokal belakang (a, ı, o, u) mengambil vokal akhiran belakang. (2) Bulat/tak bulat: berlaku untuk akhiran vokal tinggi (I empat-arah, ditulis ı/i/u/ü), yang meniru sifat depan/belakang sekaligus bulat/tak bulat dari vokal terakhir akar kata. Akhiran vokal rendah (A dua-arah, ditulis a/e) hanya mengikuti sumbu depan/belakang. Setelah kamu menghayati pola-pola ini, sebagian besar pemilihan akhiran menjadi otomatis.
Bahasa Turki tidak memiliki gender gramatikal: nomina, pronomina, dan adjektiva tetap sama baik merujuk pada laki-laki, perempuan, maupun benda. Kata ganti orang ketiga "o" mencakup dia (laki-laki), dia (perempuan), dan itu. Bahasa Turki juga tidak memiliki artikel definit yang setara dengan "the" dalam bahasa Inggris. Kepastian rujukan diungkapkan dengan cara lain: melalui akhiran kasus akusatif pada objek langsung (menandainya sebagai spesifik), melalui akhiran posesif, melalui kata tunjuk (bu "ini," şu "itu (dekat lawan bicara)," o "itu (jauh)"), atau semata-mata melalui konteks. Sebuah nomina polos bisa berarti "sebuah buku," "buku itu," atau sekadar "buku" secara umum, tergantung kalimat di sekitarnya.
Kata "bir" secara harfiah berarti "satu" dan juga berfungsi sebagai artikel taktentu "sebuah/se-". Letakkan tepat sebelum nomina (setelah adjektiva apa pun): "bir kitap" (sebuah buku), "güzel bir kitap" (sebuah buku yang bagus). Gunakan "bir" ketika kamu memperkenalkan sesuatu yang baru atau tidak spesifik. Kata ini sering dihilangkan ketika nomina bersifat umum atau jamak, dan tidak digunakan dengan nama diri atau dengan nomina yang sudah membawa akhiran posesif. Untuk menegaskan makna numerik "satu," beri tekanan pada "bir" atau letakkan setelah adjektiva: "bir tane" (satu buah, persis satu). Tanpa "bir," sebuah nomina tunggal polos biasanya merujuk pada kategori secara umum.
Kata ganti orang adalah: ben (saya), sen (kamu, tunggal informal), o (dia/itu), biz (kami/kita), siz (kalian, jamak atau tunggal formal), onlar (mereka). Karena setiap verba yang dikonjugasikan berakhir dengan akhiran persona, kata ganti subjek biasanya dihilangkan dalam tuturan netral dan hanya ditambahkan untuk penekanan, kontras, atau kejelasan. Kata ganti mengalami deklinasi melalui sistem kasus yang sama dengan nomina, dengan beberapa bentuk tidak beraturan pada genitif dan akusatif: benim (milikku, dariku), beni (aku, sebagai objek), bana (kepadaku), bende (padaku), benden (dariku); senin, seni, sana; onun, onu, ona. "Siz" juga berfungsi sebagai bentuk sopan tunggal "kamu," mirip dengan "vous" dalam bahasa Prancis.
Nomina dalam bahasa Turki mengambil akhiran kasus yang menunjukkan perannya dalam kalimat. Enam kasus inti adalah: Nominatif (tanpa akhiran, digunakan untuk subjek dan objek taktentu); Akusatif -ı/-i/-u/-ü, menandai objek langsung yang spesifik/definit; Datif -a/-e, berarti "ke" atau "menuju"; Lokatif -da/-de (atau -ta/-te setelah konsonan takbersuara), berarti "di/pada"; Ablatif -dan/-den (atau -tan/-ten), berarti "dari"; dan Genitif -ın/-in/-un/-ün, menandai pemilik. Semua akhiran ini tunduk pada harmoni vokal, sehingga bentuk yang dipilih bergantung pada vokal terakhir nomina. Sebuah -n- penyangga muncul sebelum akhiran kasus pada nomina yang dimiliki (evi-n-de = di rumahnya).
Setiap verba dalam bahasa Turki dibentuk sebagai: akar + (negasi) + akhiran kala/aspek + akhiran persona. Bentuk kamus berakhiran -mek atau -mak (gelmek "datang," almak "mengambil"); hilangkan -mek/-mak untuk mendapatkan akar kata. Kala dan aspek diungkapkan melalui akhiran tertentu (-iyor, -ir/-er, -di, -miş, -ecek, dst.), dan sekumpulan akhiran persona terpisah (berbeda untuk setiap kala) menunjukkan siapa subjeknya. Karena kala dan persona sama-sama terkandung dalam verba, sebuah kalimat satu kata seperti "geliyorum" sudah berarti "Saya sedang datang." Negasi diselipkan di antara akar dan akhiran kala; partikel tanya dan partikel lain melekat lebih jauh ke luar.
Akhiran -iyor mengungkapkan tindakan yang sedang terjadi saat ini atau yang umumnya berlangsung belakangan ini. Meskipun ditulis dengan empat vokal tinggi ı/i/u/ü dalam bentuk -Iyor, bagian -yor itu sendiri tidak mengalami harmoni — hanya vokal penghubung sebelumnya yang harmonis. Pola lengkapnya adalah: akar verba (hilangkan vokal akhir jika ada) + vokal penghubung yang dipilih sesuai harmoni + -yor + akhiran persona. Akhiran persona untuk kala ini adalah -um, -sun, — (tanpa akhiran), -uz, -sunuz, -lar. Jadi "gel-iyor-um" (saya sedang datang), "yap-ıyor-sun" (kamu sedang melakukan), "oku-yor" (dia sedang membaca). Ini adalah kala kini andalan dan juga digunakan untuk rencana masa depan yang dekat.
Akhiran aorist (-ir/-ır/-ur/-ür atau -er/-ar, dengan beberapa bentuk yang bergantung pada akar kata) mengungkapkan kebiasaan, kebenaran umum, perilaku yang dapat diprediksi, kesediaan, dan tawaran sopan — bukan tindakan yang sedang terjadi saat ini. Kurang lebih: sebagian besar akar bersuku kata banyak mengambil kelompok -ir; banyak akar bersuku kata satu mengambil -er/-ar; sekelompok kecil tidak beraturan. Akhiran persona sama dengan akhiran kopula: -im, -sin, —, -iz, -siniz, -ler. Aorist negatif menggunakan -mez/-maz sebagai gantinya. Bandingkan dengan -iyor yang kontinu, yang menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung. "Çay içerim" = Saya minum teh (secara umum); "Çay içiyorum" = Saya sedang minum teh (saat ini). Aorist juga umum digunakan dalam peribahasa, permintaan sopan, dan tawaran.
Bahasa Turki memiliki dua kala lampau utama. Lampau definit -di/-dı/-du/-dü (atau -ti/-tı/-tu/-tü setelah konsonan takbersuara) menggambarkan peristiwa yang disaksikan langsung atau diketahui pasti oleh penutur: "geldim" (saya datang), "yaptın" (kamu melakukan). Akhiran persona: -m, -n, —, -k, -niz, -ler. Lampau reportatif atau evidensial -miş/-mış/-muş/-müş menggambarkan peristiwa yang tidak disaksikan langsung oleh penutur — kabar dari orang lain, dugaan, keterkejutan, mimpi, cerita: "gelmiş" (dia datang, katanya / saya dengar dia datang). Akhiran persona sama seperti aorist (-im, -sin…). Pilihan antara -di dan -miş adalah perbedaan evidensial yang bermakna, yang dalam bahasa Indonesia biasanya diungkapkan dengan kata seperti "katanya" atau "rupanya."
Kala future menggunakan -ecek (setelah akar vokal depan) atau -acak (setelah akar vokal belakang), diikuti akhiran persona jenis kopula. -k terakhir pada -ecek/-acak melunak menjadi -ğ- sebelum vokal, sehingga "geleceğim" (saya akan datang), "alacağım" (saya akan mengambil). Paradigma lengkap dengan "gel-": geleceğim, geleceksin, gelecek, geleceğiz, geleceksiniz, gelecekler. Negasi diselipkan di antara akar dan -ecek: "gel-me-yeceğim" (saya tidak akan datang). Gunakan future untuk rencana, janji, dan prediksi. Untuk tindakan yang sangat dekat di masa depan atau yang sudah direncanakan, bahasa Turki sering lebih memilih present continuous ("yarın geliyorum" = saya datang besok), mirip dengan bahasa Indonesia.
Verba dinegasikan dengan infiks -me-/-ma- yang disisipkan di antara akar dan akhiran kala: gel-iyor-um (saya sedang datang) → gel-mi-yor-um (saya tidak sedang datang), di mana -me- diperpendek sebelum -iyor. Contoh: yap-ma-dı-m (saya tidak melakukan), gel-me-yeceğim (saya tidak akan datang), iç-mez (dia tidak minum, aorist negatif tidak beraturan: -mez/-maz). Untuk nomina, adjektiva, dan padanan "menjadi/adalah," bahasa Turki menggunakan kata terpisah "değil" (tidak), yang mengambil akhiran kopula: "öğrenci değilim" (saya bukan murid), "güzel değil" (itu tidak cantik). "Yok" berarti "tidak ada," lawan dari "var" (ada).
Kalimat tanya ya/tidak menggunakan partikel taktekanan mı/mi/mu/mü, ditulis sebagai kata terpisah tetapi mengikuti harmoni dengan kata sebelumnya. Partikel ini biasanya muncul tepat setelah unsur yang ditanyakan dan membawa akhiran persona pada pertanyaan verba: "Geliyor musun?" (Apakah kamu sedang datang?), "Türk müsün?" (Apakah kamu orang Turki?). Untuk kala lampau, partikel mengikuti seluruh verba: "Geldin mi?" (Apakah kamu sudah datang?). Kalimat tanya-wh menggunakan kata tanya yang diletakkan di posisi tempat jawabannya akan berada, tanpa mengubah urutan kata: kim (siapa), ne (apa), nerede (di mana), ne zaman (kapan), niçin/neden (mengapa), nasıl (bagaimana), kaç (berapa), hangi (yang mana). Intonasi naik sedikit, tetapi tidak diperlukan partikel tambahan pada kata tanya-wh.
Akhiran jamak adalah -lar (setelah vokal belakang: a, ı, o, u) atau -ler (setelah vokal depan: e, i, ö, ü), sekali lagi tunduk pada harmoni vokal. Akhiran ini melekat langsung pada akar nomina, sebelum akhiran posesif dan kasus: ev-ler-im-de (di rumah-rumahku), kitap-lar-ı (buku-bukunya / buku-buku itu, akusatif). Yang penting, bahasa Turki TIDAK menggunakan bentuk jamak setelah angka atau kata kuantitas: "iki kitap" (dua buku), "çok ev" (banyak rumah), bukan "iki kitaplar." Bentuk jamak digunakan ketika nomina berdiri sendiri dan merujuk pada beberapa benda spesifik, atau untuk kategori umum orang. Dengan subjek jamak, verba juga bisa mengambil -lar, tetapi ini sering dihilangkan ketika subjeknya adalah benda mati.
Bahasa Turki tidak menggunakan kata posesif terpisah seperti "milikku" atau "milikmu" di depan nomina — kepemilikan sudah tertanam dalam nomina itu sendiri melalui sebuah akhiran. Akhiran-akhirannya adalah: -(i)m (milikku), -(i)n (milikmu, tunggal), -(s)i (miliknya), -(i)miz (milik kami/kita), -(i)niz (milik kalian), -leri (milik mereka). Vokal awal opsional muncul ketika nomina berakhiran konsonan; -s- opsional muncul ketika nomina berakhiran vokal dan akhirannya adalah orang ketiga. Semua bentuk ini mengikuti harmoni vokal. Konstruksi posesif lengkap juga menandai pemilik dengan genitif: "benim ev-im" (rumahku), "Ali-nin ev-i" (rumah Ali). Kata pemilik sering dihilangkan karena akhirannya sudah menunjukkan itu milik siapa.
Karena bahasa Turki bersifat aglutinatif, begitu kamu tahu enam akhiran persona untuk setiap kala, setiap verba dikonjugasikan dengan cara yang sama (dengan penyesuaian harmoni vokal). Berikut adalah verba gelmek "datang" (akar vokal depan) yang ditampilkan pada kala-kala utama. Untuk setiap kala, akhiran persona sama saja terlepas dari akarnya; hanya vokal penghubung yang berubah. Setelah setiap tabel, kolom varian harmoni vokal menunjukkan seperti apa bentuk yang setara pada akar vokal belakang almak "mengambil."
Present continuous (-Iyor)
| Persona | gelmek (depan) | almak (belakang) |
|---|---|---|
| 1sg ben | geliyorum | alıyorum |
| 2sg sen | geliyorsun | alıyorsun |
| 3sg o | geliyor | alıyor |
| 1pl biz | geliyoruz | alıyoruz |
| 2pl siz | geliyorsunuz | alıyorsunuz |
| 3pl onlar | geliyorlar | alıyorlar |
Catatan: bagian -yor tidak pernah mengalami harmoni; vokal penghubung (i/ı/u/ü) yang mengalaminya. Akhiran persona adalah -um/-sun/-(nihil)/-uz/-sunuz/-lar, tetap untuk kala ini.
Aorist / present sederhana (-Ir / -Er)
| Persona | gelmek (depan, -ir tidak beraturan) | almak (belakang) | yapmak (belakang, -ar) |
|---|---|---|---|
| 1sg | gelirim | alırım | yaparım |
| 2sg | gelirsin | alırsın | yaparsın |
| 3sg | gelir | alır | yapar |
| 1pl | geliriz | alırız | yaparız |
| 2pl | gelirsiniz | alırsınız | yaparsınız |
| 3pl | gelirler | alırlar | yaparlar |
Catatan: banyak akar bersuku kata satu mengambil -ir/-ır/-ur/-ür (gelir, alır, bilir, durur); yang lain mengambil -er/-ar (yapar, gider, eder). Akhiran persona adalah -im/-sin/-(nihil)/-iz/-siniz/-ler dengan harmoni empat-arah penuh.
Lampau definit (-DI, disaksikan)
| Persona | gelmek | almak |
|---|---|---|
| 1sg | geldim | aldım |
| 2sg | geldin | aldın |
| 3sg | geldi | aldı |
| 1pl | geldik | aldık |
| 2pl | geldiniz | aldınız |
| 3pl | geldiler | aldılar |
Catatan: akhiran ini muncul sebagai -di/-dı/-du/-dü setelah konsonan bersuara dan sebagai -ti/-tı/-tu/-tü setelah konsonan takbersuara (gitti "dia pergi," yaptı "dia melakukan"). Akhiran persona: -m/-n/-(nihil)/-k/-niz/-ler.
Lampau evidensial (-mIş, kabar dari orang lain / dugaan)
| Persona | gelmek | almak |
|---|---|---|
| 1sg | gelmişim | almışım |
| 2sg | gelmişsin | almışsın |
| 3sg | gelmiş | almış |
| 1pl | gelmişiz | almışız |
| 2pl | gelmişsiniz | almışsınız |
| 3pl | gelmişler | almışlar |
Catatan: akhiran persona sama seperti aorist (akhiran kopula). Gunakan -mIş ketika kamu tidak menyaksikan peristiwa itu langsung, ketika kamu menduganya, atau ketika kamu terkejut olehnya.
Future (-EcEk)
| Persona | gelmek | almak |
|---|---|---|
| 1sg | geleceğim | alacağım |
| 2sg | geleceksin | alacaksın |
| 3sg | gelecek | alacak |
| 1pl | geleceğiz | alacağız |
| 2pl | geleceksiniz | alacaksınız |
| 3pl | gelecekler | alacaklar |
Catatan: -k terakhir melunak menjadi -ğ- di antara dua vokal (geleceğim, bukan *gelecekim). Akhirannya adalah -ecek setelah akar vokal depan dan -acak setelah akar vokal belakang.
Untuk mengatakan "ingin melakukan X" dalam bahasa Turki, gunakan infinitif polos dari verba utama (berakhiran -mek atau -mak) diikuti bentuk terkonjugasi dari istemek "ingin." Infinitifnya tidak berubah. Hanya istemek yang dikonjugasikan, biasanya dalam present continuous ("sedang menginginkan" = saat ini menginginkan) atau dalam aorist ("menginginkan" sebagai preferensi yang tetap).
istemek dalam present continuous (paling umum untuk keinginan saat ini)
| Persona | bentuk |
|---|---|
| 1sg ben | istiyorum |
| 2sg sen | istiyorsun |
| 3sg o | istiyor |
| 1pl biz | istiyoruz |
| 2pl siz | istiyorsunuz |
| 3pl onlar | istiyorlar |
Pola lengkap: gitmek istiyorum (saya ingin pergi), yemek yemek istiyorsun (kamu ingin makan makanan), uyumak istiyor (dia ingin tidur). Infinitif datang lebih dulu; istemek datang terakhir, sebagai verba utama kalimat.
Negasi: negasikan istemek, bukan infinitifnya: gitmek istemiyorum (saya tidak ingin pergi). Untuk "tidak ingin X terjadi," bahasa Turki biasanya menggunakan klausa subordinat subjungtif, bukan infinitif polos.
Untuk keinginan yang tetap dan khas ("saya selalu ingin…") gunakan aorist: isterim, istersin, ister, isteriz, istersiniz, isterler. Jadi çay içmek isterim = "Saya (pada umumnya) ingin minum teh / Saya mau teh." Untuk bertanya secara sopan "apakah kamu mau…?" gunakan aorist dengan partikel tanya: çay ister misiniz? (apakah Anda mau teh?).
Bahasa Turki tidak memiliki konstruksi "akan pergi" terpisah seperti dalam bahasa Inggris. Ada dua cara mengungkapkan rencana masa depan:
1. Akhiran future -EcEk (-ecek setelah akar vokal depan, -acak setelah akar vokal belakang) adalah future serbaguna. Akhiran ini mencakup semua nuansa "akan." Gunakan untuk prediksi, janji, dan rencana yang jelas-jelas di masa depan. Akhiran personanya adalah akhiran kopula, dan -k melunak menjadi -ğ- sebelum vokal (geleceğim). 2. Present continuous (-Iyor) yang digunakan untuk rencana masa depan sangat umum ketika rencana sudah diatur dan waktunya cukup dekat. "Yarın geliyorum" (saya datang besok) terasa lebih konkret dan pasti daripada "yarın geleceğim" (saya akan datang besok), mirip kontras dalam bahasa Indonesia antara mengatakan sebuah rencana yang sudah pasti dan sekadar sebuah niat.
Future dari gelmek (datang)
| Persona | future (-EcEk) | present continuous sebagai future |
|---|---|---|
| 1sg | geleceğim | geliyorum (yarın) |
| 2sg | geleceksin | geliyorsun |
| 3sg | gelecek | geliyor |
| 1pl | geleceğiz | geliyoruz |
| 2pl | geleceksiniz | geliyorsunuz |
| 3pl | gelecekler | geliyorlar |
Varian harmoni vokal dengan almak (mengambil, vokal belakang): alacağım, alacaksın, alacak, alacağız, alacaksınız, alacaklar.
Negasi diletakkan di antara akar dan akhiran future, dengan penyangga -y-: gel-me-yeceğim (saya tidak akan datang), al-ma-yacaksın (kamu tidak akan mengambil). Kalimat tanya ya/tidak menggunakan mi yang diletakkan setelah akar future dan sebelum akhiran persona: gelecek misin? (apakah kamu akan datang?), alacak mısınız? (apakah Anda akan mengambilnya?).
Bentuk sopan "ingin sekali" dalam bahasa Turki dibangun dengan pola -mek istemek yang sama, tetapi istemek dikonjugasikan dalam salah satu dari dua bentuk sopan.
1. isterdim (aorist lampau dari istemek): bentuk "saya ingin sekali" yang hipotetis dan sedikit lebih sopan. Konjugasi: isterdim, isterdin, isterdi, isterdik, isterdiniz, isterdiler. Bentuk ini terdengar lebih ragu-ragu dan sangat cocok untuk pesanan di restoran, permintaan, dan harapan yang tidak diharapkan akan terwujud. 2. istiyorum / istiyoruz dengan pelunakan intonasi dan kata lütfen (tolong) atau rica ederim: gaya permintaan sopan sehari-hari. "Bir çay istiyorum, lütfen" sudah cukup sopan di sebuah kafe.
Untuk kesopanan maksimal, terutama dalam surat resmi atau kepada orang asing, kamu juga bisa menggunakan arzu etmek "berhasrat" atau istirham etmek "memohon," tetapi isterdim adalah padanan sopan standar dari "saya ingin sekali" dalam bahasa Indonesia.
Konjugasi lengkap isterdim
| Persona | bentuk | arti |
|---|---|---|
| 1sg | isterdim | saya ingin sekali |
| 2sg | isterdin | kamu ingin sekali |
| 3sg | isterdi | dia ingin sekali |
| 1pl | isterdik | kami/kita ingin sekali |
| 2pl | isterdiniz | Anda/kalian ingin sekali |
| 3pl | isterdiler | mereka ingin sekali |
Gunakan bentuk ini dengan infinitif -mek polos di depannya: gitmek isterdim (saya ingin sekali pergi), bilmek isterdik (kami ingin sekali tahu), bir kahve isterdim (saya ingin sekali secangkir kopi, tanpa verba utama karena nomina langsung menjadi objek istemek).
Bentuk ini juga digunakan untuk mengungkapkan penyesalan: gelmek isterdim ama vaktim yoktu (saya ingin sekali datang, tetapi saya tidak punya waktu).
Kemampuan dan izin diungkapkan dengan akhiran -ebil- (setelah akar vokal depan) atau -abil- (setelah akar vokal belakang), disisipkan di antara akar verba dan akhiran kala/persona. Akhiran ini diikuti kala apa pun yang kamu inginkan (present continuous, aorist, future, lampau). Bentuk kamus gabungannya adalah -ebilmek / -abilmek ("bisa/mampu").
gelmek (depan) dalam aorist kemampuan
| Persona | bentuk | arti |
|---|---|---|
| 1sg | gelebilirim | saya bisa datang |
| 2sg | gelebilirsin | kamu bisa datang |
| 3sg | gelebilir | dia bisa datang |
| 1pl | gelebiliriz | kami/kita bisa datang |
| 2pl | gelebilirsiniz | kalian bisa datang |
| 3pl | gelebilirler | mereka bisa datang |
Varian harmoni vokal dengan almak (belakang): alabilirim, alabilirsin, alabilir, alabiliriz, alabilirsiniz, alabilirler.
Bentuk negatif "tidak bisa" tidak beraturan: menggunakan -eme-/-ama- (bukan *-emebil-), dan dalam aorist menjadi -emez/-amaz. Jadi gelemem (saya tidak bisa datang), gelemezsin (kamu tidak bisa datang, lebih tegas), alamam (saya tidak bisa mengambil). Dalam present continuous: gelemiyorum (saya tidak bisa datang saat ini).
Gunakan aorist gelebilirim untuk kemampuan atau izin secara umum ("saya bisa datang / saya diizinkan datang / mungkin saya datang"). Gunakan present continuous gelebiliyorum untuk kemampuan saat ini ("saya bisa datang saat ini"). Untuk kemampuan lampau gunakan gelebildim (saya bisa datang, dan memang datang) vs gelebilirdim (saya bisa saja datang, tetapi belum tentu datang).
Akhiran yang sama juga digunakan untuk permintaan sopan dan kemungkinan: "Pencereyi açabilir misiniz?" (Bisakah Anda membuka jendela?), "Yağmur yağabilir" (Mungkin akan hujan).
Imperatif dalam bahasa Turki singkat dan langsung. Bentuknya bergantung pada siapa lawan bicaranya:
| Lawan bicara | akhiran pada akar verba | contoh (gelmek) | contoh (almak) |
|---|---|---|---|
| 2sg sen (informal) | akar polos | gel! (ayo datang!) | al! (ambil!) |
| 2pl siz (formal / jamak) | -(y)In | gelin! / geliniz! | alın! / alınız! |
| 2pl sangat formal / tertulis | -(y)InIz | geliniz! | alınız! |
| 3sg o (biarkan dia…) | -sIn | gelsin (biarkan dia datang) | alsın (biarkan dia mengambil) |
| 3pl onlar (biarkan mereka…) | -sInler | gelsinler | alsınlar |
Tidak ada imperatif 1sg atau 1pl; untuk "biarkan saya / mari kita" bahasa Turki menggunakan akhiran optatif -(y)EyIm / -(y)ElIm (geleyim "biarkan saya datang," gidelim "ayo kita pergi").
Varian harmoni vokal memengaruhi semua akhiran bervokal I: akar vokal depan menggunakan -in/-iniz/-sin/-sinler (gelin, gelsin), akar vokal belakang menggunakan -ın/-ınız/-sın/-sınlar (alın, alsın). Akar bulat menggunakan -ün/-üniz/-sün/-sünler (görün) atau -un/-unuz/-sun/-sunlar (durun).
Negasi menggunakan infiks reguler -me-/-ma-: gelme! (jangan datang!), almayın! (jangan ambil, jamak/formal!), gitmesin (jangan biarkan dia pergi). Untuk permintaan yang sangat sopan, lebih baik gunakan bentuk tanya aorist (gelir misiniz? = maukah Anda datang?) atau bentuk kemampuan (gelebilir misiniz? = bisakah Anda datang?) daripada imperatif polos.
Bahasa Turki tidak memiliki verba penuh yang berarti "adalah/menjadi" pada kala kini. Sebagai gantinya, predikat berupa nomina, adjektiva, atau keterangan tempat cukup mengambil sekumpulan kecil akhiran kopula persona: -(y)im, -sin, — (nihil untuk 3sg), -(y)iz, -siniz, -ler. -y- muncul setelah vokal. Jadi "öğrenciyim" (saya adalah murid), "yorgunsun" (kamu lelah), "o doktor" (dia dokter — tanpa akhiran sama sekali pada 3sg). Untuk "ada/terdapat" bahasa Turki menggunakan kata mandiri "var," dan untuk "tidak ada" menggunakan "yok." Pada lampau dan future, digunakan verba idi/-ydi (adalah, lampau) dan olacak (akan menjadi); pola tanpa verba ini murni ciri kala kini.